KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Kepri mengajak stakeholder terkait seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk duduk bersama dalam acara Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kepri di Hotel Vista Batam, Senin (30/5) ini.
Tujuannya yakni untuk membahas mengenai regulasi perizinan yang dinilai rumit dan berbelit-belit sehingga menghambat progres investasi di Kepri. “Sekali lagi saya tekankan, saat ini gairah investasi dari para investor asing di Kepri sangat lemah,” kata Ketua Kadin Kepri, Achmad Makruf Maulana, Minggu (29/5).
Menurut Makruf, selain regulasi perizinan yang berbelit, hal ini juga didukung oleh biaya tinggi dalam pengurusan izin terkait.
“Untuk perizinan saja selain banyak yang perlu di urus, biayanya juga tinggi, mulai dari perizinan lingkungan yang didalamnya mencakup Amdal dan Andalalin jika dibangun disekitar jalan dengan status jalan nasional, UKL-UPL, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lainnya,” paparnya.
Ketua umum Golkar Kepri ini juga menilai bahwa sejatinya pemerintah dan pengusaha harus bergerak cepat terkait regulasi perizinan ini, agar investor dapat segera menjalankan usahanya.
“Dan tentunya akan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan di Kepri, khususnya pasca pandemi Covid-19. Jadi kami mengajak regulator untuk sama-sama membahas lebih lanjut. Kalau bisa semua pelaku usaha dan investor yang ingin berinvestai diberikan pelayanan baik, perizinan tidak berbelit-belit dan tentu biayanya murah,” ungkapnya.
Kadin Kepri sendiri memiliki program Batam Bintan Karimun (BBK) Murah, dimana program ini memberikan fasilitas gratis sewa lahan selama 5 tahun dan untuk perizinan seperti Amdal, Andalalin, UKL, UPL dan IMB akan diakomodir pengurusannya.
“Intinya kami melakukan ini semua bukan hanya sekedar mencari keuntungan saja. Dengan adanya BBK Murah serta kegiatan Rapimprov yang akan kita adakan nanti. Kami Kadin Kepri merasa memeiliki tanggung jawab untuk menciptakan lapangan pekerjaan di Kepri. Oleh sebab itu, kami
membuat suatu program yang dirasa dapat mengoptimalkan nilai investasi di Kepri pasca pandemi Covid-19. Terkait untung rugi kita lihat nanti di akhir saja,” pungkasnya (leo).


