Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
    7 jam lalu
    Proyek Rekonstruksi Dimulai, Jalan Bintang Tanjung Uncang Ditutup Total Selama Lima Bulan
    8 jam lalu
    Pria di Batam Bacok Korban Menggunakan Parang di Parkiran Hotel
    8 jam lalu
    Tertib Administrasi atau Siasati Data Pengangguran?
    8 jam lalu
    Angka Kecelakaan Lalulintas di Batam Meningkat, Kematian di Jalan Turun
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Hujan Gol di Miami, Inggris Tekuk Prancis 6-4
    21 jam lalu
    Workshop Literasi Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
    2 hari lalu
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    4 hari lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    5 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    3 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Indonesia dengan Sistem Pendidikan yang Membingungkan

Editor Admin 3 tahun lalu 1.5k disimak

INDONESIA dengan sistem pendidikan yang membingungkan, sebenarnya siapa yang dirugikan? Apakah para siswa yang selalu dijadikan kelinci percobaan untuk kurikulum baru? Atau Indonesia yang secara tidak langsung telah kehilangan penerus bangsa berkualitas karena siswa dibuat kebingungan dengan perubahan kurikulum yang terus terjadi?

Dilihat dari pergantian kurikulum yang masih terus terjadi dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan di Indonesia untuk saat ini masih kurang efektif. Mengapa demikian?

Kurang efektif di sini didasarkan atas sistem pendidikan di Indonesia yang masih memaksakan para siswa untuk bisa menguasai seluruh mata pelajaran yang ada, tanpa memikirkan bahwa setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebenarnya apa tujuan dari pendidikan? Bukankah pendidikan bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan dan meningkatkan minat bakat yang dia miliki sehingga dapat berguna untuk dirinya sendiri, masyarakat, dan negara? Bukan malah terfokus memaksa pelajar untuk mempelajari dan menguasai semua bidang yang ada.

Sebagai contoh seorang guru yang tugas utamanya adalah mengajar saja, hanya mengampu mata pelajaran masing-masing. Namun siswa dituntut untuk bisa mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran. Lalu di mana letak keadilannya?

Pendidikan yang sebaiknya diterapkan adalah pendidikan yang sejak dini sudah difokuskan untuk menggali potensi apa yang ada di dalam diri siswa. Misalnya pada jenjang SD siswa masih diajarkan semua mata pelajaran untuk mengetahui minat dan bakatnya.

Kemudian di jenjang SMP mulai dijuruskan sesuai minat bakat setiap siswa, sehingga nantinya sewaktu di SMA siswa diberikan mata pelajaran yang langsung berhubungan dengan bidang yang dia minati. Siswa diharapkan sudah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan untuk mengembangkan bakatnya, sehingga ilmu yang dipelajarinya akan berguna setelah lulus.

Siapa sangka Indonesia mengeluarkan kurikulum baru, yaitu Kurikulum Merdeka Belajar sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah pembelajaran saat pandemi Covid-19. Sebenarnya apa sih Kurikulum Merdeka Belajar itu?

Berdasarkan Buku Saku Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten belajar akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk menguatkan kompetensi.

Saat ini sudah banyak sekolah yang ikut uji coba melaksanakan kurikulum ini. Walau begitu, sekolah tetap diberikan wewenang untuk memutuskan menggunakan kurikulum baru atau tetap menggunakan kurikulum yang lama.

Sayang, sikap Mendikbudristek yang tidak mewajibkan penggunaan kurikulum baru ini menimbulkan pemikiran bahwa Kemendikbudristek seolah tidak memikirkan kualitas siswa di tahun mendatang, karena kurikulum baru ini masih dalam tahap uji coba.

Memang benar tidak akan terjadi masalah jika uji coba berjalan lancar. Namun jika mengalami kegagalan bukankah akan berimbas pada menurunnya kualitas para siswa yang telah dijadikan bahan uji coba untuk kurikulum baru ini?

Aspek yang paling mendasar adalah aspek sumber daya manusia yang belum matang. Misalnya pada kurikulum baru ini guru dituntut untuk mempelajari materi pembelajaran secara mandiri melalui media Merdeka Belajar yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Padahal faktanya, saat ini masih banyak guru lanjut usia yang buta akan teknologi. Jika kualitas gurunya saja belum memadai, maka sesempurna apapun rancangan kurikulum baru yang dibuat, hasil pendidikannya tetap tidak akan maksimal.

Selanjutnya akan dibahas mengenai tujuan para siswa setelah menyelesaikan SMA adalah untuk melanjutkan pendidikan di tingkat perkuliahan. Untuk memasuki dunia perkuliahan siswa kelas akhir SMA perlu menyiapkan ujian untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Ambil contoh lulusan tahun ini, tes untuk masuk PTN hanya menggunakan Tes Potensi Skolastik (TPS) saja. Sebenarnya apa itu TPS? Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah bentuk ujian masuk perguruan tinggi yang dilakukan untuk mengukur kemampuan kompetensi kognitif, logika, penalaran matematika, serta literasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Lalu muncul pertanyaan, selama 12 tahun para siswa dituntut untuk mempelajari dan menguasai semua mata pelajaran seperti kimia, fisika, biologi, seolah menjadi tidak ada gunanya?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang saat ini menjadi tugas pemerintah untuk dapat menyiasati supaya para siswa di SMA dengan semua mata pelajaran yang harus dikuasai tidak kehilangan gairah belajar.

Diharapkan juga pemerintah bisa memikirkan lagi sistem seleksi Perguruan Tinggi Negeri untuk lulusan berikutnya yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar apakah masih cocok menggunakan TPS atau perlu dilakukan peninjauan ulang.

Apapun yang menjadi keputusan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan dan mencapai tujuan yang diingkan. Sebab, pada dasarnya bukan hanya siswa yang dirugikan akibat adanya pergantian kurikulum yang terus-menerus terjadi, namun pemerintah juga akan dirugikan karena telah kehilangan calon penerus bangsa yang berkualitas.

(ham/batambuzzcom)

Seperti ditulis Enindya Ageng Pangesti di laman Kumparan : “Indonesia dengan Sistem Pendidikan yang Membingungkan”

Kaitan indonesia, netizen, Sistem pendidikan
Admin 31 Maret 2023 31 Maret 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Trik Berbisnis untuk Orang Introvert
Artikel Selanjutnya Rudi Lantik 275 Pejabat, Rudi Panjaitan Jadi Kadis Kominfo dan Imam Tohari Jadi Kasatpol PP

APA YANG BARU?

Krisis Sampah Batam: Armada Minim dan TPA Telaga Punggur Kian Over Kapasitas
In Depth 7 jam lalu 119 disimak
Proyek Rekonstruksi Dimulai, Jalan Bintang Tanjung Uncang Ditutup Total Selama Lima Bulan
Artikel 8 jam lalu 109 disimak
Pria di Batam Bacok Korban Menggunakan Parang di Parkiran Hotel
Artikel 8 jam lalu 105 disimak
Tertib Administrasi atau Siasati Data Pengangguran?
Artikel 8 jam lalu 105 disimak
Hujan Gol di Miami, Inggris Tekuk Prancis 6-4
Sports 21 jam lalu 139 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 5 hari lalu 410 disimak
Lahan Tidur 2 Tahun di Batam Bakal Dicabut
Artikel 6 hari lalu 285 disimak
Penolakan Lahan Sekolah Rakyat di Pulau Rempang
In Depth 3 hari lalu 284 disimak
PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
Artikel 2 hari lalu 271 disimak
Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
Tokoh 3 hari lalu 268 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?