INDONESIA kembali merebut piala Thomas setelah di final mrngalahkan lawan tangguh China yg juga juara bertahan di Stadion Negara Kuala Lumpur, 18 Mei 1984.
Cina di masa itu kuat di tunggal putra. Sedangkan Indonesia lebih diunggulkan di pertandingan ganda. Format pertandingan adalah 3 tunggal dan 2 ganda.
Suporter tim China yang asli memang tidak sebanyak dan segarang suporter Indonesia. Akan tetapi Cina didukung oleh suporter Malaysia, sang seteru abadi !
Suporter Indonesia yang ditaksir berjumlah 3.000-an dari total 10.000 penonton seketika meledak dalam euforia setelah di partai terakhir menang atas ganda China. Ratusan orang turun dari tribun, berlarian masuk lapangan untuk bermain kejar-kejaran dengan petugas.

Lim Swie King terisak dibahu ofisial Tan Yoe Hok. Tokoh seperti Sri Sultan HB IX menghampiri Kartono dan memeluknya. Pemain putri Ivanna Lie bersama Yanti Kusmiati sambil membawa Sang Merah Putih terlihat berlari melakukan “victory lap ” yang gagal diselesaikan karena dihentikan oleh petugas.

Malam itu Stadion Negara Kuala Lumpur berubah menjadi Stadion Gelora Bung Karno !
Hasil pertandingan :
Liem Swee King vs Luan Jin (15-7, 11-15, 10-15), Hastomo Arbi vs Han Jian (14-17, 15-6, 15-8), Icuk Sugiarto vs Yang Yang (9-15,10-15), Christian/Hadibowo vs He Sangquan/Jiang Guoliang (18-14,15-10), Kartono/King vs Sun Zhian/Tian Bingyi (18-14, 15-12)
(*)