KECELAKAAN laut di perairan Kepulauan Riau kembali terjadi. Kali ini terjadi di perairan Kabupaten Bintan, setelah tiga orang warga terseret arus deras di sekitar area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi, tepatnya di perairan depan PT BAI, Senin (19/01/2026).
Dalam peristiwa tersebut, satu orang selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Saat dikonfirmasi pada Senin (19/01/2026) malam, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan kejadian tersebut.
Fazzli menjelaskan, laporan kejadian diterima pihaknya dari Kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Bintan Timur, Satpolairud Polres Bintan, serta Pos TNI AL Kijang.
Menurut Fazzli, peristiwa bermula sekitar pukul 14.10 WIB, ketika seorang pekerja bernama Malik terseret arus laut yang cukup kuat di sekitar ponton dan korban sempat berteriak meminta tolong.
Mendengar teriakan tersebut, dua rekan korban, Ranggi dan Reza Ade Jumawar, berusaha menolong dengan melompat ke laut. Namun, arus deras justru menyeret ketiganya.
Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan naik kembali ke atas ponton. Sementara itu, Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Ranggi berhasil selamat dengan naik ke atas ponton,” jelas Fazzli.
Sedangkan Malik, warga Ganet, Tanjungpinang, hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh tim SAR.
Sebanyak empat personel Tim Rescue KPP Tanjungpinang dikerahkan ke lokasi kejadian sekitar pukul 19.15 WIB, menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, serta mesin tempel.
“Jarak lokasi kejadian sekitar 11,15 nautical mile (NM) dari Kantor SAR Tanjungpinang,” ungkapnya.
Pencarian korban hilang difokuskan di sekitar perairan Pulau Poto dengan metode penyisiran laut.
“Kami akan melakukan pencarian semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” tegas Fazzli.
(*)


