Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Night Party Lantern Festival, Momentum Kebangkitan Ekonomi Kawasan Nagoya
    4 jam lalu
    Selama Ramadhan Pemko Batam Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN
    7 jam lalu
    Selama Bulan Ramadhan SPPG Batam Tetap Distribusikan MBG ke Sekolah
    9 jam lalu
    Terbentur Fasilitasi dari Provinsi, Pembahasan Ranperda Adminduk Batam Ditunda
    10 jam lalu
    Walikota Batam Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Batam Center
    10 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    1 hari lalu
    Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
    1 hari lalu
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
    2 hari lalu
    DPRD Batam Klaim Anggaran Pendidikan Tak Terdampak Program Makan Bergizi Gratis
    2 hari lalu
    Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 hari lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

‘Rencana New Normal Negeri Singapura’

Editor Admin 5 tahun lalu 992 disimak

PEMERINTAH Singapura akan mengubah cara mereka menangani pandemi COVID-19. Pemerintah setempat berencana untuk siap hidup bersama virus corona.

Pernyataan Pemerintah Singapura tersebut berarti corona akan dianggap sebagai sama dengan penyakit endemik lain seperti flu.

Bahkan ke depannya pemerintah Singapura tidak akan memasang target di masa depan sudah tak ada lagi penularan virus corona. Pengunjung serta orang yang kontak dekat dengan kasus COVID-19, rencananya tak lagi dikarantina.

Menurut Menteri Perdagangan Singapura, Gan Kim Yong, segala perubahan mendasar itu adalah bentuk new normal untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Kabar buruknya COVID-19 mungkin tidak akan pergi. Kabar baiknya mungkin kita akan hidup normal di tengah-tengah itu,” kata Gan seperti dikutip dari NZHerald. Ini berarti virus akan terus bermutasi dan dengan itu mereka bakal terus bertahan di masyarakat kami.–Menteri Perdagangan Gan Kim Yong.

Singapura adalah satu dari sedikit negara yang berhasil menanggulangi penyebaran virus corona. Sampai saat ini Singapura hanya mencatat 62.530 kasus. Sebanyak 36 di antaranya meninggal dunia.

Sebelum mempertimbangkan pendekatan baru dalam menangani pandemi virus corona, Singapura memilih untuk memberlakukan pembatasan kegiatan demi mencegah meluasnya COVID-19. Di samping itu Singapura juga menutup perbatasan, melakukan pelacakan kontak hingga memperluas vaksinasi.

Poin- Poin Kebijakan

PERDANA Menteri Lee Hsien Loong mengumumkan rencana-rencana baru Singapura untuk menangani pandemi COVID-19. Hal tersebut mulai dari rencana vaksinasi COVID-19 hingga akses terhadap test kit COVID-19.

Harapannya, dengan rencana-rencana tersebut, Singapura bisa menghindari kenaikan jumlah kasus secara pesat seperti yang dialami tetangga-tetangga.

Berikut adalah lima poin penting yang disampaikan Lee Hsien Loong terkait rencana penanganan COVID-19 Singapura :

1. Vaksinasi Pada Kelompok Usia 12-18 Tahun
Per Selasa ini, Singapura akan mulai menggelar vaksinasi untuk kelompok usia 12-18 tahun. Pemicunya, kata Lee Hsien Loong, adalah mulai bertambahnya kasus-kasus COVID-19 di kalangan pelajar mereka.

Ia khawatir hal itu tak akan terkendali jika vaksinasi mereka menunggu penyuntikkan pada kelompok usia dewasa tuntas.

Untuk tahap awal, vaksinasi COVID-19 akan memperioritaskan mereka yang lulus dari level O, N, dan A, termasuk pelajar dengan kebutuhan khusus. Setelah itu, baru kemudian berlanjut pada kelompok umum.

2. Test Kit COVID-19 Bakal Dijual di Apotek
Lee Hsien Loong menyatakan test kit COVID-19 akan mulai diperjualbelikan secara luas di apotek. Adapun test kit yang dijual bukanlah test kit Polymerase Chain Reaction (PCR) yang selama ini dipakai untuk swab test, namun tipe baru yang lebih mudah digunakan.

Lee Hsien Loong menjelaskan, langkah ini ia ambil agar warga bisa menguji dirinya sendiri ketika khawatir sudah tertular atau memerlukan kepastian sebelum bertugas. Adapun harga dari test kit itu belum ia ungkapkan.

3. Pengujian COVID-19 Secara Lebih Rutin
Lee Hsien Loong menyatakan otoritas kesehatan Singapura akan lebih rutin menggelar tes COVID-19, terutama di lingkungan-lingkungan yang tampak normal.

Ia khawatir ada kasus-kasus tanpa gejala yang tidak terdeteksi seiring dengan bertambahnya varian-varian baru COVID-19.

Kebijakan ini, kata ia, sepaket dengan penjualan test kit COVID-19 secara luas. Harapannya, dengan test yang makin banyak, maka data soal penyebaran virus COVID-19 menjadi semakin akurat.

Jika data menunjukkan situasi Singapura benar-benar membaik, Lee Hsien Loong berkata perkumpulan warga dalam jumlah besar bisa digelar lagi.

4. Pelonggaran Pembatasan Sosial Tengah Juni
Saat ini, Singapura tengah menjalani periode pembatasan sosial ketat untuk menekan penyebaran COVID-19. Beberapa aturan yang berlaku adalah acara kumpul-kumpul hanya boleh dilakukan dua orang, pusat perbelanjaan harus tutup, dan masyarakat dianjurkan bekerja dari rumah.

Pembatasan itu akan berjalan selama dua pekan, hingga 14 Juni 2021. Sejauh ini, kata Lee Hsien Loong, pandemi di Singapura relatif terkendali sehingga ia menyakini pelonggaran sudah bisa mulai dilakukan sejak tanggal 13 Juni.

Ia meminta warga untuk tetap waspada dan patuh protokol kesehatan agar durasi pengetatan tidak bertambah.

5. Pandemi COVID-19 Belum Akan Selesai Dalam Waktu Dekat
Meski Lee Hsien Loong optimistis pandemi COVID-19 akan berakhir suatu saat nanti, ia memprediksi hal itu masih akan lama. Ia bahkan tak menutup kemungkinan COVID-19 menjadi sesuatu yang endemik dan terus menyebar secara global sehingga warga wajib divaksin tiap tahun.

Karena kapan pandemi akan berakhir masih sulit diprediksi, Lee Hsien Loong meminta warga untuk bersiap “hidup” bersama COVID-19.

Dengan kata lain, warga harus siap patuh pada protokol kesehatan dan kemungkinan ledakan-ledakan wabah kecil.

“Selama mayoritas populasi kami divaksinasi, maka kami bisa melacak, mengisolir, dan menangani kasus-kasus COVID-19 yang muncul untuk ledakan wabah yang parah,” ujar Lee Hsien Loong.

(*)

Sumber : NZHERALD | CN ASIA | KUMPARAN | TEMPO 

Kaitan Covid-19, khas, New Normal, singapura
Admin 28 Juni 2021 28 Juni 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Endang Abdullah Resmi Jadi Wakil Walikota Tanjungpinang
Artikel Selanjutnya Digawangi Lion Air Group | Super Air Jet Siap Terbangi Langit Indonesia

APA YANG BARU?

Night Party Lantern Festival, Momentum Kebangkitan Ekonomi Kawasan Nagoya
Artikel 4 jam lalu 56 disimak
Selama Ramadhan Pemko Batam Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN
Artikel 7 jam lalu 62 disimak
Selama Bulan Ramadhan SPPG Batam Tetap Distribusikan MBG ke Sekolah
Artikel 9 jam lalu 63 disimak
Terbentur Fasilitasi dari Provinsi, Pembahasan Ranperda Adminduk Batam Ditunda
Artikel 10 jam lalu 69 disimak
Walikota Batam Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Batam Center
Artikel 10 jam lalu 75 disimak

POPULER PEKAN INI

Harga Emas Batangan UBS Melonjak, Emas Antam Turun di Batam
Artikel 6 hari lalu 225 disimak
Dinas Penanaman Modal Kab. Bintan Raih Prestasi Wilayah Bebas Korupsi
Artikel 6 hari lalu 219 disimak
10 Pejabat Eselon II Kabupaten Karimun Dilantik Bupati Iskandarsyah
Artikel 6 hari lalu 201 disimak
Korupsi Rekayasa Ekspor CPO, Negara Rugi Capai Rp14 Triliun
Artikel 6 hari lalu 192 disimak
Pemko Batam dan Kejari Batam Tandatangani Nota Kesepahaman
Artikel 7 hari lalu 182 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?