SEPANJANG tahun 2025 Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam sebesar Rp54,7 triliun. Capaian angka ini setara dengan sekitar 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun.
Peningkatan itu turut memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi yang tumbuh sebesar 6,89 persen atau lebih baik dari tahun sebelumnya.
Investasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga sektor jasa dan maritim, yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan Batam.
Aktivitas pelabuhan yang padat dengan kapal kargo dan distribusi barang menjadi salah satu indikator realisasi investasi yang positif.
BP Batam menilai pencapaian ini menunjukkan minat investor yang tetap tinggi meski menghadapi tantangan global, sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pusat ekonomi strategis di Indonesia.
Pemerintah daerah dan BP Batam terus mendorong iklim investasi dengan memperkuat infrastruktur, kemudahan perizinan, serta berbagai insentif untuk menarik investor baru.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, bahwa capaian-capaian ini tidak terlepas dari energi kolektif seluruh pihak. Sehingga, percepatan pembangunan untuk mendukung kemajuan Batam bisa terealisasi optimal.
“Sinergi yang baik ini mesti kita jaga. Kami juga terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, khususnya dalam pelayanan perizinan. Tujuannya agar iklim investasi tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi terhadap ekonomi Batam”, jelas Amsakar dalam keteranganya, Rabu (14/01/2025).
Optimisme Amsakar tersebut beralasan. Selain membenahi layanan investasi, BP Batam juga terus berupaya untuk menyederhanakan regulasi guna memperkuat ekosistem usaha.
Dengan berbagai langkah ini, kata Amsakar, BP Batam pun siap untuk memberikan lompatan pembangunan sepanjang tahun 2026.
“Momentum yang baik sepanjang 2025 ini harus kita tingkatkan pada tahun ini. Di tengah ketidakpastian global, investor masih tetap percaya untuk berinvestasi di Batam. Maka kepercayaan ini yang harus kita jaga agar arus investasi dan aktivitas industri terus berjalan,” pesannya. (*)


