BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti proposal Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait rencana pembangunan Batam Science Techno Park (BSTP) sebagai pusat riset dan inovasi berbasis ekosistem air, energi, kehutanan, dan industri.
Menurut Kepala BRIN Arif Satria, proposal yang diajukan BP Batam sudah konkret dan perlu segera ditindaklanjuti melalui pembentukan tim bersama.
“Saya melihat proposal dan usulannya sudah konkret. Ini perlu segera kita follow up,” jelas Arif Satria, saat pertemuan antara BRIN dan BP Batam di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Arif menjelaskan, BRIN akan membentuk joint team bersama BP Batam untuk merumuskan langkah teknis pengembangan BSTP.
Ia menyebut, tim tersebut tidak hanya terdiri dari unsur BRIN dan BP Batam, tetapi juga melibatkan tenaga ahli eksternal yang berpengalaman dalam pembangunan science techno park di berbagai daerah.
Beberapa ahli non-ASN juga akan dilibatkan sebagai experts untuk memperkuat perencanaan.
“Nanti ada beberapa tim eksternal, ada teman-teman dari sebagian orang yang sudah punya pengalaman Microsoft, yang sudah punya pengalaman dengan investasi dari Timur Tengah. Jadi saya masukkan, sehingga dia bisa meng-connect-kan dengan berbagai sumber pembiayaan dari luar,” jelasnya.
Ia menambahkan, komunikasi antara BRIN dan BP Batam akan segera ditindaklanjuti secepatnya. Ia juga mengingatkan adanya kerja sama sebelumnya yang telah ditandatangani antara dirinya sewaktu menjabat sebagai Rektor IPB University dan BP Batam.
“Dua minggu lalu, saya MoU dengan BP Batam sebagai rektor. Nah mungkin segera Pak, kita MoU BP Batam dengan BRIN untuk mengeksekusi gagasan-gagasan ini,” katanya. (*)


