MENTERI Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi melantik dan merombak sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yang digelar di Jakarta, pada Rabu (28/01/2026).
Salah satu rotasi signifikan adalah mutasi Zaky Firmansyah, yang sebelumnya memimpin Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tipe B Batam, untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara.
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan amanat tegas. Ia menekankan bahwa para pejabat baru harus bekerja lebih keras untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai.
“Jadi pada dasarnya, Anda semua harus berjuang lebih keras untuk memastikan pengumpulan pajak kita, ataupun cukai kita, bisa lebih optimal,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, rotasi dan perombakan pejabat yang dilakukan secara menyeluruh—baik di pelabuhan besar maupun jajaran inti pusat—merupakan bentuk penyegaran sekaligus peringatan.
“Ini saya sengaja kocok semuanya di seluruh pelabuhan besar dan pemain inti di pusat, supaya ada pencerahan dan pemahaman bahwa ke depan kita tidak boleh main-main lagi,” tegas Menkeu.
Purbaya juga memberikan sinyal keras bahwa semua pejabat di posisi baru akan berada di bawah pengawasan ketat. Kementerian Keuangan tidak akan segan melakukan penataan ulang jika ditemukan kinerja yang tidak optimal atau indikasi pelanggaran yang dapat merugikan negara.
Pelantikan ini menandai langkah strategis Kemenkeu dalam menyegarakan kepemimpinan di tubuh DJBC, dengan harapan dapat meningkatkan akuntabilitas, kinerja penerimaan negara, dan penegakan hukum di sektor kepabeanan dan cukai.
Dengan adanya pelantikan tersebut, posisi strategis sebagai Kepala Bea Cukai Batam pun beralih tangan ke Agung Widodo, S.Sos., ditunjuk untuk mengisi posisi Zaky Firmansyah. Pelantikan resminya dijadwalkan pada 2 Februari 2026.
Agung bukan nama baru di lingkungan DJBC. Sebelumnya, ia dikenal sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, dan pernah memimpin bidang serupa di tingkat direktorat jenderal.
Pejabat berpengalaman di bidang penindakan ini aktif menjadi narasumber dalam berbagai forum nasional, khususnya yang membahas pemberantasan peredaran rokok ilegal.
Dalam sejumlah pernyataannya, Agung kerap menegaskan komitmen untuk menggempur peredaran barang ilegal melalui pengawasan ketat, penindakan tegas, dan sinergi dengan penegak hukum serta pemerintah daerah.
Latar belakang pendidikannya di Magister STIA LAN dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya.
(*)


