Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
    6 jam lalu
    Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
    18 jam lalu
    Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
    18 jam lalu
    Polisi Jaring 33 Motor Berknalpot Brong di Batam
    22 jam lalu
    Kemkomdigi Desak Operator Eksekusi Utuh Putusan MK Soal Kuota Internet
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
    5 jam lalu
    Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
    5 jam lalu
    Bintan Triathlon 2026 Diikuti Atlet dari 32 Negara
    18 jam lalu
    Kontingen SMAN 1 Tanjungpinang Sabet 19 Medali Asia Pasifik
    22 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    5 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    6 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    6 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Mengenal Andro & Dilla, si Pengendus Sabu 1 Ton di Batam

Editor Redaksi 9 tahun lalu 1.6k disimak

PENANGKAPAN kapal bermuatan sabu ukuran besar terjadi di selat Philip, dekat Batam beberapa hari kemarin.

Daftar Isi
Andro dan DillaSeleksi khusus

Awalnya, kapal MV Sunrise Glory diamankan karena beroperasi dengan dokumen palsu. Kapal kemudian dibawa ke pelabuhan Macobar Batam untuk diperiksa lebih lanjut.

Penyelidikan tim WFQR Lantamal IV/ Lanal Batam, BNN Pusat, Bea Cukai Pusat, serta Bea Cukai Batam, sempat tidak membuahkan hasil.

Sejak dilakukan penyisiran mulai pagi hingga sore, mereka sama sekali tidak berhasil menemukan sabu tersebut.

Lalu, mereka pun menurunkan unit K-9 yang berhasil menguak keberadaan barang haram tersebut.

“Penyimpanannya ditumpuk dengan beras, jadi sabunya disimpan di bawah, sedangkan di atasnya disimpan besar, makanya tim sempat mengalami kesulitan, setelah bantuan K-9 baru ditemukanlah sabu ini,” ungkap Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman dikutip dari Kompas.com (10/2)

Andro dan Dilla

Unit K-9 (homofon dari canine, yang berarti anjing) merupakan sebutan untuk anjing pelacak kepolisian. Istilah ini dipakai di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.

Pada kasus di atas, awalnya tim penyelidik menurunkan satu ekor anggota K-9 bernama Andro. Anjing jantan berwarna kuning kecoklatan ini berjenis Labrador Retriever berusia 4 tahun.

Andro, yang bertugas sebagai K-9 di Kantor Bea dan Cukai Batam, dikenal jago melacak berbagai jenis barang terlarang, khususnya narkoba.

Namun, entah karena saking banyaknya mengendus sabu atau mabuk karena goncangan di kapal, Andro menjadi lemas. Untuk mengantisipasi, mereka memanggil Dilla, seekor anjing betina dengan ras yang sama dengan Andro.

Terdapat perbedaan khas dari dua anjing pelajak itu dalam menemukan targetnya. “Andro mencakar ke bawah, sementara Dilla saat mencium target langsung duduk sembari menggerakan ekornya,” ujar Kasi Humas Pelayanan Bea dan Cukai Batam, Frans Depari, dikutip dari Liputan6.com (12/2).

Berkat kerja sama kedua anjing pelacak tersebut, sabu yang disembunyikan dalam 41 karung beras ditemukan dan upaya penyelundupan pun berhasil digagalkan.

Seleksi khusus

Arti kata Ca-nine/K-9 sendiri berasal dari kata Latin Canidae, selanjutnya disebut keluarga Canid/Serigala, jenis binatang buas yang memiliki rangkaian gigi pemotong daging, terletak persis dibelakang taring. Jenis-jenis anjing yang ada saat ini adalah keturunan serigala yang telah melalui proses rekayasa genetika.

Ada sejumlah ras anjing yang umum digunakan sebagai satuan unit K-9. Seperti Great Dane, Boxer, Giant Shnautzer, Labrador Retriever, Doberman Pinscher, Rottweiler, dan German Sheperd.

Meskipun masuk ke unit K-9, ada enam spesialisi bagi anjing K-9 Kepolisian, yaitu:

  1. Kemampuan mencium bahan peledak (handak) untuk mengatasi yang berkaitan dengan terorisme.
  2. Membantu tim SAR (Search and Rescue), U-SAR untuk mencari korban hidup dan Kadaver mencari korban yang sudah meninggal.
  3. Semua yang berhubungan dengan narkotika.
  4. Membantu dalam pengendalian massa.
  5. Karya guna artinya anjing bisa digunakan untuk pelacakan, penyelamatan, menghalau massa seperti yang dimiliki polda-polda atau mencari narkoba.
  6. Kemampuan atraksi, kemampuan pelacakan kriminal umum.

Meski berasal dari ras unggulan tidak berarti mereka asal dipilih. Calon unit K-9 harus melewati seleksi khusus agar dapat bertugas dengan baik dan diandalkan.

Seperti yang diungkapkan Iptu Wawan M, dari Direktorat Polisi Satwa, Depok, Jawa Barat, kepada National Geographic, hal yang pertama yang dilakukan adalah seleksi anatomi termasuk kesehatan satwa.

“Berikutnya adalah kemauan, terutama untuk menggunakan alat seperti bola. Misalnya jika dilemparkan, ia mau mengambil, bahkan ke tempat yang sempit sekalipun,” jelas Wawan. Dari sini mulai terlihat tingkat agresif dan kelincahannya.

Kemudian segi pertahanan juga menjadi salah satu pertimbangan utama. “Kalau diberikan mainan, dipertahankan,” ujar Wawan. Baru dari sini dapat ditentukan arah spesialisasi anjing tersebut di unit K-9.

“Jika anjing itu memiliki kemauan untuk pergi ke tempat-tempat tertutup, tidak suka menggongong tapi agresif, bisa ditempatkan di handak. Jika suka menggongong, agresif menyerang dengan daya serbu tinggi, bisa ke pelacak umum,” jelas Wawan.

“Kalau ganas dalam semua aspek, bisa ditempatkan di bagian pengendalian masyarakat. Jika daya melacaknya berlebihan, dalam latian senang menggali tanah misalnya, biasanya digolongkan ke dalam SAR.”

Anjing K-9 yang bertugas membantu penegak hukum ini tidak lagi digunakan ketika ia terluka cukup parah, hamil, dan usianya terlalu tua. Anjing tersebut maksimal hanya bertugas tujuh tahun, setelah itu pensiun karena dianggap sudah tua.

Mereka dilatih saat berumur satu sampai satu setengah tahun, untuk digunakan hingga lima tahun ke depan. Setelah itu dicek kembali. Jika masih layak dapat diperpanjang sampai tujuh tahun.

 

Sumber : Kompas / Liputan6 / Merdeka / Wikipedia / National Geographic / Beritagar

 

Kaitan andro, anjing, batam, dilla, k-9, narkoba, top
Redaksi 12 Februari 2018 12 Februari 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kirim Uang via WhatsApp? Sebentar Lagi
Artikel Selanjutnya Uang Rp.5000 & Rezeki Kita

APA YANG BARU?

Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 5 jam lalu 307 disimak
Singapura, & Hidup Bersama Kecerdasan Artifisal
Catatan Netizen 5 jam lalu 227 disimak
Pendaftaran Diperpanjang Lagi, Pemko Siapkan 3.000 Agen Perlinsos Jemput Bola
Artikel 6 jam lalu 94 disimak
Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 18 jam lalu 301 disimak
Hindari Kendaraan Mogok, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Brio WN Singapura di Bintan
Artikel 18 jam lalu 222 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 5 hari lalu 742 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 5 hari lalu 595 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 5 hari lalu 563 disimak
Komisi III DPR RI Setujui Komjen Pol. Suyudi Ario Bayu Jadi Kapolri Baru, Ini Profilnya
Artikel 4 hari lalu 489 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 6 hari lalu 483 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?