BADAN Pusat Statistik (BPS) Kota Batam melaporkan, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menembus diangka 1.613.202 kunjungan.
Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, yang sebelumnya mematok 1,5 juta kunjungan. Realisasi kunjungan wisman pada 2025 mencatatkan surplus 113.202 kunjungan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian tersebut mempertegas tren positif kunjungan wisman ke Batam dalam lima tahun terakhir.
Pertumbuhan terjadi secara konsisten sejak 2021 hingga 2025. Pada 2021 atau saat pandemi Covid-19, kunjungan wisman ke Batam tercatat hanya 2.651 kunjungan.
Angka tersebut melonjak signifikan pada 2022 menjadi 565.936 kunjungan seiring penurunan kasus pandemi, lalu meningkat kembali pada 2023 menjadi 1.192.931 kunjungan.
Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 yang mencapai 1.326.831 kunjungan, hingga mencetak rekor baru pada 2025 sebanyak 1.613.202 kunjungan.
“Capaian ini menegaskan posisi Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Ardiwinata, Rabu (4/02/2026).
Ia menyebutkan, sepanjang 2025 Batam menyumbang sekitar 79,58 persen dari total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2.027.037 kunjungan.
Dari sisi kebangsaan, kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura dengan total 789.674 kunjungan. Posisi kedua ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan.
Selanjutnya, wisatawan asal China mencatatkan 53.275 kunjungan, disusul India sebanyak 45.338 kunjungan, dan Filipina sebanyak 25.283 kunjungan.
“Dominasi wisatawan dari Singapura dan Malaysia mencerminkan kuatnya peran Batam sebagai destinasi lintas batas. Kedekatan geografis, kemudahan konektivitas transportasi laut dan udara, serta pengembangan daya tarik wisata yang semakin beragam menjadi faktor pendukung utama,” katanya.
Secara bulanan, puncak kunjungan wisman ke Batam terjadi pada Desember 2025 dengan total 195.525 kunjungan. Lonjakan tersebut sejalan dengan momentum libur akhir tahun dan meningkatnya mobilitas perjalanan internasional.
Menurut Ardiwinata, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat menjaga iklim pariwisata,” ujarnya. (*)


