UPAYA mendorong pemulihan ekonomi Kepri harus disertai dengan berbagai resep jitu.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi mengungkapkan tiga resep jitu upaya mendorong pemulihan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif.
“Pertama, mendorong daya saing investasi melalui peningkatan efisiensi logistik, serta adanya insentif bagi industri berbasis sumber daya alam lokal, terutama sektor maritim,” katanya, Senin (5/7).
Kemudian, kata Musni, mengoptimalkan peran industri melalui penguatan local value chain dengan mendorong pengembangan ekosistem pendukung industri.
“Terutama penguatan kapasitas dan kelembagaan UMKM, serta kemitraan industri dengan UMKM, lembaga pendidikan dan stakeholders terkait lainnya, untuk pemenuhan SDM (vokasi) dan riset dan pengembangan produk substitusi impor. Agar dapat menghemat penggunaan devisa untuk pembayaran impor dan perbaikan defisit transaksi berjalan” terangnya.
Dan terakhir, mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah terutama melalui UMKM go digital baik pada sisi pemasaran melalui e-commerce maupun pembayaran antara lain menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Serta mengakselerasi program Elektronifikasi Transaksi Pemda melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang telah terbentuk seluruhnya baik di tingkat Provinsi maupun kota dan kabupaten.
“Upaya tersebut akan lebih optimal, jika didukung oleh infrastruktur yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan industri, serta kemudahan berinvestasi sebagai implementasi Undang-Undang Cipta Kerja,” harapnya.
*(rky/GoWest)


