KOTA Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan masih berpotensi dilanda banjir rob dalam beberapa hari mendatang. Fenomena ini dipicu oleh tingginya pasang laut yang terus dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Vivi, seorang prakirawan cuaca dari BMKG, menyatakan bahwa peringatan dini untuk banjir rob masih berlaku hingga 9 Januari. Namun, laju pasang maksimum laut masih akan berlanjut hingga pertengahan Januari, dengan puncaknya diperkirakan terjadi sekitar tanggal 13 atau 14 Januari.
“Pasang maksimum laut akan tetap tinggi hingga pertengahan Januari,” ungkap Vivi pada hari Senin (12/1/2026).
Seiring dengan peningkatan pasang laut, gelombang laut yang juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari kedepan turut berkontribusi pada peningkatan potensi banjir rob. Meski kenaikan gelombang tidak selalu berkisar pada ketinggian air, namun tetap saja meningkatkan peluang terjadinya rob.
“Gelombang yang tinggi memang berpotensi menambah risiko banjir rob,” tambahnya.
BMKG juga memperkirakan adanya kemungkinan hujan ringan bersifat lokal di Tanjungpinang antara pagi hingga sore. Jika hujan terjadi bersamaan dengan kondisi pasang laut, dikhawatirkan luapan air akan semakin meluas akibat pertemuan antara air darat dan laut.
“Keberadaan hujan akan meningkatkan risiko terjadinya banjir rob,” jelas Vivi.
Seiring dengan masuknya musim angin utara, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gelombang tinggi di perairan Bintan, yang bisa mencapai ketinggian hingga 2,5 meter. Nelayan dan pengguna transportasi laut disarankan untuk lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas mereka di laut.
“Ketinggian gelombang di perairan Bintan sebaiknya diwaspadai,” tutupnya.
(nes/rri)


