MENJELANG bulan suci Ramadhan, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia khususnya umat Isalam, untuk melakukan ziarah kubur ke makam orang tua, keluarga, saudara, ataupun para ulama atau tokoh agama.
Ada yang sengaja datang dari jauh atau pulang kampung untuk berziarah, yang biasanya dilakukan mulai sepekan sebelum Ramadhan.
Tak heran bila kita melihat pemakaman yang ramai menjelang bulan Ramadhan, dan banyaknya orang yang berjualan bunga, baik di pasar-pasar tradisional maupun di sekitar pemakaman.
Seperti halnya di tempat lain, di Kota Batam pun demikian juga adanya. Seperti yang terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Panas, Batam Kota, pada Selasa (17/02/2026).
Kendati siang jelang sore itu cuaca masih diselimuti gerimis, namun tak menyurutkan warga untuk berziarah kubur jelang kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H, ke pemakan tersebut.
Para peziarah yang datang dari berbagi sudut Kota Batam ramai di pemakaman umum di tengah Kota Batam ini.
“Mumpung cuaca agak sejuk mas, kalau kemarin kan panas. Sekarang walaupun gerimis tak apa-apa, daripada gak keburu kesini” ungkap Wahyu, warga Bengkong yang tengah berziarah ke makam orang tuanya.
Menurut Wahyu, ziarah kubur jelang bulan Ramadhan adalah hal yang rutin ia lakukan bersama keluarganya.
Walaupun di waktu-waktu lainpun ia kerap ziarah kubur, namun ziarah kubur jelang Ramadhan ini, sudah menjadi keharusan.
“Ya kami, saya dan keluarga rutin ziarah seperti ini. Tidak hanya menjelang bulan Ramadhan saja, kami rutin minimal sebulan sekali, setiap hari Kamis sore” tambahnya.
Senada dengan Wahyu, Yuni seoarang warga dari Batam Center juga mengungkapkan, ziarah kubur jelang bulan Ramadhan sudah menjadi tradisi yang diturunkan oleh orang tua dari kedua orangtuanya.
“Iya, dari kecil kami sering diajak oleh nenek dan kakek dan juga orang tua untuk ziarah kubur baik waktu di kampung, maupun di Batam ini” ungkapnya.
Ziarah kubur atau biasa disebut juga “nyekar” bertujuan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia dan mengingatkan kita pada kematian.
Saat berziarah itu, biasanya umat Islam membacakan tahlil dan berbagai macam dzikir dan do’a yang pahalanya dihadiahkan untuk almarhum/ almarhumah.
Selain melakukan pembacaan do’a, para peziarah biasanya juga melakukan bersih-bersih kuburan yang terlihat kotor dan juga tabur bunga di pemakaman.
(zah)


