MENJELANG aru balik lebaran Idul Fitri 1447 H, mobilitas di Bandara Internasional Hang Nadim Batam mulai menunjukan kepadatan.
Lonjakan penumpang selama periode mudik menjadi indikator awal dari pihak pengelola bandara untuk mengantisipasi gelombang balik pasca libur panjang.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, mengatakan puncak arus balik akan terjadi pada 28 Maret 2026.
“Perkiraan ini didasarkan pada pola pergerakan tahunan serta momentum berakhirnya cuti bersama yang biasanya memicu lonjakan kepulangan ke kota-kota tujuan,”jelas Anton Marthius, Minggu (22/03/2026), dikutip dari Batampos.com.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, trafik penumpang tahun ini menunjukkan peningkatan. Pada 2025, jumlah penumpang tercatat 102.917 orang, sementara tahun ini naik 11,4 persen menjadi 114.700 penumpang.
Kenaikan ini menjadi tren pemulihan dan pertumbuhan mobilitas udara pascapandemi.
Komposisi pergerakan masih didominasi keberangkatan dari Batam, yakni sekitar 60 persen, sedangkan kedatangan berada di kisaran 40 persen.
“Hal ini menjadi penanda kuatnya arus mudik keluar daerah, yang dalam waktu dekat akan menjadi arus balik,” ujarnya .
Untuk meredam potensi kepadatan saat arus balik, pengelola bandara menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Pengaturan slot penerbangan dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang pada jam-jam tertentu, terutama di area check-in.
Selain itu, kapasitas layanan di titik pemeriksaan keamanan ditingkatkan melalui penambahan fasilitas di area Security Check Point (SCP), sehingga mampu melayani hingga tujuh penerbangan per jam, dari sebelumnya enam.
Dari sisi rute, penerbangan domestik masih menjadi tulang punggung pergerakan. Tujuan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta mencatat jumlah penumpang tertinggi dengan 23.634 orang.
Disusul Bandar Udara Internasional Kualanamu sebanyak 7.927 penumpang, serta Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II dengan 7.313 penumpang. (*)


