KEHEBOHAN melanda pengendara sepeda motor di Kecamatan Bintan Timur, Rabu (37/2024) kemarin. Setidaknya belasan pengendara motor mengalami nasib sial setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Nusantara Kilometer 19 arah Kijang. Motor-motor tersebut mendadak mogok setelah beberapa saat digunakan, membuat para pengendara kebingungan dan merugi.
Berdasarkan keterangan para pengendara yang menjadi korban, motor mereka mengeluarkan asap tebal saat dinyalakan setelah pengisian BBM. Dugaan sementara, masalah ini disebabkan oleh kontaminasi BBM jenis Pertalite dengan Solar.
Dugaan ini semakin menguat setelah beberapa motor yang mengalami masalah dilakukan pengurasan tangki bahan bakar dan ditemukan adanya campuran BBM yang tidak sesuai standar.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (31/7/2024) kemarin dan langsung menjadi perhatian warga sekitar.
Beberapa pengendara yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan masalah ini kepada pihak SPBU. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPBU melakukan pengurasan BBM pada motor-motor yang mengalami masalah dan menghentikan sementara penjualan Pertalite untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur PT Sinar Mustika Bintan, pemilik SPBU tersebut, saat dikonfirmasi wartawan, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pihak SPBU telah melakukan perbaikan terhadap motor-motor yang rusak akibat kontaminasi BBM.
Seorang petugas SPBU saat ditanya tidak terlalu banyak menjawab pertanyaan dari wartawan.
“Kami kurang tahu, sepertinya tercampur Solar,” ujarnya singkat tanpa menyebutkan identitasnya.
(nes)


