TAUKAH anda, di squad Timnas Sepakbola putri Indonesia terdapat pemain asal Batam? Bagi anda orang Batam, anda harus jawab, ya ada.
Walaupun di Batam belum ada Sekolah Sepak Bola (SSB) khusus perempuan, bukan berarti kota industri ini tidak memiliki potensi dan talenta atlet Sepakbola putri yang bisa diandalkan, contohnya Gea Yumanda.
Sejak kecil, gadis dari wilayah Tanjung Riau, Batam ini, sudah membawa mimpi besar, bukan hanya bermain bola, tapi membela Indonesia.
Gea terlahir pada 27 Juni 2006 di Batam, ia tumbuh sebagai anak kedua dari tiga bersaudara.
Gea memulai karier sepak bolanya bukan dari tim wanita, karena memang di kota ini, SSB wanita sangat langka.
Ia berani menenteng sepatu bersama teman laki-lakinya dalam lokal SSB Tanjung Riau. Ia juga menjadi satu-satunya perempuan di antara mereka.
Dari situ, hasrat dan kemampuannya terus diasah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk merantau ke Jawa Barat, bergabung dengan SSB perempuan Goal Aksis di Kota Cimahi.
Ini adalah keputusan besar Gea demi mengejar mimpi jadi pemain nasional.
Perjalanan yang ditempuh tak mudah, mulai dari Batam hingga ke Bandung, dari SSB lokal ke kompetisi serius.
Debut kompetitifnya terjadi di ajang Piala Pertiwi 2021/2022 bersama tim Jawa Barat. Meski timnya gagal lolos ke babak knock-out, gejolak perjuangannya baru saja dimulai.
Tidak lama kemudian, namanya masuk ke skuad remaja nasional dan kemudian senior, mengawali jalan kariernya menuju level tinggi.
Kini, Gea Yumanda menjadi bagian penting di skuad Timnas Putri Indonesia. Perannya sebagai bek/wing-back dan bek tengah menunjukkan fleksibilitas dan kedewasaan di lini belakang.
Bahkan pelatih Timnas Garuda Pertiwi U-20 asal Jepang, Akira Higashiyama, kerap memberikan kepercayaan pada Gea menjadi kapten tim.
Bahkan tak sedikit pelatih dan pengamat yang menyebutnya sebagai “pemain potensial”, bagian dari masa depan timnas wanita.
Tentu, bakat tidak muncul dari udara. Saat masih SD di Batam, ada sosok pelatih, Tanzil Kamal, atau Aplez (panggilannya) salahseorang pembina Sepakbola ternama di Batam, yang melihat bakatnya.
Aplez mulai membimbing Gea dalam futsal dan Sepakbola sejak kelas 5 SD. Dari latihan futsal di masa kecil hingga membela timnas, jelas jalan Gea penuh kerja keras dan dedikasi.
Gea Yumanda bukan cuma “pemain wanita dari Batam yang menembus timnas”. Dia representasi semangat: keberanian memulai dari nol, kerja keras tanpa kenal lelah, dan keberanian mengejar mimpi yang besar.
Dari SSB Tanjung Riau ke Goal Aksis, dari futsal kampung ke panggung nasional dan kini bersinar di Timnas. (*)


