Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Salurkan 33 Ribu Liter di Teluk Sebong
    3 jam lalu
    Kepala BP Apresiasi Kinerja Koperasi Karyawan (Kopkar) BP Batam
    7 jam lalu
    Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadhan, Pemkab Karimun Gelar Bazar Pangan Murah
    7 jam lalu
    Penganiayaan di Pelabuhan Punggur: Supir Truk Melapor ke Polisi
    8 jam lalu
    Pengemudi Ojek Online Ditemukan Meninggal di Batam
    10 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Aksi Tanam Pohon di Kebun Raya, Dukung Program Gema Batam Asri
    19 jam lalu
    Jam Belajar Siswa di Batam Selama Ramadan 1447 Hijriah
    4 hari lalu
    Edukasi Hukum untuk Pelajar di Batam; Jaksa Masuk Sekolah
    4 hari lalu
    Kebakaran Hutan Taman Lestari, Bukit Hijau Berubah Jadi Hitam
    6 hari lalu
    Desa Wisata Pengudang Bintan, Bangkit Dengan Program Mangrove Nursery
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    1 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
    #ComingSoon Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Ketika Bayi Lahir Dari Hasil Pembuahan 3 Orangtua

Editor Redaksi 9 tahun lalu 2.4k disimak

SEORANG bayi laki-laki di Meksiko pada  April 2016 lalu, menggemparkan dunia.

Daftar Isi
Mengapa ada yang melakukan pembuahan bayi dari tiga orangtua?Bagaimana proses merencanakan kehamilan dari tiga orangtua?Apa bedanya teknik ini dengan program bayi tabung biasa?Mengapa teknik “tiga orangtua” dikatakan kontroversial?

Bayi tersebut merupakan kelahiran sukses pertama dari sebuah metode pembuahan yang cukup kontroversial: tiga orangtua.

Artinya, anak laki-laki ini membawa informasi DNA dari tiga orang yang berbeda.

Apakah hal itu memang bisa terjadi? Berikut penjelasa ilmiahnya seperti yang kami lansir dari laman helosehat.com.

Mengapa ada yang melakukan pembuahan bayi dari tiga orangtua?

Ibu dan ayah anak tersebut adalah pasangan asal Yordania yang telah kehilangan dua anak dari kehamilan sebelumnya akibat penyakit genetik langka yang disebut sindrom Leigh. Sang ibu membawa gen untuk penyakit ini di dalam DNA mitokondrianya. Jika mitokondria tidak bekerja dengan benar, sel bisa mati. Akibatnya, fungsi jantung, otak, otot, hati, dan paru-paru dapat sangat terganggu.

Seorang anak akan mewarisi rantai DNA dari kedua orangtuanya, tapi mereka hanya mewarisi DNA mitokondria dari pihak ibu sehingga jika genetik ibu membawa mutasi pada DNA-nya, calon bayi dapat mengembangkan berbagai kondisi medis yang mengancam jiwa. Penyakit mitokondria cenderung timbul pada masa kanak-kanak dan terus memburuk seiring waktu, berakibat fatal bahkan sebelum menginjak dewasa — sering membunuh bayi dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Komplikasi penyakit mitokondria termasuk stroke, kejang, kebutaan, tuli, diabetes, penyakit Parkinson, dan gagal otot.

Wanita yang berisiko mewarisi mutasi ini memiliki beberapa pilihan terbatas jika mereka ingin melahirkan anak yang sehat. Penyakit bawaan mitokondria tidak memiliki pengobatan, dan memengaruhi sekitar 1 per 6.500 bayi dalam bentuk yang lebih serius.

Bagaimana proses merencanakan kehamilan dari tiga orangtua?

Bayi itu diciptakan melalui program IVF (in vitro fertilization) alias bayi tabung, prosedur yang melibatkan tiga orang: ibu, ayah dan donor. Para ilmuwan mengambil DNA dari inti sel telur ibu dan memasukkan materi genetik tersebut ke dalam sel telur donor. Hasilnya adalah telur “rancangan baru” dengan DNA mitokondria dari donor yang sehat dan DNA inti dari ibu. Telur itu kemudian dibuahi dengan sperma dari ayah di luar rahim ibu sampai menjadi embrio. Kemudian, embrio ditanamkan kembali ke dalam rahim ibu, untuk menjalani 37 minggu kehamilan.

Merancang embrio menggunakan sumbangan mitokondria memberikan kesempatan pada ibu dengan mutasi mitokondria untuk bisa hamil sendiri dan melahirkan bayi sehat tanpa bawaan cacat genetik. Selain itu, prosedur ini dapat menghilangkan cacat mitokondria sepenuhnya dari garis keturunan keluarga selamanya.

Apa bedanya teknik ini dengan program bayi tabung biasa?

Selama prosedur bayi tabung yang biasa, sampel sel telur dan sperma utuh yang diambil dari masing-masing pihak akan disatukan dalam laboratorium untuk memungkinkan terjadinya pembuahan. Dengan prosedur ini, Anda dapat menggunakan kombinasi dari sel telur dan sperma asli milik Anda dan pasangan, atau sperma dan telur donor. Pada proses bayi tabung biasa, DNA yang terlibat hanya dari dua pihak, yaitu dari dua orangtua biologis atau satu orangtua dan satu donor.

Proses bayi tabung “tiga orangtua” melibatkan pengubahan DNA, sehingga embrio yang dihasilkan memiliki DNA inti dari kedua orang tua, dan DNA mitokondria serta sedikit sisa DNA inti dari donor; dari sinilah istilah “tiga orangtua” berasal. Artinya, Anak-anak yang diciptakan dari metode pembuahan ini akan terkait secara genetik dengan donor, tetapi di saat yang sama jejak DNA inti dari donor hanya membentuk porsi kecil dari materi genetik anak — hanya sekitar 0,1% dari gen donor yang terkandung dalam mitokondria kita (dengan 99,9% sisanya berasal dari inti sel milik ibu dan ayah kandung).

Dengan demikian, dalam kenyataannya keterkaitan “darah” antara donor dan anak tergolong jauh dari cukup untuk pihak donor bisa dikatakan sebagai orangtua yang sesungguhnya.

Mengapa teknik “tiga orangtua” dikatakan kontroversial?

Beberapa orang menentang dengan alasan agama atau etika, terutama jika dilihat dari teknik yang melibatkan modifikasi dan perancangan genetik sel telur dalam rangka untuk menciptakan embrio lain. Jadi, banyak anggapan bahwa teknik bayi tabung dari tiga orang ini terasa seperti “mengganggu takdir alam.”

Kekhawatiran kedua adalah bahwa dengan menciptakan campuran materi genetik baru, Anda juga mungkin akan menciptakan perubahan genetik yang sama sekali baru dan bisa berlangsung turun-temurun, sebelum kita memiliki kesempatan untuk mengetahui apakah perubahan ini berbahaya. Misalnya, sperma pria yang diubah secara genetik akan memengaruhi kode genetik dari telur atau sperma dari anak-anaknya, dan kemudian cucunya, cicitnya dan sebagainya, sehingga menyebabkan masalah kesuburan atau penyakit kronis tertentu yang sebelumnya tak pernah ada di generasi terdahulu.

Tahun 1990-an adalah kali terakhir para ilmuwan mencoba untuk merancang DNA bayi menggunakan sampel dari tiga orang, ketika mereka menyuntikkan DNA mitokondria dari donor ke dalam telur wanita lain, bersama dengan sperma dari pasangannya. Dua dari embrio yang dihasilkan mengembangkan kelainan genetik, sehingga prosedur ini dihentikan oleh Food and Drug Administration AS. Masalahnya mungkin timbul dari janin yang memiliki mitokondria dari dua sumber.

Di sisi lain, mereka yang pro terhadap metode alternatif ini berpendapat bahwa penggantian mitokondria bukan benar-benar modifikasi. Mitokondria yang disumbangkan diproduksi secara alami oleh donor (dalam telur donor) dan tidak direkayasa atau merupakan produk sintetis. Ini berarti bahwa peneliti menggunakan materi genetik yang terjadi di alam, tidak menambahkan sesuatu yang baru yang bersifat mendasar atau buatan. Mereka bersikeras bahwa metode penggantian mitokondria bersifat lebih seperti transplantasi daripada rekayasa genetika.

Kaitan bayi, pembuahan, tiga orangtua
Redaksi 25 November 2016 25 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tes DNA, Kiswinar Anak Kandung Mario Teguh
Artikel Selanjutnya CN-235 Untuk Royal Thai Police

APA YANG BARU?

Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Salurkan 33 Ribu Liter di Teluk Sebong
Artikel 3 jam lalu 66 disimak
Kepala BP Apresiasi Kinerja Koperasi Karyawan (Kopkar) BP Batam
Artikel 7 jam lalu 71 disimak
Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Ramadhan, Pemkab Karimun Gelar Bazar Pangan Murah
Artikel 7 jam lalu 65 disimak
Penganiayaan di Pelabuhan Punggur: Supir Truk Melapor ke Polisi
Artikel 8 jam lalu 84 disimak
Pengemudi Ojek Online Ditemukan Meninggal di Batam
Artikel 10 jam lalu 71 disimak

POPULER PEKAN INI

Harga Emas Batangan UBS Melonjak, Emas Antam Turun di Batam
Artikel 4 hari lalu 196 disimak
Kebakaran Hutan Taman Lestari, Bukit Hijau Berubah Jadi Hitam
Lingkungan 6 hari lalu 192 disimak
Dinas Penanaman Modal Kab. Bintan Raih Prestasi Wilayah Bebas Korupsi
Artikel 4 hari lalu 191 disimak
10 Pejabat Eselon II Kabupaten Karimun Dilantik Bupati Iskandarsyah
Artikel 4 hari lalu 182 disimak
Korupsi Rekayasa Ekspor CPO, Negara Rugi Capai Rp14 Triliun
Artikel 4 hari lalu 180 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?