DALAM rangka memperkuat pengawasan dan kewaspadaan terhadap potensi peredaran gelap narkotika lintas negara melalui jalur laut, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, melakukan peninjauan langsung di tiga pelabuhan strategis yang ada di Kota Batam, Sabtu (17/01/2026) lalu.
Ketiga pelabuhan yang dikunjungi adalah, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Internasional Batam Center, dan Pelabuhan Harbour Bay, Batu Ampar.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BNN RI meninjau kesiapan sarana dan prasarana pengamanan, sistem pengawasan penumpang dan barang, serta pola koordinasi antarinstansi yang bertugas di pelabuhan.
“Pelabuhan internasional merupakan titik krusial yang rawan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkotika sebagai jalur masuk dan transit peredaran gelap narkotika ke wilayah Indonesia” jelas Suyudi Ario dalam keterangan resminya di BNN.go.id.
Kepala BNN RI juga menyampaika, bahwa penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk negara harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi yang solid antara BNN, aparat penegak hukum, pengelola pelabuhan, serta instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dan pertukaran informasi yang cepat dan akurat guna mengantisipasi berbagai modus operandi penyelundupan narkotika yang terus berkembang.
Suyudi meminta seluruh pihak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi jaringan narkotika untuk beroperasi.
Melalui peninjauan ini, Kepala BNN RI berharap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di wilayah Kepulauan Riau, dapat semakin optimal dalam melindungi masyarakat serta menjaga kedaulatan negara dari ancaman narkotika lintas negara. (*)


