Hubungi kami di

Ini Batam

Kepala BP Batam Bersama Forkopimda Kepri Tinjau Tempat Isolasi Terpadu Asrama Haji Batam

Terbit

|

Kunjungan Kepala BP Batam bersama Forkopimda Kepri di Asarama Haji Batam Centre. Poto :@Ist.

FORUM Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkpimda) Provinsi Kepulauan Riau bersama bersama Walikota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, meninjau lokasi karantina orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Asrama Haji Batam, Jum’at (28/5) kemarin.

Tampak hadir meninjau dari Forkopimda Provinsi Kepri, Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Aris Budiman; Danlantamal IV, Laksma TNI Indarto Budiarto; Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, dan lainnya.

Walikota Batam/Kepala BP Batam didampingi Kepala Dinas Kesehatan Pemko Batam dan General Manajer Bunian Gedung Aset dan Taman (HGAT) BP Batam, Herawan, yang diwakili oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan HGAT, Juhardi.

BACA JUGA :  Menjelang Hari Kemerdekaan, Sudah Ada 77.090 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Manajer Operasional dan Pemeliharaan HGAT, Juhardi SE, mengatakan, tujuan peninjauan tersebut adalah untuk mengecek proses pelaksanaan penanganan pasien OTG Covid-19 di Asrama Haji Batam, kesiapan petugas pelayanan, dan sekaligus memberikan bingkisan kepada para pengurus Posko PPKM Mikro.

“Tujuan peninjauan langsung tersebut adalah untuk mengecek kesiapan asrama haji Batam sebagai pusat karantina OTG Covid-19 warga Batam dan kesiapan petugas,” ujar Juhardi.

“Saat kunjungan kemarin, Bapak Muhammad Rudi telah memberikan arahan agar pelaksanaan karantina terpadu OTG di Asrama Haji dapat berjalan maksimal dan perlu didukung penuh guna menekan penyebaran virus Korona,” imbuh Juhardi.

Juhardi juga mengatakan, sesuai dengan arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pihaknya telah melengkapi sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh para pasien OTG dan petugas.

BACA JUGA :  Mutasi dan Alih Tugas Jajaran Personil Polda Kepri

Pengadaan sarana pendukung lainnya, antara lain perlengkapan tidur dan perlengkapan mandi yang dibutuhkan, dan juga telah dilakukan pemagaran di sekeliling gedung Shafa dan Marwa, dan juga Rhaudah, sejak Kamis (26/5/2021) lalu.

“Pemagaran ini bertujuan untuk membatasi pergerakan para pasien OTG agar tidak ke luar dari area tempat mereka melakukan karantina. Begitu juga agar area tersebut tidak dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Sehingga dapat lebih mudah terpantau oleh petugas,” kata Juhardi. (*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid