KEHADIRAN jaringan gas (Jargas) memberikan dampak positif bagi warga Batam. Salah seorang warga Tunas Regency Cluster Lavender di Batuaji, Oktavia mengaku sudah 3 minggu menggunakan jargas dan banyak merasakan manfaat positif.
Selain Oktavia, Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat sebanyak 50 rumah warga di perumahan tersebut telah terpasang jargas hingga November 2022.
“Setelah mendapat jargas dari PGN di rumah ini, kami merasa dimudahkan. Dan hari ini sudah berjalan 3 mingguan,” kata Oktavia saat ditemui di rumahnya, Rabu (14/12).
Keunggulan jargas yakni pengeluaran untuk biaya gas bisa ditekan, sehingga menjadi lebih hemat. Sebelumnya dalam sebulan saja, ia membutuhkan 3 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram untuk keperluan memasak. Jargas juga mampu menghemat waktu, karena tidak perlu lagi berkeliling perumahan untuk mencari gas elpiji.
“Sebenarnya, jargas ini lebih aman dan nyaman. Mengingat, tak perlu khawatir terjadi kebocoran gas seperti saat memasang tabung gas 3 kg. Karetnya itu loh pak, yang bikin resah. Kini dengan adanya jargas kami jadinya nyaman dan apinya lebih biru dari biasanya,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Staf Sales Citigas PGN Batam, Romel Simanjuntak mengatakan terdapat sekitar 500 pelanggan di wilayah Batuaji untuk pemasangan 2022. Sementara di 2021, ada 1.329 pelanggan.
“Jumlah ini (2022) tersebar di beberapa wilayah. Diantaranya Perumahan Bambu Kuning, Buana Raya, Graha Nusa Batam, Muka kuning Indah 2, Sentosa Perdana , Syarof Padjajaran, Villa Muka kuning dan Merati Subur,” tegasnya.
Dengan demikian, maka sudah ada 5.830 jargas yang masuk perumahan warga untuk wilayah Batam sampai November 2022.
Sebagai informasi, jargas dibangun oleh pemerintah di daerah yang memiliki sumber gas, infrastruktur pasok gas bumi, dan terdapat ketersediaan pengguna.
Dengan adanya jargas, masyarakat juga memperoleh keuntungan sisi finansial karena harga gas bumi lebih murah dari LPG. Setiap bulannya, penghematannya bisa mencapai sekitar Rp 50 ribu per keluarga.
Manfaat lainnya, gas bumi adalah bahan bakar yang ramah lingkungan dan tersedia setiap saat. Masyarakat tidak perlu keluar rumah mencari gas elpiji atau minyak tanah dan kayu bakar, jika sewaktu-waktu kehabisan gas (leo).


