WARGA dan pekerja di sekitar PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, dikejutkan oleh kepulan asap hitam yang membubung tinggi pada Minggu (25/1/2026) kemarin.
Asap tersebut berasal dari kebakaran kapal survei seismik canggih, Elsa Regent, milik PT Elnusa Tbk, anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB itu tidak menyebabkan korban jiwa, berkat kondisi kapal yang sedang kosong.
“Seluruh kru di kapal tersebut dipastikan aman dan tidak ada luka-luka,” ungkap Diky Wijaya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau.
Elsa Regent, dengan panjang 93,3 meter, merupakan kebanggaan Pertamina dan menjadi kapal seismik berbendera Indonesia yang pertama. Kapal ini beroperasi di Indonesia sejak 2019, setelah dibeli dari WesternGeco (Schlumberger) pada tahun 2016. Dikenal dengan peralatan modern, Elsa Regent mampu melakukan survei seismik 2D dan 3D di berbagai kedalaman, membantu eksplorasi migas di laut dalam.
Salah satu fitur canggih kapal ini adalah sistem Streamer di mana Hydrophone menangkap gelombang yang dipancarkan oleh alat Airgun, menciptakan citra lapisan bawah laut untuk analisis lebih lanjut.
Meski tidak ada korban manusia, kebakaran ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai penyebabnya, terutama mengingat bahwa kapal ini dirancang untuk operasional migas. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Disnakertrans Kepri sedang melakukan investigasi awal di lokasi kejadian.
“Kami masih mengidentifikasi penyebab kebakaran. Mengingat kapal ini terkait dengan muatan minyak, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh,” tambah Diky.
Kepolisian Resort Kota Barelang, yang dipimpin oleh Kombes Pol Anggoro Wicaksono, juga telah mengirimkan tim untuk menyelidiki insiden tersebut. Upaya pemadaman api saat ini telah dilakukan, dan proses penyelidikan lanjutan berfokus untuk menentukan titik awal dan penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan aset strategis nasional ini.
(dha)


