Hubungi kami di

Hidup Sehat

Konsumsi Kopi Untuk Cegah Parkinson

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi

DI Amerika Serikat, ada lebih dari 60 ribu orang yang didiagnosis mengidap penyakit Parkinson setiap harinya. Kondisi ini terjadi karena penurunan daya kerja sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh. Biasanya, Parkinson ditandai dengan terjadinya tremor atau gemetaran.

Dilansir Medical News Today, Parkinson adalah kondisi progresif yang tidak ada obatnya. Berbagai perawatan yang ada saat ini hanyalah membantu mengatasi gejalanya saja. Tetapi rupanya, belum lama ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat membantu melindungi seseorang terkena penyakit Parkinson.

Diduga, kafein di dalam kopi memiliki peranan besar dalam hal ini. Tetapi dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa kopi tanpa kafein juga mampu memberikan perlindungan terhadap penurunan daya kerja sel saraf dalam penyakit Parkinson.

Kopi sendiri mengandung ratusan senyawa yang bisa berinteraksi dengan zat-zat kimia di dalam tubuh. Para peneliti menemukan senyawa bernama eicosanoyl-5-hydroxytryptamide (EHT) yang disebut-sebut mampu memperlambat timbulnya penyakit Parkinson.

EHT adalah turunan asam lemak dari serotonin yang ditemukan dalam lapisan lilin biji kopi. EHT tidak ada kaitannya dengan kafein dalam dalam penelitian disebutkan bahwa senyawa ini memiliki sifat melindungi saraf dan anti-inflamasi.

“EHT adalah senyawa yang ditemukan dalam berbagai jenis kopi, tetapi jumlahnya bervariasi. Penting untuk menentukan jumlah dan rasio yang tepat agar orang-orang tidak terlalu banyak mengkonsumsi kafein karena tidak bagus untuk kesehatan,” tulis M. Maral Mouradian selaku penulis utama dalam penelitan ini.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School Institute for Neurological Therapeutics di New Jersey, Amerika Serikat, yang mempublikasikan penelitiannya ke dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Meski demikian, penelitian ini harus dikaji lebih detail lagi. Karena kopi adalah minuman yang sangat kompleks, tim peneliti percaya bahwa ada pula komponen lain di dalam kopi yang juga memiliki peran penting dalam mengatasi penyakit Parkinson.

Selain itu, lokasi penanaman biji kopi, teknik yang digunakan untuk memanen, memanggang dan menyeduh kopi juga bisa menjadi penentu lainnya. Sehingga, harus ada banyak penelitian lain yang dilakukan.

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook