Hubungi kami di

Ini Batam

20 Finalis Duta Wisata Tampilkan Talenta Terbaik di Malam Bakat

iqbal fadillah

Terbit

|

Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Muhammad Zen, memberikan pembekalan kepada 20 Finalis Duta Wisata Encik dan Puan Batam tahun 2021. Photo : @Ist.

SEBANYAK 20 orang finalis Duta Wisata Encik dan Puan Kota Batam tahun 2021 menampilkan talenta terbaik mereka pada Malam Bakat bertempat di Monkey Bar Harris Resort Waterfront Batam, Senin (29/3) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi (PPW) Disbudpar Kota Batam, Ratna Sari menyaksikan langsung kemampuan para duta wisata.

Lewat malam bakat, Ardi berharap duta wisata mampu menampilkan talenta yang dimiliki dengan percaya diri. Karena penilaian sudah dimulai sejak hari pertama karantina.

“Kegiatan ini adalah bagian dari karantina, kalian tampilkan semua bernyanyi, menari,” katanya.

Lanjut Ardi beauty, brain, dan behavior menyatu dalam setiap penampilan duta wisata.

“Anak Batam hebat, anak Batam berbakat,” terangnya.

Sebelumya pada siang hari, finalis diberikan pembelajaran tentang budaya dan pariwisata dengan narasumber Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Muhammad Zen, dan Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Batam, Edi Sutrisno.

Hari kedua, finalis akan mendapat materi dari Sekda Kota Batam, Jefridin dan kunjungan ke destinasi wisata Kota Batam yakni Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Taman Dang Anom, Museum Batam Raja Ali Haji, Nadine Klinik Kecantikan, Batam Flower Festival, dan CGV Grand Batam Mall.

BACA JUGA :  Baruna Oceanna Kembali Beroperasi

Pantauan dilapangan, para finalis Encik dan Puan Kota Batam menampilkan bakat menyanyi, menari, pembawa acara berita (new anchor), mendonggeng, bermain gitar, menari Melayu, puisi, karate, pidato bahasa Arab, trumpet, bariton, colour guard, menyanyi lagu mandarin, desain busana batik, yoga, dan balet.

Salah satu finalis, Puan Luhung menampilkan bakat berdonggeng berjudul Persahabatan Tio dan Prabu. Ia mengaku bakat diketahui sejak ia bergabung dengan Komunitas Taman Baca Purwakarta, Jawa Barat.

“Mendonggeng ini suka sejak tahun 2016 , dan terus diasah,” kata puan usia 24 tahun.

Kemudian Encik Yassar menampilkan busana hasil rancangannya, yakni busana batik Batam bermotif ikan marlin.

Hasilnya rancanganya tersebut didesain cocok dipakai millenial yang dipadupadankan dengan kaos.

“Saya menampilkan busana batik Batam terinspirasi dari Busana Melayu teluk belanga dan dan cekak musang,” katanya. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook