Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
    14 jam lalu
    Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
    14 jam lalu
    Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
    1 hari lalu
    Pemuda Ditusuk Orang Tak Dikenal di Villa Pesona Asri
    1 hari lalu
    Tilang Manual dalam Operasi Patuh 2026, Daftar Pelanggaran Yang Diincar
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bungkam Timor Leste 0-3, Garuda Muda Buka Peluang ke Semifinal
    2 hari lalu
    Juknis SPMB Kepri 2026/2027 Terbit, Batam Siapkan 18.228 Kursi di SMA/K Negeri
    3 hari lalu
    Pendidikan Keselamatan Berlalu Lintas untuk Siswa SD/ SMP Negeri di Batam
    3 hari lalu
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    4 hari lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
    13 jam lalu
    Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
    1 hari lalu
    Raja Haji Ali (Tengku Selat)
    2 hari lalu
    Tren Pendaftar SPMB SMA/SMK Kepri 3 Tahun Terakhir
    3 hari lalu
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Suradi Bledheg Si Bandit Gunung

Editor Admin 4 tahun lalu 686 disimak

DUSUN Gedong di Kabupaten Semarang tampak tenang dan damai. Orang-orang biasa berada di ladang sepanjang hari. Dusun yang mayoritas penduduknya beragam Kristen ini biasanya ramai jika ada acara di gereja saja, seperti pernikahan atau hari raya. Namun, pada satu periode sejarah, dusun ini pernah begitu mencekam karena kehadiran bandit-bandit gunung.

Sukarto (90), warga sepuh dusun Gedong mengingat, hampir semua rumah di dusunnya pernah digedor grayak, sebutan lain bagi para bandit gunung.

“(Yang diambil) pakaian, juga lembu,” katanya.

Pasca kemerdekaan, gunung Merapi dan Merbabu menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di Jawa Tengah. Sebagian besar daerahnya masih ditutupi hutan dengan jurang curam dan lereng yang terjal. Di sinilah para bandit gunung bermarkas sejak zaman kolonial.

Menurut Sukarto, tak ada orang berani melawan jika rumahnya digedor karena penggrayakan melibatkan belasan hingga puluhan bandit.

“Kalau dihalangi, yang punya rumah dipentungi (dipukuli),” lanjutnya.

Dipukuli gerombolan grayak barangkali jadi risiko paling ringan. Karena jika berani melawan, nyawa taruhannya.

Dusun Gedong berada di wilayah Desa Tajuk. Kertoredjo, bekel (kepala desa) Tajuk pernah menyampaikan usulan untuk memperkuat keamanan dalam sebuah rapat kecamatan pada 4 April 1951. Pada hari itu juga, sekira pukul sembilan malam rumahnya langsung didatangi gerombolan grayak. Mereka bahkan bersenjata api.

“Setelah pintu diketok dan seketika dibuka, dengan tiba-tiba telah dilepaskan beberapa tembakan ke arah pak bekel sehingga ia rubuh menemui ajalnya. Salah seorang keponakan yang datang menolong juga tak terlepas dari perbuatan gerombolan itu dan turut ditembak juga,” tulis Suara Merdeka, 7 April 1951.

Orang-orang tak bisa berbuat banyak. Jika sudah demikian, besok sorenya polisi datang hanya untuk memeriksa. Kasus-kasus penggrayakan tak pernah diusut tuntas.

Dari sekian banyak bandit gunung, ada beberapa nama yang cukup terkenal seperti Darmopendot, Kampret, Ngusman Ali, hingga Hardjo Bagong. Namun, ada satu nama bandit paling ikonik di Merapi Merbabu: Suradi Bledheg.

Racardus Yustinus Hari Susanto Hardjoloekito dalam skripsinya, “Gerakan Merapi Merbabu Complex (MMC) di Jawa Tengah Tahun 1950-1955” di IKIP Sanata Dharma tahun 1993, menyebut Suradi Bledheg merupakan tokoh pemersatu para bandit.

Ricardus juga mencatat, ada intervensi Suradi Bledheg berhubungan dengan pihak Belanda di mana Belanda punya kepentingan mengacaukan perekonomian dengan perampokan ternak. Belanda memasok senjata kepada para bandit.

Suradi Bledheg lahir di Kemusuk, Boyolali, dengan nama Suradi. Nama Bledheg disematkan orang-orang karena ia punya suara menggelegar sepeti bledheg (petir). Ia juga disebut memiliki kesaktian berpindah tempat dalam waktu singkat.

Suradi Bledheg sering kali dianggap sebagai representasi organisasi bersenjata MMC. Namun, menurut beberapa jebolan MMC, Suradi Bledheg bukan siapa-siapa. Waluyo, bekas anggota MMC dalam arsip Anton Lucas Collection, menyebut Suradi Bledheg hanyalah seorang bajingan.

Waluyo pernah meminta Suradi Bledheg untuk menggarong pengkhianat Republik yang bekerja sama dengan Belanda, bukan petani biasa.

“Jangan sekali-sekali menggarong orang yang baik-baik. Lha, lama-lama setelah menggarong, kaum tani juga, maka keadaan menjadi panas,” ungkap Waluyo.

Ricardus memasukkan Suradi Bledheg dalam MMC tahap pertama yang merujuk pada organisasi bandit atau grayak. Sementara MMC tahap kedua, di mana Waluyo bergabung, adalah MMC PKR (Persatuan Korban Rasionalisasi).

MMC PKR berisi bekas tantara rakyat yang terkena program Reorganisasi-Rasionalisasi (ReRa) pada masa Kabinet Hatta. Meski berbeda entitas, kedua MMC ini sebenarnya beririsan.

Pada akhir Maret 1951 dilancarkan Operasi Merapi Merbabu (MM) yang dipimpin oleh Letkol Suadi Suromihardho dan Mayor Salamun. Suradi Bledheg bersama dua pengikutnya, Hardjo Tukarno dan Jososami, ketahuan bersembunyi di Desa Brintik, Klaten. Mereka ditembak mati.

“Selama operasi MM ini gembong utama dari gerombolan MMC di daerah Surakarta, Suradi Bledheg, yang merupakan momok bagi rakyat berhasil tertembak mati dalam suatu tembak-menembak dengan pasukan Ton-II Yon. 417 di Desa Brintik, Kelurahan Malangdjiwan, pada tanggal 1-4-1951 beserta dua orang temannya,” tulis Semdam VII/Diponegoro dalam Sedjarah TNI-AD Kodam VII/Diponegoro.

Sisa-sisa pengikut Suradi Bledheg kehilangan patron dan pengaruh mereka di Merapi-Merbabu mulai meredup. Sementara MMC PKR masih berlanjut.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Bandit, Gunung Merbabu, mmc, Semarang
Admin 5 November 2022 5 November 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lepas Kontingen Batam ke Porprov Kepri | Walikota Batam: “Buat Bangga Batam, Raih Juara Umum”
Artikel Selanjutnya Rumah Keluarga Penerima Manfaat PKH di Tanjungpinang Akan Dipasang Label

APA YANG BARU?

Data Inflasi di Propinsi Kepri Semester I 2026
Statistik 13 jam lalu 169 disimak
ASDP Bangun Dermaga Kedua di Tanjunguban, Target Operasional 2027
Artikel 14 jam lalu 192 disimak
Pedagang UMKM Tepi Laut Setuju Relokasi ke Anjung Cahaya dan Melayu Square
Artikel 14 jam lalu 185 disimak
Data, Kuota dan Distribusi BBM Bersubsidi di Batam
Statistik 1 hari lalu 287 disimak
Dishub Batam Klarifikasi Peran Pada Penerbitan Surat Rekomendasi Pertalite
Artikel 1 hari lalu 276 disimak

POPULER PEKAN INI

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 3 hari lalu 793 disimak
Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
Lingkungan 6 hari lalu 758 disimak
Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
Statistik 6 hari lalu 738 disimak
PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
Sports 7 hari lalu 736 disimak
Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 727 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?