Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
    12 jam lalu
    Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
    21 jam lalu
    Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
    2 hari lalu
    KSOP Batam Bantah Isu Tongkang Granit Terbalik karena Ditolak Singapura
    2 hari lalu
    Sensus Ekonomi 2026: BPS Batam Terjunkan 800 Petugas, Sisir 400 Ribu Keluarga dan Pelaku Usaha
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Jawab Lonjakan Minat Vokasi 62%, Pemprov Kepri Bangun 2 SMKN Baru di Batam
    17 jam lalu
    Jerman dan Belanda Bernasib Sama, Tersingkir Lewat Adu Penalti
    18 jam lalu
    Lumpuhkan Samurai Jepang, Brasil Lolos ke Babak 16 Besar
    23 jam lalu
    Krisis Anggaran dan Infrastruktur, Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah Porwil Sumatera 2027
    1 hari lalu
    Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026, Banyak Partai Bigmatch
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Nvidia Bikin AI Factory Pertama di Indonesia, Lokasinya Batam
    13 jam lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    1 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    4 hari lalu
    Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
    4 hari lalu
    Statistika Harga Makanan dan Rokok Melonjak di Batam
    5 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Air Baku di Masa Depan” | Konsep Desalinasi di Batam

Editor Admin 5 tahun lalu 1.5k disimak

Air laut bisa diubah menjadi air tawar dengan menggunakan teknologi desalinasi. Sebetulnya ini solusi yang bisa menyelesaikan masalah krisis air bersih di dunia. 

Daftar Isi
Konsep Desalinasi Air Laut di Batam, Apakah Memungkinkan?Melihat Proses Desalinasi Yang Sudah Berjalan

—————

TAPI kenapa belum banyak negara menggunakannya? Apa pula yang jadi kendalanya?  

Seperti kota urban lain di dunia, Batam memiliki grafik pertumbuhan penduduk yang tinggi dari masa ke masa. Berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) kota Batam yang dirilis pada 2 Maret 2021, jumlah penduduk di kota pulau ini sudah mencapai 1.196.396 jiwa.

Laju pertumbuhan penduduknya dalam satu dasawarsa terakhir sekitar 2, 32 persen. Kota Batam, meskipun luas geografisnya hanya sebesar 11,71 persen wilayah propinsi Kepri, namun Kota ini dihuni sekitar 57,95 persen dari total penduduk di propinsi Kepulauan Riau.

“Sedangkan, sebaran penduduk terbesar ke-2 berada di Kabupaten Karimun dengan jumlah penduduk sebanyak 0,25 juta orang atau sebesar 12,28 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Kepri, Agus Sudibyo dalam rilisnya kepada media, Senin (25/1/2021) lalu.

Batam tidak memiliki sumber air baku. Tapi, pulau ini menarik untuk didatangi dan didiami karena terletak di wilayah yang strategis. Berada di dekat Selat Malaka dan Selat Singapura.

Wilayah yang dimekarkan oleh pemerintah Indonesia sejak era 90-an ini mengandalkan suplai air bersih dari keberadaan waduk atau dam salah satunya yang terbesar adalah DAM Duriangkang.

Keberadaan infrastruktur DAM Duriangkang sendiri telah dibangun sejak 1995.

Kondisi dan jenis tanah di Batam yang sebagian besar tidak bisa menyerap air secara maksimal, menjadi salah satu penyebab sulitnya sumber air tanah.

Ketika di daerah lain bisa mendapatkan sumber air bersih dengan pengeboran tanah dengan dalam sekitar 15 meter, Batam hanya mengandalkan waduk atau DAM untuk memenuhi pasokan air bersih lantaran air hujan sulit terserap dan langsung mengalir ke laut maupun ke waduk.

Selain itu, berdasarkan hasil analisis geolistrik yang dilakukan peneliti dari Pusat Teknologi Lingkungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTL-BPPT) di beberapa tempat mengungkapkan bahwa sebagian air tanah di Batam sudah menjadi payau atau bahkan asin dan sebagian lain terkontaminasi oleh limbah industri dan air rawa.

Selain Waduk Duriangkang, Batam juga memiliki beberapa waduk buatan lain yaitu waduk Sei Ladi, Sei Harapan, Muka Kuning, Sei Tembesi, Nongsa, Sei Rempang, Sei Baloi, dan Sei Gong. Namun, waduk Sei Baloi tidak bisa digunakan sebagai pemasok sumber air bersih karena alasan kualitas air yang buruk.

Dari masa ke masa Batam mengalami peningkatan jumlah penduduk. Hal itu juga memengaruhi kebutuhan suplai air baku untuk hajat hidup penduduk.

Agar tetap tercukupi, Badan Pengusaha (BP) Batam sebagai pengelola waduk-waduk di Batam menyiapkan beberapa alternatif pengembangan. Salah satunya adalah desalinasi air laut atau pentawaran air laut.

Konsep Desalinasi Air Laut di Batam, Apakah Memungkinkan?

SALAH satu wacana yang mengemuka untuk mengatasi kebutuhan sumber air baku Batam di masa depan adalah dengan mengubah air laut menjadi air tawar melalui proses Desalinasi. Apakah bisa dilakukan?

Ilustrasi, desalinasi. © Ady Water

Menurut Direktur Utama PT. Adhya Tirta Batam – mitra BP Batam dalam pengelolaan air baku selama 25 tahun – Benny Andriyanto, konsep teknologi desalinasi sudah banyak diterapkan di banyak wilayah dan negara.

Tapi yang jadi pertanyaan adalah, apakah memungkinkan dilakukan di Batam? Menurut Benny, tinjauan pertama adalah dari biaya investasi pembangunan instalasi Desalinasi.

Ia mencontohkan proyek desalinasi air laut yang dilakukan di San Diego, California, Amerika Serikat. Menurut Benny, curah hujan di kota berpenduduk lebih kurang 1,3 juta jiwa itu sangat rendah. Hanya sekitar 300 mm sampai 400 mm pertahunnya. Ini setara dengan Kenya yang hanya 200 mm – 600 mm.

Perubahan iklim akibat pemanasan global memperparah situasi. Intensitas curah hujan menjadi semakin sedikit. Sehingga sungai kering, mata air hilang, sumur tak berair lagi. Praktis sumber-sumber air kota tersebut menghilang. Menurutnya, San Diego membangun Desalination plant dengan kapasitas 69 juta meter kubik setahun dengan biaya USD 1 milliar.

Ilustrasi, salah satu pusat pengolahan air laut menjadi air bersih di Uni Emirate Arab. © National Geographic

“Mau tahu produksi air ATB (saat mengelola sumber air baku di Batam, pen) setahun? Kita produksi 100 juta meter kubik, ini lebih besar dari San Diego. Jadi setidaknya butuh USD 1,4 Milliar, hampir 20 triliun rupiah,” katanya.

Sebuah perusahaan penyedia jasa pengolahan dan penyaringan air asal Belanda pernah membuat kajian mengenai komponen-komponen biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah instalasi Desalinasi. Ternyata, biaya investasi pembangunan instalasi hanya 14 persen dari total biaya keseluruhan.

“Anda tahu komponen apa yang menduduki porsi paling besar? Energi listrik. Proporsinya sekitar 41 persen. Hampir 3 kali lipat dari biaya yang dibutuhkan untuk investasi,” lanjut Benny.

Penggunaan energi listrik untuk sistem desalinasi menurutnya bisa mencapai 10 kali lipat dari energi listrik yang dibutuhkan oleh sistem konvensional.

Sebagai pembanding, ia mengambil sebuah contoh.

Saudi Arabia memiliki sebuah fasilitas Desalinasi bernama Ras Al Khair dengan kapasitas 1 juta meter kubik perhari  atau sekitar 360 juta meter kubik setahun. Untuk operasionalnya, Ras Al Khair membutuhkan sekitar 2.400 MW energi listrik.

Penggunaan energi listrik untuk sistem desalinasi bisa mencapai 10 kali lipat dari energi listrik yang dibutuhkan oleh sistem konvensional.

Dari data yang dimilikinya, kapasitas produksi air di Batam saat ini sekitar 100 juta meter kubik setahun, atau 25 persen produksi di Ras Al Khair.

Jika menggunakan Desalinasi, maka energi listrik yang dibutuhkan juga akan sebanding dengan 25 persen dari energi listrik yang dibutuhkan oleh Ras Al Khair. Sekitar 600 MW!

Berapa ketersediaan listrik kota Batam saat ini? Sekitar 400 MW. Tidak sampai 600 MW.

“Apa gak tumbang satu kota Batam hanya untuk Desalinasi? Kita semua bisa hidup dalam kegelapan hanya untuk mengolah air laut menjadi air tawar,” katanya.

Menjaga lingkungan dan ekosistem baginya masih menjadi pilihan yang terbaik untuk menjaga kelestarian air di masa depan untuk kota Batam. Itu jauh lebih baik daripada terpaksa harus tergantung pada sistem Desalinasi. Membangun bendungan baru masih merupakan solusi yang lebih efektif.

“Kami sangat berharap, bahwa Kita harus memikirkan kelestarian ketersediaan air. Mari Kita berbuat sebelum terlambat,” ajak Benny.

Melihat Proses Desalinasi Yang Sudah Berjalan

INI tentang teknologi desalinasi dan bagaimana dunia bisa mendapatkan air bersih dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Bisakah Teknologi Desalinasi Air Laut Atasi Krisis Air Tawar Dunia | #PlanetA

(*/nes/GoWestID)

Sumber : ATB BATAM | DW INDONESIA 

Kaitan batam, Desalinasi, khas
Admin 4 September 2021 4 September 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya

Стали Известны Составы На Матч Испания

Artikel Selanjutnya “Asa Warga di Kampung Seni Batam”

APA YANG BARU?

Curi AC di Bintan Demi Foya-Foya, 4 Pria Batam Diciduk Polisi
Artikel 12 jam lalu 100 disimak
Nvidia Bikin AI Factory Pertama di Indonesia, Lokasinya Batam
Industri 13 jam lalu 133 disimak
Jawab Lonjakan Minat Vokasi 62%, Pemprov Kepri Bangun 2 SMKN Baru di Batam
Pendidikan 17 jam lalu 120 disimak
Jerman dan Belanda Bernasib Sama, Tersingkir Lewat Adu Penalti
Sports 18 jam lalu 135 disimak
Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 21 jam lalu 224 disimak

POPULER PEKAN INI

Akomodasi Keluhan Warga, Pemko Batam Alihkan Proyek TPS ke 140 Bin Kontainer
Lingkungan 4 hari lalu 446 disimak
Walikota Batam Enggan Jawab Saat Ditanya Ada Orasi Politik di Pawai MBG Siswa
Artikel 6 hari lalu 439 disimak
Sah! Batam Punya Perda PSU, Pengembang Wajib Sediakan Jalan hingga TPS
Artikel 6 hari lalu 361 disimak
Data Volume Sampah di Kota Batam 2026
Statistik 4 hari lalu 348 disimak
DPR Desak Kemendikdasmen Usut Dugaan Pengerahan Siswa dalam Pawai MBG di Batam
Artikel 7 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?