Terhubung Dengan Kami

Khas

Dahlan Iskan Mengingatkan, Nadiem Berpotensi Paling Kisruh

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Nadiem Makarim : ist.

MANTAN Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kembali menyampaikan pemikirannya soal pentingnya situasi damai dalam menjalankan roda pemerintahan. 

Dahlan kali ini ingin mengingatkan soal ramainya tuntutan dari warga net (netizen) di media sosial kepada Menteri Pendidikan Nasional Nadiem Makarim.

Menurutnya banyak sekali tuntutan yang berlebihan, dan itu punya potensi untuk menciptakan kekisruhan politik.

Kontroversi bisa saja muncul jika Nadiem salah dalam mengambil keputusan dan kebjikan. Namun keputusan yang kontroversial tersebut bisa berujung pada keriuhan yang membuat pembangunan sistem pendidikan nasional berantakan.

“Tukang gebrak saja juga tidak bisa. Kurang gebrak apa Ahok. Sampai saya terkagum-kagum. Sampai saya mengakui kalah berani,” ini salah satu kalimat yang ditulis oleh Dahlan dalam blog pribadinya pagi ini, seperti dilansir dari https://www.disway.id. 

Berikut Ini tulisan lengkap dari Dahlan Iskan: 

Adem Please

Sudah terbukti sejak zaman Romawi. Sampai Dinasti Tang. Pun sampai kekhalifahan Abbasyiah. Dan Orde Baru. Dan banyak contoh lagi.”Kemajuan ekonomi dan kemakmuran rakyat hanya bisa terwujud di masa ketenangan dan kedamaian yang panjang”.Usrek yang terjadi lima tahun terakhir membuat momentum untuk maju hilang.

Terbentuknya kabinet baru –dengan komposisi seperti itu– saya tafsirkan secara khusus: Presiden Jokowi ingin kerukunan. Kedamaian. Agar tidak usrek terus. Selama lima tahun ke depan.Semua dirangkul –yang bisa dirangkul.

Secara kualitas perorangan banyak yang bukan terbaik. Tapi tidak masalah. Asal kompak. Lalu masyarakatnya rukun dan damai.Sudah terbukti pula: terlalu banyak bintang di satu tim justru tidak bisa kerja. Hanya lebih banyak perang bintang –di dalam tim itu sendiri.

So, apa saja sumber yang kira-kira membuat ketidaktenangan ke depan?Saya hanya bisa menilai dari jauh. 10 hari terakhir saya keliling Xinjiang, provinsi Islam di Tiongkok. Lalu ke Hangzhou: mengantar Icha –cucu tersayang. Itulah cucu pertama. Yang ingin masuk SMA di Hangzhou. Atas keinginan sendiri. Setelah SD dan SMP-nya di Al Azhar International Surabaya.Hari ini saya tiba di Hong Kong. Akan beberapa hari di sini. Ketemu beberapa pihak.

Dalam perjalanan itu saya merenungkan: di mana saja kekisruhan akan terjadi. Yang akan bisa membuat heboh-heboh lagi.Nomor urut satu adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yang menterinya dijabat millennial kondang: Nadiem Makarim.Siswa didik mungkin sangat bangga mendengar nama itu. Bisa sekalian jadi idola mereka. Inspirasi anak muda. Bisa jadi gantungan masa depan yang lebih cerah.Di mana letak potensi keusrekannya?

Saya melakukan apa yang biasa dilakukan sebuah tim manajemen: analisa persoalan potensial.Gunanya untuk mengetahui persoalan masa depan. Sejak masih dalam bentuk potensi. Potensi persoalan itu bukan soal istrinya yang Katolik taat. Sampai anak-anaknya ikut agama ibunya. Bukan juga soal bahwa Nadiem adalah berdarah Arab. Anak dari Nono Anwar Makarim. Salah satu mentor saya di awal karir menjadi wartawan. Nono ikut menyiapkan masa depan saya. Persoalan itu akan datang dari tuntutan yang berlebihan. Dari keinginan yang terlalu cepat. Untuk melakukan perombakan yang drastis. Di bidang pendidikan.

Ketika muda dulu saya juga selalu jengkel dengan perubahan yang lambat. Saya rombak apa pun dengan cepat: hasilnya luar biasa. Korbannya juga banyak.Tapi perahu yang saya kemudikan saat itu perahu kecil. Ibarat mobil kelas Hyundai Elantra. Mudah diajak belok-belok. Kadang harus mendadak balik arah. Kesalahan pun segera bisa diketahui. Untuk dibuat keputusan baru –yang berlawanan arah sekali pun.Tapi Kemendikbud adalah perahu yang amat besar. Barangkali terbesar dalam birokrasi Indonesia. Ia adalah kelas Titanic. Yang kalau dibelokkan mendadak bisa oleng. Penumpangnya bisa mabuk semua.Mengemudikan kapal raksasa seperti itu kepintaran saja tidak cukup. Populer saja belum bisa. Ia perlu kebijakan. Perlu kematangan.Tukang gebrak saja juga tidak bisa.

Kurang gebrak apa Ahok. Sampai saya terkagum-kagum. Sampai saya mengakui kalah berani.Tapi perahu yang dikemudikannya tidak bisa dibelokkan dengan gebrakan kemudi. Itulah realitas masyarakat kita.Karena itu baiknya kita memberi waktu padanya. Jangan terlalu cepat memberikan tuntutan.

‘Kita’ yang saya maksud adalah kelompok-kelompok masyarakat.Saya ikuti di medsos. Banyak tuntutan yang berlebihan. Bahkan bernada ekstrem.Itu bisa membuatnya tertekan. Bisa merangsangnya membuat putusan yang potensial oleng.Misalnya: ada tuntutan agar Nadiem berani menghapus masjid-masjid di lingkungan sekolah negeri.Mungkin maunya tuntutan itu seperti di Amerika. Atau negara maju lainnya.

Agama dan simbol agama tidak boleh masuk lembaga negara.Tuntutan seperti itu bagus saja. Tapi berlebihan. Punya potensi usreg yang tidak habis-habisnya.Terlalu cepat: minggu pertama kerja Nadiem sudah menghadapi dua tuntutan yang serba ekstrem.Tapi Nadiem pasti tahu bagaimana harus bersikap. Ia sudah sangat matang. Sudah biasa mendapat tekanan besar –dalam menjadikan perusahaan baru menjadi yang terbesar di Indonesia.Tapi Indonesia bukan sebuah perusahaan. Kita perlu tenang –untuk bisa berdagang, untuk bisa membangun. (Dahlan Iskan)

Sumber : CNBC INDONESIA / Disway

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori2 hari lalu

Jejak Hidup Masa Silam Ulu Lai

TAK banyak yang tahu lokasi ini. Kecuali mereka yang merupakan penduduk asli atau sudah lama menetap di Batam. Orang setempat...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

KENAPA ZUMARS PILIH MAJU INDEPENDEN DI PILWAKO BATAM 2020?

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

INI YANG BAKAL DILAKUKAN DUO ZUMARS JIKA TERPILIH DI PILWAKO BATAM 2020

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

ALASAN IR. ZUKRIANSYAH DAN USTAD MARSAPWAN MAJU PILWAKO BATAM VIA JALUR INDEPENDEN

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

BATAM JADI KOTA KARENA ADANYA PENDATANG …

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

WARGA BATAM BUTUH “REFRESH MIND”, DI MANA TAMAN KOTA DI BATAM?

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

PERSPEKTIF USTAD MARSAPWAN TENTANG BANDAR MADANI BATAM

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

BANYAK PETANI DI BATAM BELUM TERSENTUH SENSUS PERTANIAN

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

POLEMIK UMK, SEHARUSNYA PEMIMPIN DI DAERAH HARUS CIPTAKAN LIVING COST YANG RENDAH

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...

NGOBROL EVERYWHERE3 hari lalu

BATAM MENCAPAI PUNCAK PERTUMBUHAN PADA ERA 80 DAN 90-AN, SEKARANG BERGERAK SLOW MOTION

ZUMARS adalah akronim duo, Ir. Zukriansyah dan Ustad Marsapwan Lc. MA. Dua putera asal Batam yang sudah banyak mengenyam asam...