Hubungi kami di

Dunia

Amerika Akhiri Program Pertukaran Kebudayaan dengan China

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, AS - China

KEMENTERIAN Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat lalu, mengakhiri lima program pertukaran kebudayaan dengan Cina. Oleh mereka, kelima program tersebut dianggap sebagai alat propaganda tersembunyi.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 5 Desember 2020, kelima program yang diakhiri itu meliputi Policymakers Educational China Trip Program, US-China Friendship Program, US-China Leadership Exchange Program, US-China Transpacific Exchange Program dan Hong Kong Educational and Cultural Program.

Sejarahnya, kelima program tersebut dibentuk oleh mendiang mantan Presiden Amerika John F Kennedy.

Ia membuatnya sebagai sarana transfer pendidikan dan budaya antara Amerika dengan negara-negara tetangganya. Adapun program itu kemudian diatur dalam regulasi bernama Mutual Educational and Culutral Exchange Act (MECEA).

“Di saat program-program MECEA lainnya bersifat saling menguntungkan, kelima program yang kami pertanyaakan didanai dan dioperasikan oleh Pemerintah Cina sebagai alat propaganda,” sebut Kementerian Luar Negeri Amerika dalam keterangan persnya.

BACA JUGA :  Trump dan Istri Positif Covid-19

Hingga berita ditulis, Pemerintah Cina belum memberikan respon apapun. Kedutaan Besar Cina di Washington pun enggan memberikan tanggapan. Kementerian Luar Negeri, di sisi lain, enggan mengelaborasi lebih lanjut.

Keputusan ini tak ayal menjadi masalah kesekian yang dimiliki Cina dan Amerika.

Sepanjang 2020, keduanya berseteru atas berbagai isu mulai dari soal perdagangan, imigrasi, pertahanan, hingga soal pandemi COVID-19. Di Cina, media yang dimiliki pemerintah setempat sampai mengatakan bahwa beberapa hal terkait Amerika dan Cina sudah terlalu rusak untuk diperbaiki.

Presiden Amerika Terpilih Joe Biden, dalam rencana kerjanya, berupaya untuk memperbaiki hubungan-hubungan yang rusak antara Amerika dengan negara tetangganya. Cina adalah salah satunya. Walau begitu, Joe Biden mengakui bahwa Cina adalah kompetitor terkuat Amerika.

(*)

Sumber : Reuters / Tempo

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook