RIBUAN buruh di Batam memperingati Hari Buruh atau May Day dengan turun ke jalan. Ada sejumlah serikat pekerja yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam.
Pada peringatan hari buruh tahun ini, ada empat tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa. Pertama, cabut UU Nomor 6 tahun 2023 atau yang disebut UU Cipta Kerja. Tuntutan kedua, hapus Outsourching.
Massa buruh dilaporkan bertolak dari titik kumpul di Stadion Temenggung Abdul Jamal dan tiba di lokasi demo, Kantor Wali Kota Batam, pada pukul 11:00 WIB, Rabu (1/5/2024).
Dalam aksi massa di peringatan kali ini, mereka ditemui oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, beserta jajaran. Rudi berdiri di tengah lingkaran kelompok buruh. Di depannya, nasi tumpeng beserta lauk pauk telah tersedia.
“Saya mengucapkan selamat hari buruh bagi seluruh buruh yang ada di Kota Batam. Kita bersama-sama berusaha mewujudkan agar buruh semakin sejahtera ke depannya,” ujar Rudi kepada massa pekerja.
Rudi juga menanggapi beberapa persoalan yang diadukan oleh para buruh. Sebagian besar buruh mengeluhkan pembangunan infrastruktur yang kurang merata, di antaranya masih banyak terdapat jalan berlubang dan kemacetan di beberapa wilayah Batam.
“Masalah daerah Insha Allah akan selesai semua, tapi tentunya membutuhkan waktu. Saya targetkan, tahun 2030 seluruh jalan utama dan jalan lingkungan di Batam akan selesai semua,” jawab Rudi.
Dalam perayaan yang dikemas dalam aksi di jalan tersebut, para buruh juga mendorong agar pelaksanaan Pilkada 2024 mendatang berjalan dengan aman dan damai.
(ham/dha)


