BANJIR dan tanah longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mulai berimbas pada pasokan cabai di Kota Batam, Kepulauan Riau. Akibatnya, harga cabai mengalami kenaikan.
“Pasokan cabai dari Pulau Sumatra terputus sejak kemarin. Selama ini, pasokan cabai diambil dari Medan, Padang, hingga Aceh,” sebut Wahyu Daryatin, Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.
Dampak gangguan distribusi ini langsung terlihat melalui kenaikan harga. Cabai rawit kini mencapai Rp 75 ribu per kilogram, cabai setan melesat antara Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu, dan cabai merah besar juga meningkat menjadi Rp 75 ribu per kilogram. Diperkirakan, harga-harga ini akan terus merangkak naik.
“Karena pasokan terputus, pedagang sementara waktu mengambil dari Mataram. Meski ada pasokan dari sana, volume dan harga biasanya lebih rendah dibandingkan dari Sumatra,” tambah Wahyu.
Selama ini, Batam bergantung pada pasokan dari sentra seperti Medan, Padang, Jambi, dan Aceh. Namun, bencana alam yang disertai cuaca ekstrem dan kerusakan jalan, termasuk jembatan putus, menghambat distribusi barang.
“Akibatnya, pasokan ke Batam terganggu. Kami berharap penanganan bencana di Sumatra berlangsung cepat agar distribusi bisa kembali normal,” kata Wahyu lebih lanjut.
Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan cabai di Batam sekitar 15 ton per hari, bahkan bisa mencapai lebih dari 20 ton saat permintaan pasar meningkat.
“Saat pasokan dari Sumatra terhenti, Batam terpaksa mencari suplai dari Jawa dan NTB,” tambahnya.
Di sisi lain, komoditas lain seperti telur ayam masih terjamin. Pasokan dari daerah di Sumatra, seperti Belawan, belum terpengaruh secara signifikan.
“Telur biasanya melalui distributor, jadi komunikasi kami tetap terjaga. Kami menerima laporan mingguan, namun dalam situasi ini kami meminta update harian,” jelasnya.
Wahyu menekankan bahwa cabai merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan lama, hanya bertahan antara 3 hingga 5 hari, sehingga sangat rentan terhadap gangguan distribusi.
“Potensi kenaikan harga masih ada. Cabai sudah mengalami kenaikan hari ini. Solusinya adalah mencari pasokan dari daerah lain,” tutupnya.
(sus/detikcom)


