Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
    9 jam lalu
    3 Tersangka Jambret Mahasiswi di Batam Kota Ditangkap
    9 jam lalu
    Perbaikan Pipa SPAM Simpang Plamo Rampung
    9 jam lalu
    Prakiraan Cuaca Kepri: Didominasi Awan Tebal dan Potensi Hujan Ringan
    9 jam lalu
    Khawatir Ganggu Stabilitas Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
    7 jam lalu
    Lewat Inovasi “Ojek Sampah”, Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026
    9 jam lalu
    Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Meksiko Sukses Taklukan Afrika Selatan 2-0
    1 hari lalu
    Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
    1 hari lalu
    Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    1 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    3 hari lalu
    Data & Infografis Transportasi Bus Trans Batam
    4 hari lalu
    Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
    6 hari lalu
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Imlek Datang, Sukacita Bagi Nelayan Di Pesisir Kepri

Editor Redaksi 6 tahun lalu 1.5k disimak

HARI Raya Imlek, menjadi momen berharga bagi masyarakat Tionghoa. Peringatan kebudayaan Tionghoa yang dirayakan dengan berbagai kegiatan penuh suka cita.

Di Kepulauan Riau (Kepri) sendiri, tahun baru Imlek ini juga menjadi momen spesial, tidak hanya bagi warga Tionghoa saja, namun juga bagi nelayan yang tersebar di kawasan pesisir Kepri, khususnya Batam.

Momen imlek ini memang sejalan dengan masa panen bagi nelayan di Kepri.

Mereka beramai-ramai turun melaut untuk menangkap Ikan Dingkis yang hanya ada di momen menjelang Imlek dan beberapa waktu setelahnya.

Pada momen ini, harga Ikan Dingkis tergolong mahal, bisa mencapai SGD 55 atau sekitar Rp 550 ribu per kilogramnya pada satu hari menjelang Imlek.

Harga ini bisa lebih tinggi ketika keberadaan Ikan Dingkis ini tidak begitu banyak. Sebaliknya harganya bisa lebih rendah ketika jumlahnya banjir di pasaran. Namun tetap lebih tinggi dari harga ikan biasa pada umumnya.

Kenaikan harga Dingkis ini mulai akan terasa pada sekitar seminggu menjelang Imlek. Pada momen itu, jumlah pasokan ikan ini menuju negara tetangga Singapura naik signifikan.

“Memang Singapura menjadi tujuan utama ekspor Dingkis ini, semakin mendekati Imlek semakin banyak,” kata Kasubsi Pengawasan Pengendalian Data dan Informasi (Wasdalin) Stasiun Karantina Ikan  Pengendalian Mutu Batam (SKIPMB), Dwi Sulistiyono, Kamis (9/1).

Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, jumlah Ikan Dingkis yang dipasok melalui satu wilayah kerja (Wilker) Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Batam saja bisa mencapai angka antara 7 sampai 10 ton dalam sehari.

Kondisi ini biasanya bisa terjadi dalam beberapa hari di dua wilker yakni di Pelabuhan Sagulung dan Belakangpadang.

“Jadi saat ini para nelayan sudah bersiap, mereka akan turun dengan macam-macam alat tangkap pada momen itu,” kata Sulistiyono lagi.

Di kawasan pesisir di Kecamatan Galang, Batam, gagap gempita menyambut momen panen tahunan ini memang telah terasa sejak dua bulan belakangan. Masyarakat di kampung-kampung pesisir yang biasanya menangkap ikan dengan Kelong (perangkap ikan yang dibuat dari jaring dan kayu) telah memperbaharui Kelong-Kelong mereka.

Demikian juga dengan mereka yang menangkap ikan dengan cara Nyuluh (menggunakan lampu dan serokan).

Padahal, pada momen menjelang Imlek ini kondisi perairan di wilayah Kepri tidak begitu kondusif untuk aktivitas nelayan. Saat ini bertepatan dengan Musim angin Utara dimana terjadi peningkatan tinggi gelombang dan angin kencang.

Mereka menyiasati angin kencang ini dengan cara melaut dan memperbaiki Kelong pada saat air laut surut jauh. Dimana Kelong nelayan yang berada di tempat yang tidak terlalu dalam ini, tidak begitu terimbas angin kencang dan gelombang tinggi pada saat air surut.

Kondisi ini telah dijalani nelayan di pesisir Kepri sejak jauh sebelumnya, dimana sudah dimulai sejak generasi orangtua mereka yang belum menggunakan jaring.

“Dulu Kelong itu pakai Resam, dulu saya ikut orangtua buat Kelong, sekarang sudah maju, sudah puluhan tahun lalu kami cari ikan dingkis ini,” kata Egoi, nelayan asal Rempang Cate beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Ikan Dingkis saja, berbagai jenis Ikan Kerapu dan Bawal juga mengalami kenaikan pada momen itu. Dari harga yang biasanya SGD 42 bisa naik menyentuh angka SGD 50 per kilogramnya.

Pada momen tersebut, SKIPM Batam biasanya melakukan pantauan langsung di wilker yang memang dominan melayani pemeriksaan ikan untuk kebutuhan ekspor ini.

“Karena momennya setahun sekali, jadi kita siapkan anggota kita, kita akan pantau langsung juga,” kata Sulistiyono.

*(bob/GoWestId)

Kaitan imlek, Nelayan Kepri, Sukacita, top
Redaksi 10 Januari 2020 10 Januari 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepiting Bertelur Boleh Diperjualbelikan 3 Bulan Dalam Setahun
Artikel Selanjutnya Kongres Provinsi Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) KEPRI

APA YANG BARU?

Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 7 jam lalu 123 disimak
Lewat Inovasi “Ojek Sampah”, Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026
Lingkungan 9 jam lalu 135 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 9 jam lalu 136 disimak
3 Tersangka Jambret Mahasiswi di Batam Kota Ditangkap
Artikel 9 jam lalu 135 disimak
Perbaikan Pipa SPAM Simpang Plamo Rampung
Artikel 9 jam lalu 125 disimak

POPULER PEKAN INI

Potong 17 Hewan Qurban, Rangkaian Kegiatan Idul Qurban Masjid Al-Ishlaah Resmi Ditutup
Artikel 5 hari lalu 857 disimak
Infografis: Penanganan Insiden Tenggelamnya MV Golden Star 1 di Selat Singapura
Peristiwa 6 hari lalu 784 disimak
Bagaimana Kota Pesisir Pengaruhi Kesehatan Terumbu Karang: Kisah dari Batam dan Natuna
Catatan Netizen 6 hari lalu 696 disimak
Tiket Semifinal Dramatis: Eksekusi Penalti Evandra Florasta Singkirkan Vietnam
Sports 5 hari lalu 602 disimak
Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup
Sports 4 hari lalu 588 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?