PADA 28 Mei 2022, Matahari akan tepat berada di atas Kakbah. Peristiwa ini dapat dimanfaatkan masyarakat muslim Indonesia untuk kembali menyesuaikan arah kiblat.
Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, mengungkapkan untuk menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung ini terbilang amat mudah dan pastinya murah.
“Dan perlu diketahui bahwasanya hasilnya pun juga akurat, bahkan lebih akurat dibanding jika kita memakai alat bantu, seperti kompas, dikarenakan kompas dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan sehingga dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran,” ujar Andi dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa, Senin (23/5/2022).
Berikut ini langkah-langkah dalam menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung:
Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya. Cari lokasi yang rata dan tentunya terkena cahaya Matahari.
Sediakan tongkat lurus ataupun benda tegak tidak berongga lainnya (seperti spidol papan tulis, botol plastik PET, botol minum/tumblr, dsb) atau jika tidak tersedia, dapat menggunakan benang berbandul.
Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan (dapat merujuk ke https://jam.bmkg.go.id atau https://Time.is)
Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus (90° dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul tadi.
Tunggulah hingga waktu waktu Kulminasi Agung tiba, kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut. Tandai ujung bayangan, kemudian tariklah garis lurus dengan pusat bayangan (tongkat/bandul). Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.
Adapun waktu Kulminasi Agung tersebut terjadi pada:
– 28 Mei 2022
Pukul 03:01:42 waktu Arab Saudi atau 07:12:58 WIB
– 15 Juli 2022
Pukul 23:01.42 waktu Arab Saudi atau 03:01:42 WIB pada 16 Juli 2022.
Mengingat Matahari masih di bawah ufuk pada waktu Indonesia, sehingga tengah hari yang terdekat adalah:
– 28 Mei 2022
Pukul 12:17:59 waktu Arab Saudi atau 16:17:59 WIB/ 17:17:59 WITA/ 18:17:59 WIT
– 15 Juli 2022
Pukul 12:26:42 waktu Arab Saudi atau 16:26:42 WIB/ 17:26:42 WITA/ 18:26:42 WIT
“Kedua tanggal dan waktu ini dapat digunakan untuk mengecek kembali arah kiblat di masjid/langgar/surau/tajuk di tempat Anda masing-masing,” imbuh Andi.
Akan tetapi, ada beberapa wilayah-wilayah di Indonesia yang tidak dapat memanfaatkan fenomena ini untuk meluruskan arah kiblat, di antaranya sebagian Provinsi Maluku mulai dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar), Kabupaten Maluku Tanggerang (kini Kabupaten Kepulauan Kei), Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar) dan Kabupaten Kepulauan Aru, ditambah dengan Provinsi Papua Barat, serta Provinsi Papua.
Andi mengungkapkan kesembilan wilayah ini dapat meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Kakbah yang disebut juga Antipoda Kakbah, yakni 29 November pukul 00.09 waktu Saudi atau 06.09 WIT, serta 14 Januari pukul 00.30 waktu Saudi atau 06.30 WIT.
(*)
sumber: detik.com


