Hubungi kami di

Gaptek? Gak Lah!

Bersaing di Layanan Podcast, YouTube Coba Dobrak Pasar Spotify & Apple

Terbit

|

Ilustrasi, produksi podcast di studio GoWest Indonesia. © GoWestID

PENGEMBANG YouTube dikabarkan akan lebih gencar mengembangkan layanan podcast miliknya dengan merekrut eksekutif baru hingga memperbarui tampilan. Langkah itu dilakukan untuk menyaingi pasar yang telah dikuasai Spotify dan Apple.

Google akan mempekerjakan seorang eksekutif untuk memimpin pengembangan podcast-nya di YouTube. Juru bicara perusahaan mengonfirmasi kepada The Verge bahwa, eksekutif terpilih adalah Kai Chuk.

“Dia akan mengelola volume besar podcast dan hubungan yang ada di seluruh platform YouTube,” kata juru bicara dikutip dari The Verge pada Rabu (27/10/2021).

Chuk telah bekerja di YouTube selama hampir 10 tahun. Ia sebelumnya bekerja di bagian kemitraan media.

Ke depan, Chuk akan mengisi posisi Podcast Lead di YouTube.

Kabar perekrutan eksekutif ini sesuai dengan apa yang Bloomberg laporkan pada awal Oktober 2021. Dalam laporannya, YouTube sedang mencari seorang eksekutif podcast.

Menurut The Telegraph, podcast merupakan acara berbasis audio yang terdiri dari berbagai episode dan dapat didengarkan secara online maupun diunduh dari Internet.

Induk YouTube, Google sebenarnya sudah memiliki aplikasi khusus untuk podcast, yakni Google Podcast, namun pangsa pasarnya kecil dan kurang diminati. Google Podcast hanya mempunyai pangsa pasar 2,6% secara global.

BACA JUGA :  VIDEO : Hebat! Cermin Ini Diubah Jadi Ponsel Pintar Raksasa

Sedangkan, banyak pembuat konten podcast atau podcaster yang menggunakan YouTube hanya sebagai platform tambahan. Mereka menerbitkan podcast sebagai video reaksi atau sebagai file-audio dengan sampul generik.

Namun, YouTube memang tidak menawarkan fitur khusus untuk podcast. Alhasil, Google pun berencana untuk mengalihkan pengembangan bisnis dari Google Podcast ke YouTube.

Meski begitu, belum jelas seperti apa langkah pengembangan lini bisnis podcast di YouTube itu ke depan. Namun, pada Mei lalu, YouTube telah menguji tampilan atau user interface (UI) untuk pemutar musik khusus di aplikasi utama.

Kabarnya, tampilan itu akan diperluas juga untuk podcast. Misalnya, akan ada penambahan tombol mundur atau maju 10 detik pada pemutar podcast.

YouTube menyasar pasar podcast sebab potensinya dianggap besar.

Berdasarkan data Statista, pada 2021, 41% orang dewasa di Amerika Serikat (AS) telah mendengarkan podcast setidaknya dalam sebulan. Angka tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Sedangkan, pendapatan iklan podcast mencapai hampir US$ 480 juta di AS pada 2018. Pendapatan iklan podcast bertambah US$ 200 juta setiap tahunnya hingga melebihi US$ 1 miliar pada 2021.

BACA JUGA :  Bantahan Facebook Soal Penggunaan Android

Menurut survei Reuters Institute bersama University of Oxford pada 2019, lebih dari sepertiga orang segala umur di 38 negara mendengarkan podcast. Bahkan, di antara anak-anak muda atau yang berusia kurang dari 35 tahun, kini lebih dari separuhnya ‘tak bisa hidup’ tanpa podcast.

Kemudian, laporan Counterpoint mengatakan, pada saat pandemi Covid-19 orang-orang cenderung memilih mendengarkan podcast atau radio daripada layanan streaming musik.

“Permintaan untuk saluran-saluran berita dan podcast ada kenaikan, sementara itu untuk streaming musik turun” kata Research Analyst Counterpoint Abhilash Kumar di laman Counterpoint tahun lalu (3/4/2020).

YouTube juga gencar mengembangkan sektor podcast yang saat ini pasarnya dikuasai Spotify dan Apple.

Menurut data Buzzsprout pada Oktober 2021, Spotify menguasai lebih dari sepertiga atau 32,8% pangsa pasar podcast global. Spotify menggaet hampir 28 juta unduhan pada Oktober. Diikuti Apple Podcasts dengan pangsa pasar 28,3% dan 24 juta unduhan.

(*)

Sumber : The Verge | The Telegraph | Reuters | Katadata 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook