KEBAKARAN hutan yang terjadi di kawasan hutan lindung Taman Lestari, Kibing, Batu Aji, Batam, masih belum teratasi sepenuhnya.
Peristiwa ini meninggalkan kerusakan hutan yang sangat serius, hamparan hutan berhektar-hektar yang dilahap api, kini berubah menjadi lahan gundul yang menghitam.
Hingga hari Senin (9/02/20260, api belum sepenuhnya padam. Selain itu, titik-titik api kecil masih tampak menyala di sejumlah lokasi, sementara asap tipis terus mengepul dari balik pepohonan yang tersisa.
Dari ketinggian bukit, terlihat jelas satu sisi bukit telah terbakar habis dan berubah hitam pekat.
Diwaktu yang sama, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari BP Batam dan sejumlah instansi terkait lainya, terus berjibaku memadamkan kebakaran yang telah berlangsung sekitar 18 jam sejak Sabtu (7/02/2026) siang.
Petugas mulai melakukan pemadaman sejak pukul 14.00 WIB. Namun hingga Senin, 9 Februari 2026, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Dari enam titik api yang terdeteksi, lima titik berhasil dikendalikan. Namun demikian, satu titik api masih tersisa di kawasan perbukitan dengan lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau petugas.
Pemadaman dilakukan menggunakan armada mobil pemadam kebakaran serta secara manual. Kondisi medan yang berat dan jarak tempuh yang ekstrem menyebabkan armada tidak mampu menjangkau seluruh titik kebakaran.
“Sebagian pemadaman kami lakukan secara manual karena medan tidak memungkinkan armada masuk Karena CC mobil pemadam dan tangkinya cukup besar sekitar 10.000 liter,” Ungkap Kepala Seksi (Kasi) Aset Instalasi Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, Agus Saragi.
Untuk mencegah api meluas, petugas juga memotong kayu dan ranting guna memutus jalur rambatan api di dalam kawasan hutan.
Kebakaran ini bahkan sempat mengancam permukiman warga, khususnya di wilayah Bukit Rindang. Namun berkat kerja keras petugas, api berhasil dipadamkan pada Minggu malam.
“Warga setempat pun mengaku lega dan berterima kasih atas upaya cepat petugas. Bahkan hari ini sebagian petugas belum tidur,” katanya menambahkan.
Dalam upaya pemadaman ini, BP Batam menurunkan enam unit armada pemadam dengan total sekitar 85 personel dari Subdit Mitigasi dan Penanggulangan Kebakaran (MPK) BP Batam serta Direktorat Pengamanan.
Selain itu, proses pemadaman turut melibatkan Pemerintah Kota Batam, Kepolisian, Manggala Agni, Brimob, hingga TNI.
Sampai saat ini, petugas terus melakukan pemadaman lanjutan serta patroli intensif untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
BP Batam pun berharap hujan segera turun guna membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau.
Sementara itu, cuaca panas berkepanjangan disertai minimnya curah hujan diduga menjadi pemicu utama kebakaran.
Meski demikian, penyebab pasti peristiwa ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
(*)


