Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Ringkus 3 Tersangka Jambret di Wilayah Nongsa
    16 jam lalu
    PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
    16 jam lalu
    PN dan Disdukcapil Tanjungpinang Uji Coba Sidang Adminduk di MPP
    19 jam lalu
    Bobol Rumah di Bintan, Dua Tersangka Pelaku Diamankan
    20 jam lalu
    Terlibat Trading Bodong, 92 Warga Tiongkok Dideportasi dan Dicekal Seumur Hidup
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Workshop Literasi untuk Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
    16 jam lalu
    Kalahkan Inggris 2-1, Argentina Berpeluang Back to Back Juara Dunia
    2 hari lalu
    Dominasi Pertandingan, Matador Spanyol Melangkah ke Final Usai Hentikan Prancis
    3 hari lalu
    Full Big Match, Semifinal Piala Dunia 2026 Laga Antar Para Jawara
    4 hari lalu
    SD-SMP Negeri di Batam Wajib Terima Siswa Berkebutuhan Khusus
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    19 jam lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    2 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    2 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    2 minggu lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara itu Membelah Teluk Brunei

Editor Admin 6 tahun lalu 7k disimak

BEBERAPA kali kami ke Brunei. Negeri ke-5 terkaya di Dunia dari 182 negara yang ada. Tak terlihat ada bangunan pencakar langitnya. Di sana pun tak ada jalan tol.

Mungkin agaknya karena penduduknya tak begitu banyak. Tak sampai 500 ribu orang.

Brunei terdiri dari dua bagian wilayah, sekitar hampir 6000 kilometer persegi terletak di sebelah Barat di Bandar Seri Begawan itu dihuni sebagian besar penduduknya, lebih 400 ribu orang.

Di Temburong pula, wilayah bagian timur, luas wilayahnya sekitar 1000 kilometer persegi, dihuni sekitar belasan ribu orang saja.

Dua bagian wilayah ini terpisah oleh negara bagian Sarawak Malaysia.

Salah satu wilayah enclave yang ada di Dunia ya Temburong Brunei ini pula.

Bila orang Bandar nak ke Temburong
sebelum ini ada dua cara yaitu :
Pertama melalui jalan darat keluar dari pos imigrasi di Kuala Lurah Brunei dan masuk melintasi daerah Limbang Sarawak Malaysia, kemudian baru ke Temburong dengan 4 kali cap paspor.

“Jarak tempuh 100 KM dengan waktu tempuh 1-1.30 jam kalau tidak terjadi antrian panjang.” Tulis Prof. Gamal Zakaria.

Beliau salah seorang Guru Besar di Universitas Brunei. Putra asal Bengkalis Riau yang sudah puluhan tahun bermastautin di sana.

Cara kedua menaiki speed boat dari Bandar Seri Begawan ke Temburong lebih kurang 45 menit merentasi Teluk dan Sungai Brunei.

Peta pulau Kalimantan

Rencana kami bersama rekan dari Sabah Malaysia, Tuan Akiah Barabag dan beberapa teman yang lain hendak buat Trip Expedisi to Borneo merentasi dari Kalimantan Barat Pontianak, Kalimantan Selatan hingga ke Kalimantan Timur lanjut ke Sabah, Brunei dan last point di Sarawak pada bulan Maret 2020 yang lalu.

Hajat belum terlaksana, pandemi covid 19 membuat sempadan negara di-lockdown.

Namun komunikasi tetap berlanjut, terutama kepada teman dan sejawat yang hendak kami singgahi dalam ekspedisi itu.

“Baru selesai dari Temburong ustadz.” demikian prof. Gamal mengabarkan padaku.

“Selesai antar anak ke sekolah lanjut ke Temburong sarapan di sana dah tu balik ke Bandar jemput anak lagi.” Ujarnya lagi.

Sejak ada Jembatan antara Bandar Seri Begawan dengan Temburong, orang Bandar nak sarapan pun ke Temburong.

Temburong adalah daerah penghasil udang galah.

Jembatan Temburong

ITULAH negeri kaya ini. Mereka tak masalah dengan biaya untuk kemasylahatan rakyatnya, termasuk membangun jembatan.

Jembatan Sultan Omar Ali Saifuddien di Brunei Darussalam, Foto : © Imbalo Batam

Jembatan itu diberi nama Jembatan Sultan Omar Ali Saifuddien. Panjang jembatan 30 KM, menghubungkan Bandar Seri Begawan dan Daerah Temburong. Jembatan ini merentasi Teluk Brunei.

“Pembukaan jembatan ini sempena Hari Jadi Sultan yang Ke 74 tahun. Waktu tempuh dari Bandar Seri Begawan ke Temburong hanya 25 menit.” Tulis prof Gamal kepadaku. Kami acap berkomunikasi melalui Medsos.

Profesor yang keluarga besarnya masih banyak di Bengkalis ini adalah anak sudare dari Haji Ahmad Karim Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia MUI provinsi Kepri.

Dengan adanya Jembatan yang menghubungkan Bandar dan Temburong, membawa berkah bagi penduduk Temburong. Saat ini daerah Temburong sudah mulai menggeliat dan mengorak langkah ke hadapan.

“Perkembangan sosio-ekonomi sangat dirasakan oleh penduduk di daerah ini. Pekan Bangar kini telah berubah. Yang dulu agak sepi kini telah ramai dikunjungi oleh orang tempatan. Apatah lagi di hujung minggu. Perekonomian rakyat semakin maju dan berkembang.” tulisnya lagi.

Pekan Bangar adalah ibukota Temburong.
Kami pernah ke Temburong, sebagian wilayahnya terletak sekitar 1500 meter di atas permukaan laut. Jadi, wilayahnya itu lumayan sejuk.

Temburong juga terkenal dengan daerah yang masih asri dan hijau.

Banyak tempat menarik untuk dikunjungi seperti hutan, sungai dan fauna dan flora yang masih asli.

Temburong juga terkenal dengan hasil-hasil pertanian dan makanan. Pengunjung yang datang ke Temburong tak akan melepaskan peluang untuk membeli beras, pulut, wajid Temburong serta sayur-sayuran yang merupakan hasil utamanya.

Begitu juga dengan makanan tradisionalnya. Udang Galang yang kini diolah menjadi menu favorit : Mie Rebus Udang Galah, Burger Udang Galah dan banyak lagi serba udang Galah.

Teluk Brunei berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Teluk itu tempat habitat Udang Galah, mungkin karena air teluk yang bercampur dengan air tawar dari sungai, cocok untuk jenis udang galah beranak pinak.

“Kami sudah aktifitas seperti biasa ustadz,” tulis prof Gamal lagi.

“Hanya saja tetamu masih di batasi. Datanglah lagi ke Brunei, pelawanya lagi. Kami sudah pindah rumah baru. Alhamdulillah lebih besar dari yang kemarin”.

Foto : © Imbalo Batam

Yang kemarin saja sudah demikian besar rumahnya. Aku tak tahu jumlah biliknya sewaktu kami bermalam menginap di rumah menantu orang Brunei ini.
Saya masih pasport Indonesia tetapi sudah dapat IC merah. Anak anak ikut ibunya WN Brunei,” ucapnya padaku saat kutanya.

Saat beliau ke Batam pun menjadi tamuku pula …

(*)

* Seperti ditulis oleh Imbalo Iman Sakti 
di akun jejaringnya

Kaitan Brunei, netizen, Temburong, top
Admin 28 September 2020 28 September 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Janda Bolong Yang Lagi Naik Daun
Artikel Selanjutnya Polemik “Cuti-Tak Cuti” Rudi

APA YANG BARU?

Workshop Literasi untuk Para Ibu untuk Perkuat Karakter Anak
Pendidikan 16 jam lalu 134 disimak
Polisi Ringkus 3 Tersangka Jambret di Wilayah Nongsa
Artikel 16 jam lalu 130 disimak
PMII Minta Polisi Periksa Tiga Anggota DPRD Batam
Artikel 16 jam lalu 154 disimak
Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
Tokoh 19 jam lalu 149 disimak
PN dan Disdukcapil Tanjungpinang Uji Coba Sidang Adminduk di MPP
Artikel 19 jam lalu 146 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca, Rabu-Kamis Batam Berawan Tidak Berpotensi Hujan
Artikel 3 hari lalu 376 disimak
“Dari Puncak Dai ke Buitenzorg: 7 Bulan Menjelajah Riau Lingga”
Histori 6 hari lalu 348 disimak
Inggris Bertemu Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Sports 6 hari lalu 322 disimak
Dilarang Ngutangi Kawan Kantor!: Aturan PNS Singapura
Catatan Netizen 6 hari lalu 310 disimak
Komplotan Curanmor Pakai Mobil Digagalkan, Tiga Pelaku Diringkus Polsek Nongsa
Artikel 6 hari lalu 282 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?