Terhubung Dengan Kami

Khas

Proses Keadilan Untuk Audrey

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

POLISI sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam dugaan kekerasan terhadap siswi SMP Pontianak, Audrey.

Ketiga orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memeriksa sejumlah saksi.

“Dari Polresta Pontianak sudah menetapkan tiga orang tersangka,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Donny Charles Go dikutip dari Detikcom, Rabu (10/4/2019).

Ketiga tersangka itu berinisial L, TPP, dan NNA. Mereka dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak. 

Donny mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi menemukan bukti yang cukup serta kesesuaian keterangan antara saksi dan korban. Saat ini proses penyidikan masih berlangsung.

“Yang diperiksa ini tidak hanya korban, ibu korban, tapi juga semua anak-anak SMA yang ada di lokasi, diperiksa seluruhnya. Dari beberapa pengakuan saksi yang ada di sana sudah mengerucut pada tiga tersangka,” jelasnya.

“Proses masih berjalan. Kita berusaha melengkapi semuanya biar perkara ini bisa cepat,” sambungnya.

Permasalahan Awal

Kapolresta Pontianak Kombes M Anwar Nasir memaparkan kronologi kejadian dalam jumpa pers di Pontianak, Rabu (10/4/2019), yang juga disiarkan lewat Instagram Live kapolresta_ptk_kota. Kronologi ini berdasarkan BAP pihak korban. 

“Permasalahan berawal dari korban dan pelaku sindir menyindir terkait mantan pacar karena mantan pacar pelaku adalah pacar sepupu korban.

Salah satu orangtua pelaku pernah pinjam uang ke korban Rp 500.000, sudah dikembalikan tapi masih suka diungkit-ungkit jadi pelaku tersinggung,” kata Kombes Anwar. 

Pada 29 Maret 2019, terduga pelaku mengirim SMS untuk janjian ketemu dengan korban di suatu lokasi. Korban kemudian dijemput saksi D dan P dengan alasan untuk menyelesaikan masalah terduga pelaku dan korban lalu naik motor bertiga di lokasi. 

“Di situ ada TR, EC, dan LL dan beberapa rekan lainnya yang korban tidak kenal. Keseluruhannya sekitar 10 orang yang menunggu,” ujar Anwar. 

Anwar mengatakan TR mencecar korban, lalu EC menyiram korban dari belakang. Korban balas menjambak rambut EC dan EC menendang sisi belakang korban sampai jatuh. EC lalu memukul ke arah wajah dan kepala korban hingga korban jatuh lagi. 

“EC menginjak perut dan membenturkan kepala korban ke aspal sambil menjambak,” katanya. 

Prihatin

Aktris senior Ira Wibowo turut prihatin atas dugaan pengeroyokan terhadap Audrey, pelajar berusia 14 tahun di Pontianak, Kalimantan Barat.

Ibu tiga anak itu mengatakan para pelaku harus tetap dihukum meskipun masih di bawah umur.

“Menurut saya sih iya memang perlu ada proses hukum. Cuma seperti apanya yang berwenang lebih tahu lah ya. Pokonya nggak selayaknya ini dibiarkan tanpa ada ganjaran atau konsekuensi,” kata Ira di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Selain itu, Ira juga meminta agar para pelaku diberikan pendampingan profesional, diantaranya dari psikiater. Tujuannya agar mereka sadar bahwa yang dilakukan merupakan perbuatan salah.

“Mereka harus belajar dari pengalaman ini. Mereka harus betul-betul dari hati. Kalau mereka salah karena kemarin saya baca belum ada penyesalan malah selfie kan,” ujarnya.

“Kayak orang nggak punya hati. Padahal manusia diciptakan dengan hati harusnya bisa hidup dengan penuh kasih dan saling care jadi ya mereka harus belajar,” ujarnya lagi.

Audrey saat ini menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Pontianak. Kisah tragis yang dialaminya memicu kemarahan publik Indonesia, dan juga internasional.

(*)

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!5 hari lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori1 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori2 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!3 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide4 minggu lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori4 minggu lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll4 minggu lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement