Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
    13 jam lalu
    7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
    22 jam lalu
    3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
    22 jam lalu
    Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
    22 jam lalu
    Bareskrim Sita 14 Mobil Mewah, 2 Kapal dan Puluhan Properti Milik DPO Kasus Narkoba THM Batam
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    15 jam lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    1 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    2 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    2 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    21 jam lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    2 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    4 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Imlek Datang, Sukacita Bagi Nelayan Di Pesisir Kepri

Editor Redaksi 7 tahun lalu 1.6k disimak

HARI Raya Imlek, menjadi momen berharga bagi masyarakat Tionghoa. Peringatan kebudayaan Tionghoa yang dirayakan dengan berbagai kegiatan penuh suka cita.

Di Kepulauan Riau (Kepri) sendiri, tahun baru Imlek ini juga menjadi momen spesial, tidak hanya bagi warga Tionghoa saja, namun juga bagi nelayan yang tersebar di kawasan pesisir Kepri, khususnya Batam.

Momen imlek ini memang sejalan dengan masa panen bagi nelayan di Kepri.

Mereka beramai-ramai turun melaut untuk menangkap Ikan Dingkis yang hanya ada di momen menjelang Imlek dan beberapa waktu setelahnya.

Pada momen ini, harga Ikan Dingkis tergolong mahal, bisa mencapai SGD 55 atau sekitar Rp 550 ribu per kilogramnya pada satu hari menjelang Imlek.

Harga ini bisa lebih tinggi ketika keberadaan Ikan Dingkis ini tidak begitu banyak. Sebaliknya harganya bisa lebih rendah ketika jumlahnya banjir di pasaran. Namun tetap lebih tinggi dari harga ikan biasa pada umumnya.

Kenaikan harga Dingkis ini mulai akan terasa pada sekitar seminggu menjelang Imlek. Pada momen itu, jumlah pasokan ikan ini menuju negara tetangga Singapura naik signifikan.

“Memang Singapura menjadi tujuan utama ekspor Dingkis ini, semakin mendekati Imlek semakin banyak,” kata Kasubsi Pengawasan Pengendalian Data dan Informasi (Wasdalin) Stasiun Karantina Ikan  Pengendalian Mutu Batam (SKIPMB), Dwi Sulistiyono, Kamis (9/1).

Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, jumlah Ikan Dingkis yang dipasok melalui satu wilayah kerja (Wilker) Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Batam saja bisa mencapai angka antara 7 sampai 10 ton dalam sehari.

Kondisi ini biasanya bisa terjadi dalam beberapa hari di dua wilker yakni di Pelabuhan Sagulung dan Belakangpadang.

“Jadi saat ini para nelayan sudah bersiap, mereka akan turun dengan macam-macam alat tangkap pada momen itu,” kata Sulistiyono lagi.

Di kawasan pesisir di Kecamatan Galang, Batam, gagap gempita menyambut momen panen tahunan ini memang telah terasa sejak dua bulan belakangan. Masyarakat di kampung-kampung pesisir yang biasanya menangkap ikan dengan Kelong (perangkap ikan yang dibuat dari jaring dan kayu) telah memperbaharui Kelong-Kelong mereka.

Demikian juga dengan mereka yang menangkap ikan dengan cara Nyuluh (menggunakan lampu dan serokan).

Padahal, pada momen menjelang Imlek ini kondisi perairan di wilayah Kepri tidak begitu kondusif untuk aktivitas nelayan. Saat ini bertepatan dengan Musim angin Utara dimana terjadi peningkatan tinggi gelombang dan angin kencang.

Mereka menyiasati angin kencang ini dengan cara melaut dan memperbaiki Kelong pada saat air laut surut jauh. Dimana Kelong nelayan yang berada di tempat yang tidak terlalu dalam ini, tidak begitu terimbas angin kencang dan gelombang tinggi pada saat air surut.

Kondisi ini telah dijalani nelayan di pesisir Kepri sejak jauh sebelumnya, dimana sudah dimulai sejak generasi orangtua mereka yang belum menggunakan jaring.

“Dulu Kelong itu pakai Resam, dulu saya ikut orangtua buat Kelong, sekarang sudah maju, sudah puluhan tahun lalu kami cari ikan dingkis ini,” kata Egoi, nelayan asal Rempang Cate beberapa waktu lalu.

Tidak hanya Ikan Dingkis saja, berbagai jenis Ikan Kerapu dan Bawal juga mengalami kenaikan pada momen itu. Dari harga yang biasanya SGD 42 bisa naik menyentuh angka SGD 50 per kilogramnya.

Pada momen tersebut, SKIPM Batam biasanya melakukan pantauan langsung di wilker yang memang dominan melayani pemeriksaan ikan untuk kebutuhan ekspor ini.

“Karena momennya setahun sekali, jadi kita siapkan anggota kita, kita akan pantau langsung juga,” kata Sulistiyono.

*(bob/GoWestId)

Kaitan imlek, Nelayan Kepri, Sukacita, top
Redaksi 10 Januari 2020 10 Januari 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepiting Bertelur Boleh Diperjualbelikan 3 Bulan Dalam Setahun
Artikel Selanjutnya Kongres Provinsi Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) KEPRI

APA YANG BARU?

Batam Dilanda Panas Terik, BMKG: Musim Kemarau Puncak Agustus – September
Artikel 13 jam lalu 90 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 15 jam lalu 191 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 21 jam lalu 179 disimak
7 Titik Jalan Dilebarkan di Batam Sepanjang 2026
Artikel 22 jam lalu 157 disimak
3.558 WNI Dipulangkan Lewat Program M Malaysia, 307 Orang Tiba di Batam Sekaligus
Artikel 22 jam lalu 156 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 2 hari lalu 512 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 6 hari lalu 364 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 4 hari lalu 346 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 4 hari lalu 322 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 4 hari lalu 293 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?