LIMA remaja di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dieksploitasi secara seksual untuk diperdagangkan kepada pria hidung belang. Para korban dipaksa ‘open BO’ dan melayani minimal 5 pria sehari.
Tidak hanya itu,para korban dipaksa melayani pria hidung belang mulai pukul 4 sore hingga dini hari. Polisi berhasil menyelamatkan lima ABG tersebut di sebuah rumah kos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Korban bekerja dari pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB di kos-kosan tersebut,” ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto dalam keterangan tertulis, Kamis (24/3/2022).
Pujiyarto mengungkspkan korban dijemput dari rumah masing-masing dengan menggunakan ojek online yang dipesan tersangka. Korban lalu dibawa ke kosan di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk menunggu ‘open BO’.
“Korban stay di kosan dengan biaya ditanggung pelaku,” katanya.
Dua Muncikari Ditangkap
Dalam kasus ini, polisi menangkap dua pria berinisial FO (22) dan IM (24) sebagai muncikari. Keduanya yang mencarikan pria hidung belang melalui aplikasi MiChat.
“Korban ditawarkan melalui aplikasi MiChat oleh tersangka IM,” katanya.
Korban diimingi gaji Rp 1 juta seminggu sekali. Sementara muncikari tersebut menjual korban dengan tarif Rp 250.000 sampai dengan Rp 300.000 untuk sekali melayani pria hidung belang.
“Korban diwajibkan melayani tamu 1 hari minimal 5 orang dalam sehari dan akan menerima gaji seminggu sekali,” imbuhnya.
Setelah selesai melayani pria hidung belang, para korban diantar kembali ke rumahnya. Para korban baru kembali ke rumah lewat pukul 00.00 WIB.
Ada 8 wanita yang diamankan polisi dari indekos tersebut. Lima orang di antaranya berusia 16 dan 17 tahun.
(*)
sumber: detik.com


