KEPALA BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan adanya keterbatasan anggaran membuat sebagian besar titik stres area air bersih belum bisa ditangani ditahun ini. Dia menyebut, terdapat 18 stress area yang teridentifikasi dalam jaringan air bersih.
Dari jumlah tersebut, BP Batam hanya mampu menangani delapan titik terlebih dahulu pada tahun berjalan, sementara sepuluh titik lainnya akan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Ini pekerjaan bertahap. Tidak bisa selesai dalam satu waktu karena pos anggarannya juga tersebar di masing-masing kedeputian. Dukungan tambahan anggaran juga sudah kami sampaikan di forum DPR RI,” katanya, Jumat (16/01/2026) dikutip dari Batampos.com.
Ia menjelaskan, BP Batam telah meminta jajarannya untuk membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat sekaligus mengambil langkah-langkah taktis dalam menanggapi keluhan warga.
Namun Amsakar menegaskan, perbaikan menyeluruh belum dapat dirampungkan dalam waktu dekat.
Selain itu, persoalan teknis terkait pengoperasian tangki ozon juga menjadi salah satu kendala. Berdasarkan analisis tim teknis, pembukaan aliran dari tangki tersebut justru berpotensi menutup distribusi ke beberapa kawasan baru yang sebelumnya telah dibuka jalur airnya.
“Kalau tangki itu dibuka, aliran akan mengarah ke wilayah lama yang sudah terdistribusi, sementara perumahan-perumahan baru bisa tidak dapat air,” kata dia.
Menjelang perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, BP Batam telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan air bersih di wilayah terdampak.
Amsakar memastikan upaya perbaikan tetap berjalan, meski penuntasan total belum dapat dicapai dalam waktu dekat.
(*/Batampos)


