DUA wanita yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas tidak wajar di salah satu kamar Hotel Lovina Inn, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (23/4/2023) sore.
“Benar sekali, kemarin sore diketahuinya dan dua jenazah wanita tersebut sudah kami evakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” kata Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yudhi Arvian, Senin (24/4/2023).
Kapolsek mengatakan keduanya pertama kali ditemukan petugas hotel pada Minggu sore. Pada kedua korban dan lokasi kejadian tidak ditemukan identitas. Penyebab kematian kedua korban masih didalami kepolisian.
“Kematian kedua korban pertama kali diketahui kemarin sore, Minggu (23/4) oleh pihak hotel. Kemudian melaporkan kepada kami. Kedua Korban saat ini di RS Bhayangkara,” kat Yudi lagi.
Kedua perempuan yang ditemukan pertama kali dengan posisi satu korban meninggal dalam posisi tergantung di dalam kamar mandi dan korban lainnya di atas tempat tidur kamar hotel yang sama. Kedua korban menginap di Hotel Lovina Inn Lubuk Baja sejak 16 April lalu.
“Kedua korban menginap sejak 16 April lalu. Untuk siapa yang check in untuk kedua korban juga belum diketahui, intinya saat ini kita masih melakukan pendalaman,” ujarnya.
Untuk saat ini, lanjutnya, pihak penyidik Polsek Lubuk Baja masih melakukan pendalaman melalui rekaman CCTv.
“Sejumlah barang-barang yang tertinggal di Kamar juga sudah kami kumpulkan, namun tidak satupun kartu identitas baik itu KTP atau kartu BPJS atau kartu lainnya yang bisa dijadikan untuk mengetahui identitas kedua korban,” papar Yudhi.
“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara Polda Kepri,” tambah Yudhi.
“Jadi kami belum bisa simpulkan apakah kedua korban merupakan korban bunuh diri atau bukan, masih kami dalami,” sambungnya.
Disinggung terkait kedua korban merupakan korban perdagangan orang yakni PMI ilegal, Yudi belum mau merincikan hal tersebut. Ia menyebutkan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
“Belum bisa kami pastikan. Nanti jika sudah ada titik terang kasus ini akan kami sampaikan,” ujarnya.
(*/ade)