KOTA Batam masih menghadapi masalah serius terkait kelangkaan air bersih, yang meluas ke daerah-daerah baru. Setelah sebelumnya krisis ini melanda Kecamatan Batuampar dan Sagulung, kini Kecamatan Lubuk Baja, khususnya Kelurahan Tanjung Uma, juga merasakan dampaknya.
Di Tanjung Uma, permasalahan ini terasa di banyak area, termasuk Kampung Tua Tanjung Tritip dan Kampung Lama, serta hampir delapan Rukun Tetangga (RT) lainnya.
Untuk mengurangi dampak krisis air ini, Polsek Lubuk Baja berinisiatif melakukan pendistribusian air bersih dengan pengawalan mobil tangki langsung ke rumah-rumah warga.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, menyatakan bahwa pengawalan ini dilakukan sepanjang hari demi memastikan semua warga mendapatkan pasokan air.
“Kita hadir untuk memastikan distribusi air berlangsung lancar, mulai pagi hingga malam,” sebutnya pada Sabtu, 31 Januari 2026 kemarin.
Distribusi air dilakukan secara bertahap, berdasarkan kebutuhan setiap RT. Beberapa RT menerima dua mobil tangki, sementara yang lainnya mendapatkan hingga tiga mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Setiap hari, belasan mobil tangki dikerahkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga,” tambah Deni.
Di tengah situasi yang ini, Kapolsek mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba mengeksploitasi keadaan demi kepentingan pribadi.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar. Permasalahan air bersih ini insya Allah akan segera teratasi oleh pihak terkait,” jelasnya dengan penuh harapan.
Hingga kini, upaya distribusi air bersih yang diawasi oleh Polsek masih berlangsung, dengan harapan meringankan beban warga yang terdampak oleh krisis ini.
(dha)


