Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
    11 jam lalu
    Rumah Terbakar di Tanjungpinang, Diduga Akibat Obat Terapi yang Dibakar
    11 jam lalu
    Harga Emas Antam dan UBS di Batam Tembus Rp2,8 Juta/ Gram
    11 jam lalu
    Imigrasi Batam Gagalkan Keberangkatan 1.975 Calon Pekerja Migran Nonprosedural
    11 jam lalu
    Bareskrim Polri Temukan Brankas Ekstasi di Klab Malam Batam
    11 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
    10 jam lalu
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    2 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    2 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    2 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Infrastruktur

Kamp Pengungsi Vietnam, Galang

Editor Admin 11 bulan lalu 1.4k disimak
  • Nama : Kamp Pengungsi Galang
  • Lokasi : Pulau Galang, Kepulauan Riau
  • Masa Operasi : 1979 – 1997
  • Jumlah Pengungsi : +/- 250.000 jiwa

KAMP pengungsi Galang adalah tempat pengungsian orang Vietnam yang pada tahun 1979 – 1996 sering dikenal sebagai manusia sampan. Kamp ini berada di pulau Galang di bagian selatan pulau Batam dengan jarak lebih kurang 7 km. Selama kurun waktu 7 tahun, lembaga UNHCR, PBB mengumpulkan para pengungsi perang Vietnam ini, yang tersebar di beberapa pulau seperti: pulau Natuna, Terempa, pulau Anambas dan sekitarnya menjadi satu di tempat ini.

Daftar Isi
SejarahPengaturan Kamp saat Dioperasikan

Kamp ini dulunya mempunyai beberapa macam fasilitas, seperti: klinik PMI, kantor administrasi dari PBB, tempat pendidikan anak-anak, tempat peribadatan/kuil, dan tempat makam bagi mereka yang meninggal dunia karena terserang penyakit. Selama berada di tempat ini, para pengungsi tersebut mempelajari bahasa Inggris dan beberapa bahasa lain serta mengikuti berbagai latihan ketrampilan, sambil menunggu keputusan dari pihak PBB. Tempat ini kemudian ditutup oleh PBB secara resmi pada tahun 1997. Pada tahun 2000, kamp ini berganti nama menjadi Wisata Sejarah Galang Batam.

Sejarah

SEJARAH Camp. Vietnam untuk penampungan sekitar 250.000 pengungsi, berawal saat para pengungsi perang asal Vietnam melarikan diri dari negaranya karena konflik yang berkepanjangan.

Pengungsian ini dimulai pada tanggal 29 april 1975, dan dilakukan secara besar – besaran. Ada ratusan ribu warga vietnam yang mengungsi pada saat itu.

Foto pengungsi asal Vietnam di pulau Galang, periode 1980 – 1982. © F. Gaylord Barr/ dokumentasi GoWest.ID

Hal ini terjadi karena kalahnya pasukan AS dan berkuasanya rezim komunis. Para pengungsi meninggalkan Vietnam menggunakan transportasi laut dengan kapal-kapal. Mereka mengarungi lautan tanpa tujuan yang jelas.

Hingga pada akhirnya rombongan pertama pengungsi tiba di pulau Natuna pada tanggal 21 Mei,  tahun 1975.

Rombongan pertama ini berjumlah 75 orang. Semakin hari semakin bertambah jumlah rombongan yang tiba di perairan Kepulauan Riau. Mereka tersebar dimana-mana dengan jumlah yang sangat banyak.

Hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Melihat kondisi para pengungsi yang sangat memprihatinkan, akhirnya PBB melalui UNHCR melakukan rapat dengan beberapa negara di Bangkok dan menetapkan salah satu pulau di Indonesia sebagai tempat pengungsian. Salah satunya di pulau Galang.

Dari pengumpulan di semua lokasi di Indonesia saat itu, akhirnya terkumpul kurang lebih 250.000 jiwa pengungsi.

Kamp pengungsian ini dibuat exclusive dan tertutup bagi orang luar, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit Vietnam Rose yang banyak terjadi semasa perang Vietnam.

Selama dalam pengungsian, seluruh biaya hidup mereka di tanggung oleh UNHCR. Mulai dari biaya makan, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan.

Foto pengungsi asal Vietnam di pulau Galang, periode 1980 – 1982. © F. Gaylord Barr/ dokumentasi GoWest.ID

Di sini juga disediakan sekolah, rumah sakit, pemakaman umum, dan tempat ibadah bagi seluruh Agama. Sistem pengairan juga sangat baik. Ada pipa-pipa besar untuk menyalurkan air dari luar pulau Galang. Sistem kelistrikan juga baik. Bisa dilihat dari tiang-tiang listrik yang masih berdiri di lokasi ini sampai sekarang. Di pengungsian itu juga terdapat penjara bagi para pengungsi yang melakukan kejahatan.

Setelah perang vietnam mereda, mereka pun mulai dikembalikan lagi ke negara asal secara bertahap. Pemulangan ini didukung penuh oleh pemerintah indonesia sejak tahun 1994.

Pengaturan Kamp saat Dioperasikan

Kamp Galang memiliki dua bagian:

  1. Kamp pertama untuk pengungsi baru, yang belum mendapat izin penempatan dari Amerika Serikat atau negara penempatan lainnya.
  2. Setelah ada persetujuan, pengungsi dipindahkan ke Kamp Kedua, di mana mereka mendapat instruksi dalam bahasa Inggris sekaligus informasi budaya di tempat baru. Kamp Kedua juga menampung pengungsi Kamboja yang telah ditampung dan diberi persetujuan di Thailand, yang menyebabkan ketegangan dengan pengungsi Vietnam yang merupakan mayoritas.

Pengaturan dilakukan oleh kepolisian Indonesia. Sementara pekerja sosial dan dan pekerja hukum, disediakan oleh negara partisipan dan PBB.

Hubungan antara pengungsi dan pengawas kepolisian Indonesia tidak selalu mudah. Dari waktu ke waktu ada laporan tentang gesekan besar mengenai kondisi sosial dan administrasi di kamp.

(ham)


Kaitan barelang, batam, galang, Kamp pengungsi, vietnam
Admin 30 September 2025 30 September 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemprov Kepri Siapkan SK Pengangkatan 747 PPPK, 1 Oktober 2025 Diserahkan
Artikel Selanjutnya Kepala BP Batam Kunjungi Singapura, Dorong Penguatan Investasi dan Ekonomi

APA YANG BARU?

Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 10 jam lalu 131 disimak
Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
Artikel 11 jam lalu 146 disimak
Rumah Terbakar di Tanjungpinang, Diduga Akibat Obat Terapi yang Dibakar
Artikel 11 jam lalu 142 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Batam Tembus Rp2,8 Juta/ Gram
Artikel 11 jam lalu 124 disimak
Imigrasi Batam Gagalkan Keberangkatan 1.975 Calon Pekerja Migran Nonprosedural
Artikel 11 jam lalu 117 disimak

POPULER PEKAN INI

Amsakar Lantik 2 Pejabat Eselon II, Geser Ratusan ASN di “Babak Pertama” Rotasi 2026
Artikel 6 hari lalu 502 disimak
“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 1 hari lalu 429 disimak
BP Batam Dukung Pemerintah Pusat: Penataan Lahan & Laut Harus Ada Kepastian Hukum
Artikel 6 hari lalu 411 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 2 hari lalu 322 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
Histori 2 hari lalu 255 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?