Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Imigrasi Tanjung Uban Tahan WNA Asal China, Urus Paspor Pake Identitas Palsu
    21 jam lalu
    Terkait Sertifikasi K3, KPK Periksa Beberapa Pimpinan Perusahaan di Batam
    21 jam lalu
    242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
    1 hari lalu
    Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
    2 hari lalu
    UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    2 hari lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    2 hari lalu
    Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
    2 hari lalu
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    3 hari lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    1 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Indonesia dengan Sistem Pendidikan yang Membingungkan

Editor Admin 3 tahun lalu 1.4k disimak

INDONESIA dengan sistem pendidikan yang membingungkan, sebenarnya siapa yang dirugikan? Apakah para siswa yang selalu dijadikan kelinci percobaan untuk kurikulum baru? Atau Indonesia yang secara tidak langsung telah kehilangan penerus bangsa berkualitas karena siswa dibuat kebingungan dengan perubahan kurikulum yang terus terjadi?

Dilihat dari pergantian kurikulum yang masih terus terjadi dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia untuk saat ini masih kurang efektif. Mengapa demikian?

Kurang efektif di sini didasarkan atas sistem pendidikan di Indonesia yang masih memaksakan para siswa untuk bisa menguasai seluruh mata pelajaran yang ada, tanpa memikirkan bahwa setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebenarnya apa tujuan dari pendidikan? Bukankah pendidikan bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan dan meningkatkan minat bakat yang dia miliki sehingga dapat berguna untuk dirinya sendiri, masyarakat, dan negara? Bukan malah terfokus memaksa pelajar untuk mempelajari dan menguasai semua bidang yang ada.

Sebagai contoh seorang guru yang tugas utamanya adalah mengajar saja, hanya mengampu mata pelajaran masing-masing. Namun siswa dituntut untuk bisa mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Lalu di mana letak keadilannya?

Pendidikan yang sebaiknya diterapkan adalah pendidikan yang sejak dini sudah difokuskan untuk menggali potensi apa yang ada di dalam diri siswa. Misalnya pada jenjang SD siswa masih diajarkan semua mata pelajaran untuk mengetahui minat dan bakatnya.

Kemudian di jenjang SMP mulai dijuruskan sesuai minat bakat setiap siswa, sehingga nantinya sewaktu di SMA siswa diberikan mata pelajaran yang langsung berhubungan dengan bidang yang dia minati. Siswa diharapkan sudah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan untuk mengembangkan bakatnya, sehingga ilmu yang dipelajarinya akan berguna setelah lulus.

Siapa sangka Indonesia mengeluarkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka Belajar sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pembelajaran saat pandemi Covid-19. Sebenarnya apa sih Kurikulum Merdeka Belajar itu?

Berdasarkan Buku Saku Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten belajar akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk menguatkan kompetensi.

Saat ini sudah banyak sekolah yang ikut uji coba melaksanakan kurikulum ini. Walau begitu, sekolah tetap diberikan wewenang untuk memutuskan menggunakan kurikulum baru atau tetap menggunakan kurikulum yang lama.

Sayang, sikap Mendikbudristek yang tidak mewajibkan penggunaan kurikulum baru ini menimbulkan pemikiran bahwa Kemendikbudristek seolah tidak memikirkan kualitas siswa di tahun mendatang, karena kurikulum baru ini masih dalam tahap uji coba.

Memang benar tidak akan terjadi masalah jika uji coba berjalan lancar. Namun jika mengalami kegagalan bukankah akan berimbas pada menurunnya kualitas para siswa yang telah dijadikan bahan uji coba untuk kurikulum baru ini?

Aspek yang paling mendasar adalah aspek sumber daya manusia yang belum matang. Misalnya pada kurikulum baru ini guru dituntut untuk mempelajari materi pembelajaran secara mandiri melalui media Merdeka Belajar yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Padahal faktanya, saat ini masih banyak guru lanjut usia yang buta akan teknologi. Jika kualitas gurunya saja belum memadai, maka sesempurna apapun rancangan kurikulum baru yang dibuat, hasil pendidikannya tetap tidak akan maksimal.

Selanjutnya akan dibahas mengenai tujuan para siswa setelah menyelesaikan SMA adalah untuk melanjutkan pendidikan di tingkat perkuliahan. Untuk memasuki dunia perkuliahan siswa kelas akhir SMA perlu menyiapkan ujian untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ambil contoh lulusan tahun ini, tes untuk masuk PTN hanya menggunakan Tes Potensi Skolastik (TPS) saja. Sebenarnya apa itu TPS? Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah bentuk ujian masuk perguruan tinggi yang dilakukan untuk mengukur kemampuan kompetensi kognitif, logika, penalaran matematika, serta literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Lalu muncul pertanyaan, selama 12 tahun para siswa dituntut untuk mempelajari dan menguasai semua mata pelajaran seperti kimia, fisika, biologi, seolah menjadi tidak ada gunanya?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang saat ini menjadi tugas pemerintah untuk dapat menyiasati supaya para siswa di SMA dengan semua mata pelajaran yang harus dikuasai tidak kehilangan gairah belajar.

Diharapkan juga pemerintah bisa memikirkan lagi sistem seleksi Perguruan Tinggi Negeri untuk lulusan berikutnya yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar apakah masih cocok menggunakan TPS atau perlu dilakukan peninjauan ulang.

Apapun yang menjadi keputusan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan dan mencapai tujuan yang diingkan. Sebab, pada dasarnya bukan hanya siswa yang dirugikan akibat adanya pergantian kurikulum yang terus-menerus terjadi, namun pemerintah juga akan dirugikan karena telah kehilangan calon penerus bangsa yang berkualitas.

(ham/batambuzzcom)

Seperti ditulis Enindya Ageng Pangesti di laman Kumparan : “Indonesia dengan Sistem Pendidikan yang Membingungkan”

Kaitan indonesia, netizen, Sistem pendidikan
Admin 31 Maret 2023 31 Maret 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Trik Berbisnis untuk Orang Introvert
Artikel Selanjutnya Rudi Lantik 275 Pejabat, Rudi Panjaitan Jadi Kadis Kominfo dan Imam Tohari Jadi Kasatpol PP

APA YANG BARU?

Imigrasi Tanjung Uban Tahan WNA Asal China, Urus Paspor Pake Identitas Palsu
Artikel 21 jam lalu 190 disimak
Terkait Sertifikasi K3, KPK Periksa Beberapa Pimpinan Perusahaan di Batam
Artikel 21 jam lalu 210 disimak
242 KK Telah Menempati Kawasan Hunian Baru di Rempang Eco-City
Artikel 1 hari lalu 254 disimak
Terlibat Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur, WNA Malaysia Ditangkap Polisi
Artikel 2 hari lalu 234 disimak
UPTD PPA Batam Berikan Konseling Pada Anak Terindikasi Jaringan Terosrisme
Artikel 2 hari lalu 247 disimak

POPULER PEKAN INI

Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 6 hari lalu 773 disimak
“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 6 hari lalu 727 disimak
MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
Pendidikan 6 hari lalu 685 disimak
Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
Sports 5 hari lalu 550 disimak
Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
Artikel 6 hari lalu 529 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?