Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
    15 jam lalu
    Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
    15 jam lalu
    Buruh PT GLI Duduki Gedung DPRD Batam, Tuntut Hak Upah dan Kepastian Kerja
    16 jam lalu
    Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
    19 jam lalu
    DPW Perempuan Bangsa Kepri Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
    14 jam lalu
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    5 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    5 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    6 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    6 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    6 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    1 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    1 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Keteladanan Lee Kuan Yew

Bahkan setelah mati pun, tak ingin diherokan!

Editor Admin 10 bulan lalu 449 disimak
Catatan foto: Mr Twist, seorang yang menyebut dirinya sebagai "Singapore political artist", menggendong boneka Lee Kuan Yew. Foto saya jepret pada Maret 2015 silam, di City Hall, saat masa-masa berkabung meninggalnya LKY.Disediakan oleh GoWest.ID

PEKAN-pekan terakhir ini, polemik tentang rumah mendiang perdana Menteri SIngapura, Lee Kuan Yew (LKY) kembali mengemuka. Ini setelah pemerintah Singapura, melalui PLT Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda, David Neo, di depan parlemen, 6 November, menetapkan rumah yang beralamat di 38 Oxley Road itu akan jadi monumen nasional.

Oleh: Sultan Yohana


SEKETIKA saja, anak kedua LKY, Lee Hsien Yang, mengecam keputusan itu. Ia bersikeras, WASIAT bapaknya, yakni menghancurkan rumah itu, harus dijalankan oleh pemerintah. Sikeras yang ditentang oleh kakaknya, Lee Hsien Loong.

Lee Hsien Yang dan keluarganya sendiri, kini telah mengungsi ke Inggris sejak 2023. Itu akibat polemik berkepanjangan dengan sang kakak yang ketika itu menjabat sebagai perdana Menteri Singapura, menyoal dilaksanakan atau tidak wasiat bapak mereka. Lee Hsien Yang dan adiknya, Lee Wei Ling, minta pemerintah memenuhi wasiat bapaknya. Sementara si sulung, mau sebaliknya, rumah harus tetap berdiri untuk didedikasikan sebagai monumen umum.

Terlepas dari silang-sengkurat masalah keluarga itu, wasiat LKY, menurut saya, adalah sebuah hasil keputusan dari seorang manusia yang telah berstatus “paripurna”.

LKY, dalam banyak kesempatan, secara khusus meminta masyarakat Singapura tidak mengkultuskan dirinya. Ia tidak mau diPAHLAWAN-PAHLAWANkan. Ia bahkan, terang-terangan tidak mau dibuatkan makam mewah! Ia tidak ingin dibuatkan patung. Ia tak ingin dibuatkan monumen untuk mengenangnya. Bahkan, abu jenazah LKY, bersama abu istrinya, ditempatkan di Mandai Columbarium. Komplek penyimpanan abu masyarakat biasa. Abu mending bapak mertua saya, juga disimpan di sana.

Semangat atau budaya kultus memang berbahaya sekali. Ini budaya, bisa membawa pemakainya gagal berpikir kritis, gagal berpikir secara intelektual. Sebagai contoh mutakhir misalnya, ketika Kang Dede Mulyadi dikritik, sekalipun kritik itu sangat masuk akal, para pengkultusnya secara membabibuta menyerang si pengkritik. Atau ketika jargon “NKRI harga mati” ditelan mentah-mentah oleh sebagian besar orang NU, Gus Dur justru pernah menulis di buku “Islamku, Islam Anda, Islam Kita”, gagasan federalisme (pemisahan) bisa diwujudkan lewat kebijakan-kebijakan yang lebih bersifat kedaerahan. Seperti hak daerah untuk mengelola penerimaan keuangan secara penuh, polisi yang diurus oleh daerah (seperti Amerika yang kepala polisinya dipilih dan bertanggungjawab pada walikota), dls.

Pengkultusan, dalam tataran tauhid, bahkan begitu dekat dengan syirik.

LKY hanya ingin, rakyat Singapura, berpikir waras dan bekerja keras, agar kemiskinan sumber daya alam yang jadi masalah utama Singapura, tidak menjadi persoalan untuk kemajuan negeri ini. Itu adalah masalah yang lebih realistis untuk dipikirkan, ketimbang sekedar gelar pahlawan, apalagi sampai mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk dibuat monumen atau patung dirinya.

Seumur hidupnya, LKY telah mendedikasikan diri pada Singapura. Semua orang Singapura, bahkan yang membencinya, pasti setuju atas dedikasinya itu. Bahkan ketika meninggal sekalipun, keteladanannya, kesederhanaanya, serta pikiran realistisnya tetap ingin terus ditanamkan pada benak masyarakat Singapura.

Indonesia butuh seorang pemimpin seperti LKY.

Catatan foto: Mr Twist, seorang yang menyebut dirinya sebagai “Singapore political artist”, menggendong boneka Lee Kuan Yew. Foto saya jepret pada Maret 2015 silam, di City Hall, saat masa-masa berkabung meninggalnya LKY.

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 

Kaitan batam, Catatan, singapura
Admin 10 November 2025 10 November 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Bupati Karimun Buka Kejuaraan Sepak Takraw Antar Pelajar se Karimun
Artikel Selanjutnya “Tanpa Jalan Setapak di Poelau Laoet dan Kampoeng Midai”

APA YANG BARU?

Kebakaran Lahan Berulang di Desa Sebong Pereh; Diduga Sengaja Dibakar
Lingkungan 14 jam lalu 130 disimak
Penduduk Batam Berjumlah 1,41 Juta Jiwa, Disdukcapil Minta Pendatang Urus Surat Non-Permanen
Artikel 15 jam lalu 101 disimak
Emas Antam Perlahan Rebound ke Rp2.604.000 per Gram
Artikel 15 jam lalu 112 disimak
Buruh PT GLI Duduki Gedung DPRD Batam, Tuntut Hak Upah dan Kepastian Kerja
Artikel 16 jam lalu 146 disimak
Praperkiraan Cuaca, Batam Berpotensi Berawan Tebal dan Hujan Ringan di Pagi Hari
Artikel 19 jam lalu 153 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 3 hari lalu 743 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 6 hari lalu 457 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 6 hari lalu 403 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 6 hari lalu 390 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 6 hari lalu 358 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?