RATUSAN jamaah hadir dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di masjid Al-Ishlaah RW 20 Perumahan Cipta Permata, Kelurahan Sadai, Jum’at (23/01/2026) malam.
Peringatan Isra Mi’raj yang digelar pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ishlaah ini bekerjasama dengan Komunitas Riau Indonesia Mengaji dengan menghadirkan penceramah nasional, Habib Ahmad Al Habsy.
Hadir dalam kegiatan, Bagian Kesra Provinsi Kepri yang mewakili Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, Sekcam Bengkong, Firdaus; staf Kelurahan Sadai, seluruh perangkat lingkungan RT/ RW, serta pengurus Yayasan Cipta Permata Batam (YCPB).
Saat hadir ditengah-tengah jamaah, Habib Al Habsyi mengawali tausiyah dengan ucapan terimakasih kepada seluruh Panitia dari DKM Masjid Al-Ishlaah dan tim Komunitas Riau Indonesia Mengaji, yang telah memfasilitasi kegiatan syiar Islam tersebut.
Sebelumnya, dalam sambutnya, Ketua DKM Masjid Al-Ishlaah Nur Helmi, selain menyampaikan progres pembangunan masjid, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) ini adalah yang perdana yang diisi oleh penceramah besar sekelas Habib Ahmad Al Habsyi.
“Bersyukur kepada Allah SWT bahwasanya ini adalah yang pertama kita menyelenggarakan kegiatan PHBI yang akan diisi oleh ulama besar dari Jakarta, Habib Al Habsyi, in sha allah akan membawa keberkahan untuk kita semua” ungkap Nur Helmi dalam sambutanya.
Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan, salahsatu hikmah dan ilmu dari peristiwa diangkatnya Nabi Muhammad SAW dari bumi sampia ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh, adalah pembelarajan bahwa manusia itu tidak boleh punya sifat sombong.
“Kita sebagai manusia biasa, janganlah memiliki sifat sombong. Karena saat nabiyullah Muhammad SAW kembali ke bumi setelah perjalananya ke langit ketujuh dengan waktu yang begitu cepat, diluar nalar manusia, apakah nabi menyombongkan diri?, tidak” ungkap Al Habsyi.
Ia juga memaparkan, selain tidak boleh memiliki sifat sombong, hikmah yang bisa diambil dari Isra Mi’raj adalah manusia harus bersifat tawadhu (rendah diri), sadar diri dan bersifat bijaksana.
“Kita harus sadar, kita tidak ada apa-apanya, kalau tidak ada orang lain. Orang besar karena ada orang kecil. Orang jadi pemimpin, karena ada orang yang dipimpinya” paparnya.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan lelang waqaf Al Qur’an dari Komunitas Riau Indonesia Mengaji, melalui program “Waqaf One Family One Qur’an” kepada para jamaah dengan harga Rp100 ribu per Al Qur’an.
Dimana dari hasil lelang waqaf tersebut, Al Qur’an akan disumbangkan kepada umat muslim didaerah-daerah yang masih membutuhkanya sperti di daerah pulau (hinterland) dll.
Total dari hasil lelang waqaf tersebut, terjual sampai 400 pcs (Al Qur’an) yang dibeli oleh jamaah yang hadir mulai dari jumlah 30 pcs, 20 pcs, 10 pcs, 5 pcs sampai dengan jumlah satuan.
“Jazakumullah, semoga bapak ibu, saudara-saudara kaum muslimin jamaah Al Ishlaah mendapatkan keberkahan. Niatkan sedeqah kita melalui waqaf Qur’an ini untuk memperoleh ridho dari Allah SWT” pungkas Habib Al Habsyi dalam do’a penutupnya.
(zah)


