Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
    16 jam lalu
    ‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
    17 jam lalu
    Data Pendaftar SPMB Batam Diduga Bocor
    17 jam lalu
    Tiga Orang Diamankan BNNP Kepri Terkait Peredaran Vape Mengandung Narkoba
    1 hari lalu
    Pelaku UMKM Kawasan Mega Legenda Diberi Waktu Relokasi Mandiri Hingga Akhir Tahun
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    7 jam lalu
    Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
    7 jam lalu
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    2 hari lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    2 hari lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    8 jam lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    1 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    3 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    5 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    5 jam lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Geylang : “Menyusur Wilayah Kilang” Orang Melayu di Singapura

Editor Admin 2 tahun lalu 1.1k disimak
Pasar di Geylang Serai, Singapura di masa lalu. © F. roots.sgDisediakan oleh GoWest.ID

GEYLANG adalah salah satu kawasan yang kaya akan sejarah dan budaya di Singapura. Nama “Geylang” berasal dari kata Melayu “geylang,” yang berarti “menyusuri” atau “melintasi,” merujuk pada aliran sungai yang dulunya mengalir melalui daerah tersebut.

Daftar Isi
Kehidupan Masyarakat Masa LaluPerkembangan EkonomiGeylang Sekarang

“Gelang si paku Gelang,
Gelang si rama-rama.
Mari pulang, marilah pulang
Marilah pulang,
Bersama-sama.”

SYAIR di atas diambil dari lagu daerah tercinta “Gelang Sipaku Gelang” dan meskipun liriknya tidak sepenuhnya pasti, lagu tersebut sering dikaitkan dengan rasa memiliki yang kuat dari masyarakat Melayu terhadap Geylang Serai di Singapura. Alasannya dapat ditelusuri kembali ke tahun 1890-an, ketika Inggris memaksa orang Melayu dan Orang Laut (bahasa Melayu untuk “Orang Laut”) untuk pindah lebih jauh ke pedalaman dari pemukiman asli mereka di muara Sungai Singapura.

Mereka menetap di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Geylang Serai, yang merupakan salah satu pemukiman Melayu tertua di Singapura. Nama daerah tersebut mengisyaratkan masa lalunya sebagai perkebunan serai dan geylang yang mungkin berasal dari kata Melayu kilang, yang berarti pabrik atau pabrik pengepresan. Ada juga yang menyebut, penamaan wilayah itu berasal dari kata Melayu “Geylang” yang berarti menyusuri atau melintasi, merujuk pada aliran sungai yang dulunya melintas di wilayah itu.

Sebagian besar wilayah tersebut direklamasi dari lahan rawa untuk membangun fondasi Geylang yang kita kenal sekarang.

Pada abad ke-19, Geylang merupakan daerah yang dikenal dengan kegiatan pertanian. Selain pertanian, wilayah Geylang saat itu adalah pusat perdagangan, serta salah satu permukiman Melayu tertua di Singapura. Laman visitsingapore menyebut bahwa sempat ada perkebunan serai yang luas di distrik itu, selama paruh akhir abad ke-19.

Sebuah perkampungan Melayu di wilayah Geylang Serai di awal abad 20. © F. Koleksi museum Singapura

Sebelum menjadi kawasan urban seperti sekarang, Geylang adalah wilayah pertanian yang subur. Geylang terkenal dengan tanahnya yang subur, yang cocok untuk pertanian. Petani, terutama dari komunitas Melayu dan Tionghoa, banyak menanam padi serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Untuk mendukung pertanian padi, sistem irigasi yang baik dibangun, memanfaatkan sungai dan saluran air yang mengalir di daerah tersebut.

Kehidupan Masyarakat Masa Lalu

PENDUDUK Geylang pada masa itu sebagian besar terdiri dari petani dan keluarga yang bergantung pada hasil pertanian untuk kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Geylang pada masa lalu adalah kawasan yang berfungsi sebagai sumber pangan, tempat tinggal, dan pusat kegiatan sosial bagi penduduknya, sebelum mengalami transformasi menjadi kawasan urban yang lebih modern.

Pasar di Geylang Serai, Singapura di masa lalu. © F. roots.sg

Dengan kedatangan para imigran dari Tiongkok, India, dan negara-negara lain, Geylang mulai berkembang menjadi kawasan pemukiman yang lebih padat.

Perkembangan Ekonomi

SEIRING dengan pertumbuhan populasi, Geylang juga menjadi pusat perdagangan dan komersial. Banyak toko, restoran, dan pasar dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Geylang terkenal dengan kulinernya, terutama hidangan Melayu dan Tionghoa, yang mencerminkan keragaman budaya di daerah ini.

Salah satu sudut wilayah Geylang di Singapura saat ini. © F. visitsingapore

Geylang Sekarang

SAAT ini, Geylang dikenal tidak hanya sebagai kawasan bersejarah tetapi juga sebagai lokasi yang hidup dengan kehidupan malam yang ramai. Meskipun ada stigma tertentu terkait dengan kegiatan di kawasan ini, Geylang tetap menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi, dengan arsitektur yang unik, pasar malam, dan berbagai pilihan makanan.

Salah satu sudut wilayah di Geylang, Singapura sekarang. © F. geylangliving.sg

Geylang, yang terletak di sebelah timur Singapura, merupakan kawasan yang unik dan beragam, menggabungkan elemen tradisional dan modern. Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai kondisi Geylang saat ini:

1. Kehidupan Urban dan Komersial

Geylang telah bertransformasi dari daerah pertanian menjadi kawasan yang padat dengan aktivitas komersial. Dengan berbagai toko, restoran, dan kafe, Geylang menawarkan pengalaman belanja dan kuliner yang kaya.

Suasana di salah satu sudut Geylang pada malam hari. © F. lasingapore.com

Jalan-jalan di Geylang terkenal dengan pilihan makanan yang beragam, dari hidangan Melayu, Tionghoa, hingga India.

2. Kehidupan Malam yang Ramai

Geylang juga dikenal dengan kehidupan malamnya yang aktif. Beberapa bagian kawasan ini menjadi pusat hiburan, dengan banyak bar, klub malam, dan tempat makan yang buka hingga larut malam.

Suasana di sudut Geylang pada malam hari. © F. ricemedia.co

Meskipun demikian, ada juga stigma terkait dengan beberapa aspek kehidupan malam di Geylang, yang sering kali menjadi sorotan media.

3. Warisan Budaya

Meskipun mengalami urbanisasi, Geylang tetap mempertahankan warisan budayanya. Beberapa bangunan bersejarah dan arsitektur tradisional masih dapat ditemukan di sepanjang jalan, termasuk rumah-rumah peranakan dan masjid.

Suasana saat even budaya di kawasan Geylang, Singapura. © F. everydaypeople.sg

Kegiatan budaya, seperti festival dan perayaan, masih dilestarikan oleh komunitas lokal.

Geylang merupakan contoh nyata dari keragaman budaya Singapura. Kawasan ini dihuni oleh berbagai komunitas, termasuk Melayu, Tionghoa, dan India. Interaksi antarbudaya ini tercermin dalam kuliner, bahasa, dan tradisi yang ada di Geylang.

Geylang mudah diakses melalui transportasi publik, dengan beberapa stasiun MRT dan jalur bus yang melayani kawasan ini. Ini menjadikannya tempat yang nyaman untuk dikunjungi oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

Saat ini, Geylang adalah kawasan yang dinamis, menggabungkan kehidupan urban yang modern dengan warisan budaya yang kaya. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Geylang terus berkembang sebagai salah satu area yang menarik di Singapura, menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang mengunjunginya.

(ham/sus)

Kaitan Geylang, History, sejarah, singapore, singapura
Admin 24 November 2024 24 November 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tanjung Uncang di Batam, ‘Tanjung Labuh’ yang Strategis
Artikel Selanjutnya 41 KK Warga Terdampak PSN Rempang Eco-City Tempati Hunian Baru di Tanjung Banun

APA YANG BARU?

#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 5 jam lalu 119 disimak
Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 7 jam lalu 129 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 7 jam lalu 131 disimak
Pulau Benan, Lingga
Wilayah 8 jam lalu 118 disimak
Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
Artikel 16 jam lalu 190 disimak

POPULER PEKAN INI

Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 5 hari lalu 623 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 3 hari lalu 585 disimak
Piala Dunia 2026, Korea Selatan Comeback (2-1) Atas Republik Ceko
Sports 4 hari lalu 560 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 4 hari lalu 559 disimak
Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
Sports 5 hari lalu 555 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?