SEBANYAK 36 gerobak pedagang makana kaki lima, mulai beraktifitas di kawasan Street Food Kuliner Bintan Center. Kawasan kuliner itu dikelola oleh BUMD kota Tanjungpinang.
“Kita baru launching ini dengan ada 36 gerobak. Jadi yang jelas kebersihan kita jaga, kuliner kalau bisa bermacam ragam,” jelas Direktur BUMD Tanjungpinang Windrasto Dwi Guntoro.
Dirinya melanjutkan dikarenakan first time pelaku UMKM berjualan di kawasan Street Food Kuliner Bintan Center, pihaknya mengatur sedemikian rupa dengan mengikuti aturan sehingga bisa menjadi tempat seperti di Malioboro Jogyakarta.
“Terutama kita bersinergi dengan pemilik ruko biar sama sama mendapatkan hasilnya, dan dampak dari Street Food Kuliner ini supaya mereka juga bisa berkolaborasi untuk mendapatkan keuntungan,” ujarnya.
Untuk saat ini, Guntoro mengungkapkan baru 31 gerobak yang terisi namun ada beberapa masih kosong.
Untuk biaya sewa lapak, Guntoro menuturkan per hari Rp15 – 20 ribu plus pajak diperkirakan pedagang membayar sewa dalam satu bulan Rp555 ribu.
“Rp555 ribu ini untuk kebersihan, air, keamanan, biaya listrik supaya semuanya terjaga,” ucapnya.
Sementara terkait keuntungan yang didapatkan pada kawasan Street Food Kuliner Bintan Center sangat kecil dibandingkan pendapatan Akau Potong Lembu.
“Kalau pendapatan karena hanya 36 pedagang itu pasti keuntungan lebih kecil, berbeda sama Akau. Akau itu 85 pedagang, tapi di sini 36 pedagang paling untungnya sebulan Rp7 jutaan,” ujarnya.
(nes)


