Hubungi kami di

Dunia

Amerika Tentang Rencana Israel Bangun 4.000 Rumah di Wilayah Palestina

“Program Israel untuk memperluas permukiman sangat merusak prospek dari solusi dua negara,” kata Porter dilansir dari Alarabiya, Minggu (8/5/2022).

Terbit

|

Pemandangan yang menunjukkan permukiman Israel khusus Yahudi, Efrat, di Tepi Barat, wilayah Palestina yang berada di bawah pendudukan, pada Kamis, 10 Maret 2022. F. Dok. Komoastv.com/AP Photo/Maya Alleruzzo

ISRAEL rencananya akan membangun 4.000 unit rumah bagi pemukim-pemukim ilegal di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel. Rencana Israel itu pun mendapat tentangan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS). AS mengecam keras rencana Israel tersebut.

Menurut Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jalina Porter, AS telah mengetahui rencana Israel untuk mengumumkan rencana pembangunan itu pada 12 Mei mendatang.

“Program Israel untuk memperluas permukiman sangat merusak prospek dari solusi dua negara,” kata Porter dilansir dari Alarabiya, Minggu (8/5/2022).

“Sikap pemerintahan Biden sudah jelas sejak awal,” imbuhnya.

Di sisi lain, Porter sekaligus mengutuk serangan teror di Elad, Israel pada Kamis (5/5) lalu. Dari serangan itu dilaporkan dua warga Palestina membunuh tiga warga Israel dan melukai empat lainnya dalam serangan di dalam wilayah Israel.

BACA JUGA :  Sikap Indonesia Soal Iran Vs AS

Porter mengutuk “serangan teroris” itu dan mengatakan bahwa serangan itu “sangat keji ketika Israel merayakan Hari Kemerdekaannya”.

“Kami tetap berhubungan dekat dengan teman dan mitra Israel kami dan berdiri teguh bersama mereka dalam menghadapi serangan ini,” ujar Porter.

Terpisah, Duta Besar AS untuk Israel, Thomas Nides, menyatakan bahwa pihaknya dan pejabat pemerintahan Biden telah menjelaskan kepada Pemerintah Israel bahwa AS menentang pembangunan baru di permukiman dan meminta Israel untuk tidak melanjutkannya.

Rencana pembangunan oleh Israel itu diperkirakan akan memperburuk ketegangan dan kekerasan yang telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir antara Palestina dan Israel.

BACA JUGA :  Marshanda Bikin Geger, Sempat Dikabarkan Hilang di Los Angeles

Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem telah menjadi tempat bentrokan baru sementara beberapa serangan telah dilakukan terhadap warga sipil Israel.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Israel, Ayelet Shaked, menulis cuitan melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat (6/5), bahwa komite perencanaan akan melakukan sidang pada pekan depan untuk menyetujui pembangunan 4 ribu unit rumah di Tepi Barat.

Diberitakan Aljazeera, Jumat (6/5), permukiman Israel merupakan kompleks perumahan khusus Yahudi yang dibangun di atas tanah Palestina yang melanggar hukum internasional.

Setidaknya sekitar 600-750 ribu pemukim Israel tinggal di sana, dengan rincian sekitar 250 pemukiman ilegal yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

(*)

sumber: CNN Indonesia.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid