BRIGHT PLN Batam akan memberikan dukungan penuh terhadap penyediaan listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Sebagai langkah awal, Direktur PLN Batam, M Irwansyah Putra dan Direktur Utama PT Taman Resor Internet (Tamarin) yang mengelola KEK Nongsa, Kristian Wiluan menandatangani nota kesepahaman, Jumat (28/10).
Jalinan kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan suplai listrik di KEK Nongsa, yang merupakan kawasan pengembangan IT digital dan sektor pariwisata.
“Terhitung hingga September 2022, pertumbuhan penjualan listrik telah menyentuh angka hampir 15.46 persen, salah satu yang tertinggi di Indonesia. Hingga saat ini beban puncak sudah mencapai 542 MW. Padahal berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, kenaikan di semester I 2022 ini sangat besar, mengingat pada tahun 2019 tercatat sebesar hanya 457 MW, tahun 2020 naik menjadi 465 MW, sedangkan sepanjang tahun 2021 hanya naik 15 MW menjadi 480 MW,” ujarnya.
“Kenaikan beban puncak ini merupakan suatu hal yang patut kita syukuri karena pertanda animo perekonomian mulai tumbuh, tentunya harus didukung. Dan kerjasama ini akan kita lakukan sebentar lagi adalah salah satu bentuk komitmen kita bersama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Batam,” tambahnya.
Sementara itu, PT Tamarin adalah anak perusahaan dari Citramas Group, yang merupakan pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil dan memegang otoritas untuk mengelola KEK Nongsa.
Direktur Utama PT Tamarin, Kristian Wiluan menegaskan melalui kerjasama ini, Tamarin siap untuk memberikan komitmen kehandalan penyediaan tenaga listrik kepada seluruh tenant data center di dalam KEK Nongsa, sesuai dengan standard data centre untuk tier 3 dan tier 4, yang berasal dari dua sumber penyediaan Listrik yaitu PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia.
“Tamarin telah berhasil menarik investor untuk membangun data centre di Nongsa dan memerlukan tenaga listrik yang handal dan berkesinambungan, dimana diperlukan dua sumber listrik dan dalam perencanan akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya untuk menambah backup sumber daya listrik sekaligus sebagai green energy untuk data centre. Perkiraan kami diperlukan saluran listrik sebesar 530 MW sampai dengan tahun 2030,” ungkapnya.
Tamarin akan bekerjasama dengan PLN Batam sebagai penyedia sumber tenaga listrik untuk keperluan data centre, dan juga akan membangun grid local untuk distribusi listrik. “Kami mohon dukungan dari semua pihak agar penyalurkan tenaga listrik untuk keperluan data centre di KK Nongsa berjalan dengan baik dan suksess,” harapnya.
Kris berharap melalui suplai listrik ini, KEK Nongsa dapat menjadi pusat pengembangan teknologi dan pariwisata digital tidak hanya di Indonesia, namun Asia. Sehingga dapat menggerakkan roda perkenomian Indonesia, terutama di Kepri (leo).


