MENDEKATI bulan suci Ramadhan, Bright PLN Batam berupaya memulihkan sistem kelistrikan Batam-Bintan yang saat ini tengah bermasalah, imbas dari gangguan teknis di pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Panaran.
Selama masa pemeliharaan PLTG Panaran yang alami gangguan tersebut, daya mampu PLN Batam berkurang hingga 20 Megawatt (MW) di siang hari. Faktor ini yang menjadi penyebab pemadaman listrik bergiliran di sejumlah lokasi di Batam.
Corporate Secretary Bright PLN Batam, Hamidi Hamid mengatakan untuk menutupi kekurangan pasokan listrik, PLN Batam memberdayakan pembangkit listrik tenaga minyak gas (PLTMG) Baloi yang baru saja dibangun.
“Saat ini, sedang dilakukan pengujian secara bertahap hingga mencapai daya mampu 30 MW. Selain itu, PLN Batam memastikan seluruh unit pembangkit, ditambah dengan kerja sama operasi dengan memanfaatkan akses dari Kawasan Industri (KI) Tunas sebesar 3 MW,” kata Hamidi lagi.
Sehingga total kapasitas listrik yang dihasilkan dari daya yang dimiliki PLN Batam sebesar 491 MW, untuk mendukung pemulihan sistem kelistrikan.
“Beban puncak hari ini dapat dilalui tanpa adanya pemadaman. Namun, siang hari sekitar pukul 13.32 WIB, PLTMG Baloi yang dalam proses pengujian, keluar sistem akibat indikasi panas pada mesin, sehingga sensor pada generatornya harus diganti,” paparnya.
Makanya, pengurangan beban kembali dilakukan dengan pemadaman listrik selama dua jam hingga pukul 15.33 WIB.
“Untuk pembangkit yang saat ini masih proses perbaikan dan menunggu pengiriman material atau suku cadang dari Eropa. Semoga pemeliharaan ini dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Dengan upaya memaksimalkan pembangkit PLTMG Baloi yg baru masuk sistim beroperasi serta adanya kerjasama pemnfaatan excess daya dengan penyedia listrik lainnya di wilayah Batam, PLN Batam optimis kekurangan daya dapat teratasi sehingga tidak terjadi pemadaman lagi.
“Kalau pun ada pemadaman, itu sifatnya pemeliharaan jaringan atau gangguan resedensial,” tutup Hamidi (leo).


