GUGUS Tugas Penangan Covid-19 Kota Batam kembali mengkonfirmasi adanya tambahan pasien Positif Covid-19. Hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKL-PP Batam pada Kamis (11/6) hari ini, mendapati adanya penambahan pasien positif Covid-19 Kota Batam sebanyak 4 pasien.
Satu dari empat pasien tersebut adalah pasien yang sebelumnya telah terinfeksi dan dinyatakan sembuh. Ia adalah seorang laki-laki berinisial “Tn.I” usia 52 Tahun, ASN Instansi Vertikal Kementerian Kesehatan RI, beralamat di kawasan perumahan Kompleks Baloi Kesehatan Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, merupakan kasus baru Re-Infeksi Covid-19 Nomor. 166 Kota Batam.
“Perlu diketahui bahwa yang bersangkutan sebelumnya merupakan kasus terkonfirmasi nomor. “23” yang sudah dinyatakan sembuh pada tanggal 21 April 2020 lalu dan juga telah selesai menjalankan isolasi mandiri pasca dinyatakan sembuh selama 14 (empat belas) hari,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi dalam keterangannya yang diterima pada Kamis (11/6).
Berdasarkan hal demikian terhitung mulai tanggal 06 Mei 2020 yang bersangkutan sudah beraktifitas kembali seperti biasa kekantornya di kawasan Batu Ampar Kota Batam, selanjutnya pada tanggal 28 Mei 2020 melakukan perjalanan dinas ke Tanjung Balai Karimun dan kembali ke Batam pada tanggal 30 Mei 2020. Kemudian pada tanggal 09 Juni 2020 melakukan pemeriksaan RDT dikantornya yang hasilnya diperoleh “IgG Reaktif dan IgM Non Reaktif” selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi “Positif”.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sudah perawatan isolasi/karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam
Tambahan kedua, adalah seorang laki-laki berinisial “Tn.AS” usia 42 Tahun, Pedagang Pasar Toss 3000 Sei Jodoh, beralamat di kawasan Kompleks Ruko Jodoh Maritim Square Kelurahan Sei Jodoh Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 167 Kota Batam. Yang bersangkutan adalah rekan sesama pedagang dengan terkonfirmasi nomor. 151.
Perlu diketahui pada tanggal 28 Mei 2020 Tim Penanganan Covid-19 Lubuk Baja melakukan RDT secara random/acak bagi para pedagang dan diperoleh hasil yang bersangkutan “Non Reaktif”, namun demikian mengingat yang bersangkutan merupakan close contact dengan temannya yang terkonfirmasi tersebut selanjutnya diedukasi untuk melaksanakan karantina mandiri dirumahnya, dan kemudian pada tanggal 04 Juni 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 09 Juni 2020 dengan terkonfirmasi “Negatif”.
Sehari sebelum diterimanya hasil swab pertamanya pada tanggal 08 Juni 2020 dilakukankembali pengambilan spesimen untuk pemeriksaan swab tenggorokan yang kedua yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi “Positif”. Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini dalam persiapan proses perawatan isolasi/karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.
Tambahan berikutnya adalah seorang perempuan berinisial “Ny. I” usia 50 Tahun, Guru ASN SDN Batam Kota, beralamat di kawasan perumahan Baloi Ditpam OB Kelurahan Sukajadi Kecamatan Batam Kota Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 168 Kota Batam. Yang bersangkutan pada tanggal 04 Juni 2020 berobat ke UGD salah satu RS Swasta dikawasan dekat tempat tinggalnya dengan keluhan Demam naik turun ,nyeri menelan disertai batuk sudah sejak sebulan sebelumnya.
Sesuai dengan keluhannya tersebut selanjutnya dilakukan pemeriksaan rontgen dengan kesimpulan kesan cor dan pulmo tak nampak kelainan” dan dilanjutkan dengan RDT yang hasilnya “Non Reaktif”, sesuai dengan hasil pemeriksaan diagnostic tersebut maka oleh dokter pemeriksa ditetapkan sebagai PDP dan harus menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut.
Berdasarkan kondisinya demikian maka selanjutnya dilakukanlah tindakan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan pengambilan swab tenggorakan pertama pada tanggal 05 Mei 2020 yang hasilnya diketahui pada tanggal 09 Mei 2020 dengan Terkonfirmasi “Negatif” dan selanjutnya diikuti juga dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang kedua pada keesokan harinya tanggal 06 Mei 2020 yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi “Positif”.
Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan cukup stabil dan masih dalam proses perawatan isolasi/karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit tempat yang bersangkutan dirawat.
Tambahan terakhir, adalah seorang perempuan berinisial “Ny.M” usia 57 Tahun, Penjual Jamu Gendong , beralamat di kawasan perumahan Ruli Muara Takus Kelurahan Seraya Kecamatan Batu Ampar Kota Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 169 Kota Batam. Yang bersangkutan merupakan teman satu kost dari terkonfirmasi positif nomor 161, pada tanggal 07 Juni 2020 berobat ke UGD salah satu RS Swasta dikawasan dekat tempat tinggalnya dengan keluhan meriang sudah sejak seminggu sebelumnya disertai rasa mual dan nyaman di ulu hati serta badannya terasa pegal-pegal.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan rontgen dengan kesimpulan “Pnemonia Bilateral ” dan dilanjutkan dengan RDT yang hasilnya “Non Reaktif”, sesuai dengan hasil pemeriksaan diagnostic tersebut maka oleh dokter pemeriksa ditetapkan sebagai PDP dan harus menjalani rawat inap diruang isolasi rumah sakit tersebut. Kemudian pada keesokan harinya tanggal 08 Juni 2020 dilakukanlah tindakan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan pengambilan swab tenggorakan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi “Positif”.
Perlu diketahui yang bersangkutan saat ini sudah dalam proses rujukan perawatan isolasi guna penanganan kesehatannya lebih lanjut ke rumah sakit rujukan Covid -19 RSKI Covid-19 Galang Kota Batam.
Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster-cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import. Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19 ini.
*(Bob/GoWestId)


