Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemko Batam Berharap Beban Gaji PPPK Dipindah ke Pusat
    58 menit lalu
    Bantu 57 Usaha Mikro, Batam Fasilitasi Kredit Bebas Bunga dan Etalase Pasar
    1 jam lalu
    Basri, Bandar Narkoba Jaringan Hiburan Malam Batam Ditangkap
    1 jam lalu
    Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
    12 jam lalu
    Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    2 hari lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    2 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    3 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    3 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    3 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    5 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Infrastruktur

Gereja Ayam, Tanjungpinang

Editor Admin 2 tahun lalu 1.9k disimak
Gereja Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang beralamat di Jalan Gereja, Nomor 1, Tanjungpinang. © F. Kemdikbud/ disediakan oleh GoWest.ID

GEREJA Ayam GPIB Bethel Tanjungpinang beralamat di Jalan Gereja, Nomor 1, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Gereja ini merupakan salah satu bangunan peninggalan pemerintah Belanda di kota Tanjungpinang.

Daftar Isi
Awal Pembangunan Gereja AyamJulukan Gereja Ayam

Gereja Ayam dibangun pada tahun 1835 dan masih kokoh berdiri hingga saat ini. Gereja ini memiliki luas kurang lebih 171 meter persegi, bercat cokelat muda, dihiasi garis-garis cokelat tua.

Riwayat sejarahnya yang panjang menjadikan gereja ini sebagai salah satu bangunan cagar budaya dengan nomor inventaris 15/BCB-TB/C/01/2007. Pada awal berdiri, orang Bela MB davmenyebut Gereja ini “De Nederlandse Hervormde Kerk te Tandjoengpinang”, berfungsi sebagai rumah ibadah warga Protestan Belanda di Tanjungpinang

Aroma klasik begitu terlihat dari bentuk arsitektur gereja. Suasana tempo dulu begitu kental ketika memasuki pekarangannya, bangunan berdinding tebal, jendela yang besar dan tinggi, atap pelana dengan fasad gabel step, serta menara yang menjulang ke langit dengan ornamen ayam jantan di puncaknya.

Sebutan Gereja Ayam disematkan oleh warga karena logo ayam yang terdapat pada atas bangunan. Logo tersebut sebenarnya memiliki fungsi penunjuk arah angin dan diletakkan di puncak bangunan.

Awal Pembangunan Gereja Ayam

Pada catatan berjudul Berigten Omtrent Indië, Gedurende een Tienjarig Verblijf Aldaar yang ditulis oleh Pendeta Eberhardt Hermann Röttger, disebutkan Gereja Bethel didirikan pada 14 Februari 1835 dan selesai pada tahun 1836.

Sebagai seorang pendeta yang pernah mengabdi di Riau pada akhir tahun 1830-an, Pendeta Röttger menyebutkan bahwa biaya pembangunan gereja merupakan sumbangan dari daerah-daerah di Hindia Belanda. Tidak disebutkan siapa arsitek yang berada di balik pembangunan gereja tersebut, namun dapat dipastikan bahwa keberadaan gereja ini tidak terlepas dari solidaritas umat Protestan yang ada di kawasan Hindia Belanda.

Gereja Ayam Bethel pada masa silam. © F. Nederlandse hervormde kerk te Tandjoengpinang; Riouw Archipel – 1918 (KITLV Leiden)

Hal yang tidak banyak diketahui dari sejarah pembangunan gereja ini adalah keterlibatan pembesar Kerajaan Riau Lingga, yakni Raja Abdurrahman sebagai Yang Dipertuan Muda Riau VII.

Pendeta Röttger menyebutkan, Raja Muda yang ada di Penyengat juga ikut menyumbang untuk pembangunan gereja. Sumbangan diberikan berupa material, seperti uang dan kayu. Memang tidak ada disebutkan secara spesifik oleh Pendeta Röttger nama Raja Muda tersebut. Akan tetapi, jika dirujuk pada tahun pendirian gereja serta masa berkuasanya Yang Dipertuan Muda Riau, maka nama yang paling cocok adalah Raja Abdurrahman yang menjabat tahun 1833-1843.

Secara fisik, terdapat sejumlah perubahan pada bentuk bangunan gereja sejak pertama kali dibangun dengan yang ada pada masa sekarang.

Menjelang pertengahan abad ke-20 dilakukan sejumlah perubahan, seperti penambahan gabel step serta menara berikut loncengnya. Walau begitu, ciri khas arsitektur bangunan yang ada pada gereja ini tidak ada bedanya dengan Gereja Protetan pada umumnya.

Julukan Gereja Ayam

Sebutan Gereja Ayam disematkan warga kota Tanjungpinang karena adanya hiasan berbentuk ayam di atas menara yang menyatu dengan atap bagian depan.

Menara yang berfungsi sebagai tempat lonceng beserta “ayam”nya itu, kemungkinan dibuat saat dilakukan renovasi antara 1920 hingga 1930an.

Bentuk ayam yang terbuat dari besi pipih itu berfungsi sebagai penunjuk arah angin. Bentuknya yang pipih membuatnya dapat bergerak mengikuti hembusan angin.

Di bagian depan geraja yang menghadap ke barat, terdapat pintu yang menjorok ke depan, sehingga membentuk seperti kanopi dengan atap pelana. Pintunya berbentuk lengkung sederhana. Di kanan kirinya terdapat jendela. Bentuk jendela itu seolah terdiri atas dua jendela dengan lengkung kecil, yang disatukan dengan lengkung besar di atasnya. Jendela seperti ini juga terdapat di sisi kiri (utara) dan kanannya (selatan).

Gereja yang memiliki luas 19 x 9 (171 m2) ini bercat coklat muda dihiasi garis-garis coklat tua. Bagian depan atapnya bertrap seperti tangga dengan enam undakan. Begitu juga dengan bagian belakang atap. Pada bagian kiri dan kanan sisi depan terdapat pilaster sederhana.

(nes)

Kaitan belanda, Bethel, Gereja ayam, tanjungpinang
Admin 5 Juli 2024 5 Juli 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Malaysia Cabut Subsidi untuk Ayam
Artikel Selanjutnya Pasokan Air Bersih di Batam Terganggu, Rabu (1/11/2023)

APA YANG BARU?

Pemko Batam Berharap Beban Gaji PPPK Dipindah ke Pusat
Artikel 58 menit lalu 54 disimak
Bantu 57 Usaha Mikro, Batam Fasilitasi Kredit Bebas Bunga dan Etalase Pasar
Artikel 1 jam lalu 56 disimak
Basri, Bandar Narkoba Jaringan Hiburan Malam Batam Ditangkap
Artikel 1 jam lalu 50 disimak
Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
Artikel 12 jam lalu 110 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 1 hari lalu 110 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 3 hari lalu 631 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 6 hari lalu 379 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 5 hari lalu 364 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 5 hari lalu 340 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 2 hari lalu 322 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?