AKTIVIS Greenpeace memblokir dua kapal tanker di lepas pantai Denmark pada Kamis (31/3/2022). Mereka menaiki kayak dan berenang demi memblokir pengiriman 100 ribu ton minyak mentah yang dibawa dengan dua kapal tanker dari Rusia di perairan Frederikshavn, Denmark pada Kamis (31/3) lalu.
Salah satunya adalah kapal milik BUMN Indonesia, Pertamina Prime. Pertamina Prime adalah kapal kedua PT Pertamina International Shipping.
“Pada pukul 11.00 (09.00 waktu Indonesia) para aktivis mulai memblokade supertanker Pertamina Prime, mencegah kapal lain Seaoath mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak,” kata Juru Bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager dikutip dari France24, dikutip Senin (4/4/2022).
Para aktivis itu memblokir akses kapal dengan berenang dan menggunakan kayak di sekeliling kapal. Aksi ini merupakan protes atas invasi Rusia ke Ukraina dalam sebulan terakhir.
Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Berhenti Mengobarkan Perang’. Ada pula yang menuliskan ‘Perang Bahan Bakar’.
Oehlenschlager mengklaim aksi tersebut berhasil menghentikan pengiriman minyak setelah beberapa aksi serupa dilancarkan dalam dua pekan terakhir.
“Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat. Mereka sekarang akan mempertahankan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk melakukan transfer”, ucapnya.
CNNIndonesia.com telah mengonfirmasi pemblokiran tersebut kepada Pertamina. Namun, belum ada kepastian dari BUMN minyak tersebut.
“Nanti saya cek ke holding ya,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.
Sementara Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman belum memberi respons atas pemberitaan ini.
Minggu lalu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam rapat dengan Komisi VI DPR, mengatakan perusahaan energi plat merah itu berencana membeli minyak mentah dari Rusia yang akan diolah di Kilang Balongan.
Nicke mengungkapkan Pertamina saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri dan Bank Indonesia guna memastikan proses pembelian minyak ini tidak memicu masalah lebih lanjut.
(*)
sumber: CNN Indonesia.com


